MANAGED BY:
SABTU
08 AGUSTUS
UTAMA | BALIKPAPAN | SAMARINDA | PRO BISNIS | KALTIM | OLAHRAGA | HIBURAN | LIFESTYLE | KALTARA

SAMARINDA

Rabu, 01 Juli 2020 14:02
Asap di TPA Bikin Sengsara, DLH Belum Bisa Berbuat Banyak
SUDAH TAK SANGGUP: Tempat pembuangan akhir di kawasan Bukit Pinang dianggap tak lagi mampu menampung sampah yang datang berton-ton setiap hari. RAMA SIHOTANG/KP

PROKAL.CO,

SAMARINDA–Satu demi satu masalah muncul di Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Bukit Pinang, Kecamatan Samarinda Ulu. Selain masalah kelebihan kapasitas, TPA yang seharusnya dinonaktifkan sejak 2013 menyumbang pencemaran udara. Asap berbau tak sedap kerap dirasakan masyarakat Kota Tepian.

Dari pantauan Kaltim Post, Senin (29/6) malam hingga Selasa (30/6) pagi, kepulan asap tak hanya ada di sekitar TPA. Asap tak sedap merambah hingga Taman Cerdas, Samarinda Ulu, atau sekitar 4,2 km dari lokasi TPA yang dibangun medio 90-an itu.

Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Samarinda Nurrahmani tak menampik jika asap ditimbulkan bersumber dari TPA Bukit Pinang. "Memang sebenarnya TPA Bukit Pinang itu sudah tidak representatif lagi, harus pindah," ucapnya. "Saya enggak bisa berkata banyak, kami tahu lah masyarakat banyak yang protes, tapi untuk menanganinya juga susah," sambungnya.

Perempuan yang akrab disapa Yama itu bingung untuk mencari solusi dari permasalahan tersebut. Terlebih jika musim kemarau tiba. Titik panas akan turut bertambah. DLH hanya bisa melakukan penyiraman jika ada kepulan asap yang muncul, akibat gas metana. Itu tak bisa merata. Selain tumpukan sampah yang telah dalam, titik api biasanya berada di lereng. Penyiraman hanya bisa dilakukan pada permukaan.

"Susah juga menanganinya maksimal. Ini masih terbantu musim hujan, jadi asap tak seberapa. Kalau musim panas itu sudah tidak bisa diapa-apakan lagi," keluhnya. Upaya menangkap gas metan sejatinya telah dicoba. Namun, hasilnya nihil. Tumpukan sampah yang menahun tak bisa ditembus pipa hingga bagian dalam.

"Kami juga susah menangkap gas metannya. Dari 10 hektare (ha), 7,5 ha sudah tidak bisa diapa-apain lagi, jadi susah geraknya," imbuh dia.

Halaman:
loading...

BACA JUGA

Selasa, 04 Februari 2020 12:04

Kritik Kota lewat Lirik Rap, Wajah Samarinda dari Lagu “Samar Indah"

Hanya di Samarinda kita bisa hidup sama rendah Nikmati tepian…

Selasa, 04 Februari 2020 12:03

Berkas Pasar Baqa Dilimpah, Rabu, Sidang Perdana

SAMARINDA-Berkas dugaan korupsi tiga tersangka Pasar Baqa sudah digulirkan Korps…

Selasa, 04 Februari 2020 12:01

Terima Paket Ganja 2,5 Kilo, Mahasiswi Ini Mengaku Cuma Diupah Rp 300 Ribu

SAMARINDA - Tersangka inisial IT yang menerima paket 2,5 kilogram…

Selasa, 04 Februari 2020 12:00

Merasa Dipalak Ketika Berkendara di Samarinda? Dua Pria Ini Mungkin Pelakunya

SAMARINDA - Tim Macan Borneo Satreskrim Polres Samarinda akhirnya meringkus…

Selasa, 04 Februari 2020 11:59

Hanya Sakit Demam, RS AWS Bantah Merawat 1 Pasien Terkena Corona Virus

SAMARINDA - Rumah Sakit AW Sjahranie (RS AWS) Samarinda membantah…

Sabtu, 01 Februari 2020 11:48

Pengedar Sabu Berbahan Tawas Ditangkap

SAMARINDA-Banyaknya pemakai narkoba jenis sabu rupanya menjadi peluang bagi Kene…

Sabtu, 01 Februari 2020 11:10

Begini Kondisi Terakhir Sopir Truk yang Sebabkan 4 Nyawa Melayang di Gunung Manggah Itu...

SAMARINDA- Unit Kecelakaan Lalu Lintas (Lakalantas) Polresta Samarinda, pada Kamis…

Sabtu, 01 Februari 2020 09:05

Jalin Kerjasama dengan Rumah Sakit, Poltekkes “Nyebrang” ke Malaysia

SAMARINDA-Terus melebarkan sayap, kini Politeknik Kesehatan (Poltekkes) Kementerian Kesehatan (Kemenkes)…

Jumat, 31 Januari 2020 23:46

Samarinda Masih Kekurangan Pengajar

Di Samarinda, ada sekitar 2 ribu guru honorer. Mereka tengah…

Jumat, 31 Januari 2020 23:45

Perlu Waktu Realisasikan DOB Samarinda Seberang

SAMARINDA–Usul menjadikan Samarinda Seberang, Palaran, dan Loa Janan Ilir sebagai…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Terverifikasi Dewan Pers