MANAGED BY:
SENIN
06 JULI
UTAMA | BALIKPAPAN | SAMARINDA | PRO BISNIS | KALTIM | OLAHRAGA | HIBURAN | LIFESTYLE | KALTARA

KALTIM

Rabu, 01 Juli 2020 13:44
Mau Melahirkan, Wajib Rapid Test

Satu Kasus Pasien Bersalin Positif Corona

Masa pandemi membuat orang harus ekstrahati-hati dan selalu jaga kesehatan. Semua kegiatan pun wajib mengutamakan protokol standar kesehatan. Pun demikian untuk ibu melahirkan, perlu mengikuti kewajiban yang sama pada masa pandemi seperti sekarang.

PROKAL.CO,

PENAJAM–Masa pandemi membuat orang harus ekstrahati-hati dan selalu jaga kesehatan. Semua kegiatan pun wajib mengutamakan protokol standar kesehatan. Pun demikian untuk ibu melahirkan, perlu mengikuti kewajiban yang sama pada masa pandemi seperti sekarang.

Seperti yang diterapkan RSUD Ratu Aji Putri Botung Penajam Paser Utara (PPU). Untuk mendapatkan penanganan proses kelahiran, pasien perlu melakukan rapid test. Apapun hasil dari uji antibodi itu, penanganan tetap bakal dilakukan. Hanya perlakuan bakal berbeda. Itu diungkapkan Kepala Bidang Pelayanan Medis RSUD PPU Lukasiwan kepada Kaltim Post, Selasa (30/6).

Untuk pasien yang tidak reaktif berdasarkan rapid test, proses kelahiran akan ditangani secara biasa. Sebagaimana seharusnya, tentunya tetap dengan bantuan tenaga medis. Sementara untuk pasien yang terkonfirmasi reaktif, dijelaskan bakal langsung ditangani secara ekstra. Bahkan, proses melahirkan dilakukan di ruang isolasi.

"Ada satu kasus di PPU yang harus melahirkan di ruang isolasi. Dan memang pasien tersebut akhirnya terkonfirmasi positif corona berdasarkan hasil swab. Dia berkode PPU 15," jelas Lukas, sapaan akrabnya. Itu pun kejadian pertama kelahiran di Benuo Taka, dengan kondisi pasien positif corona.

Petugas yang menangani pun harus menggunakan alat pelindung diri (APD) level 3. Di antaranya, penutup kepala, pengaman muka, pengaman mata, masker N95, cover all, sarung tangan bedah, dan sepatu boots anti-air.

"Proses melahirkan juga lebih lama dibandingkan dengan persalinan normal. Karena bagaimana pun namanya diisolasi, tentu fisiologis pasti merasa tidak ada yang mendampingi. Kan suaminya dilarang menunggu di samping si ibu. Jadi memang lebih lama dari biasanya. Perlu waktu sekitar delapan jam hingga kelahiran," paparnya.

Halaman:
loading...

BACA JUGA

Sabtu, 01 Februari 2020 11:38

Jual Sarang Burung Curian ke Teman Korban, Ya Ketahuan Lah...

TENGGARONG - Bukannya meraup untung dari hasil pencurian sarang burung…

Sabtu, 01 Februari 2020 11:37

Menurut Pengamat, Bupati Edi Punya Hak Penuh Menentukan Cabup Disisa Jabatan

Bupati Kutai Kartanegara (Kukar) Edi Damansyah sudah menentukan dua figur…

Sabtu, 01 Februari 2020 11:33

WAHAI PEMUDA..!! Ayok Daftar Jadi Prajurit TNI

TANA PASER - Tentara Nasional Indonesia Angkatan Darat ( TNI…

Sabtu, 01 Februari 2020 11:31

Sudah 436 ABK Tiongkok Tiba di Pelabuhan Pondong, KKP Pastikan Semuanya Bebas Corona

TANA PASER - Vitalnya penyebaran virus corona yang berasa dari…

Sabtu, 01 Februari 2020 11:06

Kapal Terbalik Dihantam Ombak, Sohang Hilang

Seorang warga Kelurahan Muara Kembang bernama Sohang, dilaporkan tenggelam di…

Jumat, 31 Januari 2020 14:03

Sabu Dikemas Bersama Ikan Asin

TENGGARONG–Sepandai-pandainya tupai melompat akan jatuh juga. Pepatah tersebut tepat disematkan…

Jumat, 31 Januari 2020 14:03

Kerajinan Tumpar Makin Berkembang

Dekranasda Kubar mendorong para perajin untuk meningkatkan kualitas produk dengan…

Jumat, 31 Januari 2020 14:01

Akhir Bulan, DPA Harus Sudah Terkirim

SANGATTA - Batas waktu penyerahan dokumen pelaksanaan anggaran (DPA) pada…

Jumat, 31 Januari 2020 14:00

RS SOHC Sangatta Bantah Adanya Pasien Corona

SANGATTA - Rumah Sakit Medika Sangatta atau lebih dikenal SOHC…

Kamis, 30 Januari 2020 15:05

PDAM Danum Taka Jadi Perumda, Tarif Rumah Ibadah Dapat Subsidi Silang

PENAJAM - Transformasi Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Danum Taka…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Terverifikasi Dewan Pers