MANAGED BY:
SABTU
08 AGUSTUS
UTAMA | BALIKPAPAN | SAMARINDA | PRO BISNIS | KALTIM | OLAHRAGA | HIBURAN | LIFESTYLE | KALTARA

BALIKPAPAN

Kamis, 02 Juli 2020 12:22
Tetap Merah, Pemprov Ralat Balikpapan Zona Hitam

Beda Persepsi Zona Pandemi Corona

Tes swab yang dilaksanakan di Balikpapan.

PROKAL.CO,

BALIKPAPAN masih berstatus zona merah Covid-19. Bukan zona hitam seperti yang berembus kemarin (30/6). “Sebenarnya zona itu bukan hitam di Balikpapan. Jadi mohon maaf, jika gambar yang ada di infografis itu hanya menandakan degradasi warna berdasarkan jumlah kasus. Jadi bukan tingkat risiko keparahan,” kata Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Diskes Kaltim Andi Muhammad Ishak di Balai Kota Balikpapan kemarin.

Dia melanjutkan, sesungguhnya Balikpapan masih kategori merah dalam peta penyebaran Covid-19. Kode warna mengartikan sudah terjadi kasus penyebaran dari luar daerah dan kasus transmisi lokal di Balikpapan. Selain itu, sudah muncul banyak klaster penyebaran Covid-19 dalam satu wilayah. “Itu cirinya kalau zona merah,” imbuh pria berkacamata itu.

Andi Muhammad Ishak menegaskan, peta risiko penyebaran Covid-19 tidak mengenal kode warna dengan zona hitam. Adapun hanya ada empat kode warna penanda penyebaran virus corona. Yakni, zona merah, zona oranye, zona kuning, dan zona hijau. Sehingga peta sebaran yang dirilis Pemprov Kaltim hanya peta yang menggambarkan perbedaan kasus, bukan karena risiko.

“Jadi berbeda sekali. Karena sampai saat ini Diskes Kaltim belum mengeluarkan itu (peta risiko). Dan hanya dikeluarkan BNPB Pusat,” jelas dia. Sementara itu, Kepala Diskes Balikpapan Andi Sri Juliarty mengatakan, infografis yang menyebutkan Balikpapan dalam zona hitam adalah kalkulasi internal Diskes Kaltim. Dengan menggunakan nilai ambang batas jumlah pasien terkonfirmasi positif lebih dari 95. Sehingga Balikpapan ditetapkan dalam zona hitam.

“Karena jika mengacu pada data nasional, Balikpapan tidak masuk pada zona hitam, tetapi zona merah,” ucapnya.

Dalam pertemuan dengan Diskes Kaltim kemarin, perempuan yang akrab disapa Dio itu telah mengusulkan bahwa sekiranya penetapan zona sebaran Covid-19 di Kaltim, tidak menggunakan data kumulatif pasien terkonfirmasi positif.

Halaman:

BACA JUGA

Senin, 03 Agustus 2020 13:40

Sudah 37 Rambu Masker Dipasang, Tingkat Kesadaran Warga Dinilai Membaik

BALIKPAPAN--Sebanyak 37 rambu wajib masker untuk menghindari penyebaran Covid-19 telah…

Senin, 03 Agustus 2020 13:38

Untuk Lokasi Isolasi Mandiri Pasien Covid-19, Asrama Haji Siapkan 218 Ranjang

Penyediaan ruang di Asrama Haji dimaksudkan untuk memudahkan mereka yang…

Senin, 03 Agustus 2020 13:37

Libur Panjang, Mangrove Center Batasi Wisatawan

BALIKPAPAN – Libur panjang selama tiga hari, menjadi peluang emas…

Senin, 03 Agustus 2020 10:05

Kisah Yayasan Kasimo, Pembuat Peti Jenazah untuk Pasien Covid-19 di Balikpapan

Menggunakan peti jenazah jadi standar wajib untuk mengubur pasien Covid-19…

Senin, 03 Agustus 2020 09:40

Subsidi Kuota Belajar Sudah Berjalan

Kasus positif Covid-19 yang semakin tinggi di Kota Minyak membuat…

Senin, 03 Agustus 2020 09:39

Anggaran Terbatas, PJU Andalkan Bankeu

BALIKPAPAN - Imbas pandemi Covid-19, organisasi perangkat daerah (OPD) harus…

Senin, 03 Agustus 2020 09:37

Pelarian Sopir Pikap Berakhir

BALIKPAPAN – Kecelakaan lalu lintas atau lakalantas sering terjadi karena…

Sabtu, 01 Agustus 2020 12:46

RSUD Beriman Tutup Sementara IGD

BALIKPAPAN – Penambahan kasus Covid-19 baru dari tenaga kesehatan RSUD…

Sabtu, 01 Agustus 2020 12:45
Positif Covid-19 Melonjak, Belajar Tatap Muka Dihentikan

Opsi Daring dan Home Visit

Penyebaran Covid-19 sudah masuk ke klaster perkantoran dan keluarga. Siswa…

Sabtu, 01 Agustus 2020 12:45

Salat Id di Masjid At-Taqwa, Membeludak, Ketat Protokol Kesehatan

BALIKPAPAN –Berbeda dengan Lebaran Idulfitri akhir Mei lalu, salat Iduladha…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Terverifikasi Dewan Pers