MANAGED BY:
MINGGU
09 AGUSTUS
UTAMA | BALIKPAPAN | SAMARINDA | PRO BISNIS | KALTIM | OLAHRAGA | HIBURAN | LIFESTYLE | KALTARA

MANCANEGARA

Kamis, 02 Juli 2020 11:52
WHO Pastikan Pandemi Covid-19 Masih Lama

Eropa Terbuka untuk Negara Aman Covid-19

Warga Spanyol keluar rumah menggunakan masker.

PROKAL.CO,

BRUSSELS– Penduduk AS harus menahan diri jika ingin bepergian ke Uni Eropa (UE). Benua Biru itu mulai membuka perbatasannya setelah sekian lama menutup diri karena pandemi Covid-19. Namun, tidak untuk semua negara. Warga Negeri Paman Sam, Brasil, India, dan Rusia termasuk golongan yang dilarang masuk.

Dilansir The Guardian, negara-negara anggota UE sudah membuat daftar 14 negara yang dinyatakan aman. Daftar itu tidak mutlak dan akan diperbarui setiap dua pekan. Jika ada kenaikan kasus, bisa jadi mereka dicoret. Tiongkok sejatinya akan dimasukkan daftar tersebut. Tapi, UE masih menunggu jawaban terkait persebaran virus di Beijing.

Daftar negara itu hanya saran. Masing-masing negara di UE bisa membuat kebijakan personal. Spanyol, misalnya. Mereka sejatinya ingin menggeliatkan lagi bisnis pariwisatanya. Tapi, Madrid ingin bermain aman. Negara yang dipimpin Perdana Menteri Pedro Sanchez Perez-Castejon termasuk salah satu yang pernah terdampak Covid-19 cukup parah. Lebih dari 28 ribu nyawa melayang di Spanyol.

Pekan lalu Kroasia juga telah menerapkan aturan. Yaitu pengunjung dari Serbia, Kosowo, Bosnia, dan Makedonia Utara harus melakukan isolasi mandiri selama 14 hari jika ingin berkunjung. Itu disebabkan penularan di negara-negara tersebut mulai naik. Padahal, Komisi Eropa awal bulan ini sempat memaparkan bahwa membuka perbatasan dengan negara-negara non-UE di Balkan Barat jadi prioritas per 1 Juli.

Masing-masing negara memang harus menimbang kemampuannya dalam mengendalikan virus SARS-CoV-2. Terlebih, Sekjen WHO Tedros Adhanom Ghebreyesus menegaskan, angka penularan pandemi itu justru tengah melonjak. Virus tersebut masih berpeluang besar untuk terus menulari manusia karena banyak orang yang masuk golongan rentan.

’’Kenyataan pahitnya adalah (pandemi, Red) ini masih jauh dari kata berakhir,’’ terang Ghebreyesus Senin (29/6) seperti dikutip Channel News Asia.

Halaman:

BACA JUGA

Jumat, 07 Agustus 2020 12:04

Jerman Wajibkan Tes untuk Pendatang

BERLIN - Prediksi para peneliti di Jerman menjadi kenyataan. Ledakan…

Jumat, 07 Agustus 2020 11:27

Facebook Hapus Unggahan Trump

Media sosial Facebook melakukan langkah tegas terkait setiap unggahan yang…

Jumat, 07 Agustus 2020 10:13

WHO Ragukan Hasil Tes Covid-19 di Korut

PYONGYANG – Korea Utara (Korut) sempat mengklaim nol kasus Covid-19.…

Kamis, 06 Agustus 2020 13:04

Orchard Road Sepi, Kiran: Ini Krisis Terburuk bagi Singapura

Wisatawan pasti kenal Orchard Road di Singapura. Kawasan ini paling…

Kamis, 06 Agustus 2020 12:52

Giliran Badai Hagupit Ancam Tiongkok

BEIJING – Banjir besar sudah berlalu di beberapa provinsi di…

Rabu, 05 Agustus 2020 13:06

Suu Kyi Incar Periode Kedua

YANGON– Aung San Suu Kyi melambaikan tangan ke para pendukungnya…

Rabu, 05 Agustus 2020 13:03

Begini Pembelaan Najib Razak atas Tuduhan Korupsi, Katanya Uang untuk Kegiatan Sosial

KUALA LUMPUR– Mantan Perdana Menteri Malaysia Najib Razak terus berusaha…

Rabu, 05 Agustus 2020 10:57

November, Rusia Produksi Vaksin Covid-19

MOSKOW – Dunia masih dilanda wabah Covid-19. Jumlah kasus terus…

Rabu, 05 Agustus 2020 10:57

Berbagai Aturan Baru untuk Wisatawan di Singapura

SINGAPURA – Semua wisatawan yang memasuki Singapura kini harus mematuhi…

Rabu, 05 Agustus 2020 10:56

Presiden Tiongkok Dituduh Manfaatkan Corona

BEIJING – Pakar sekaligus penulis politik Asia, Gordon Chang menuduh…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Terverifikasi Dewan Pers