MANAGED BY:
SABTU
25 SEPTEMBER
UTAMA | BALIKPAPAN | SAMARINDA | PRO BISNIS | KALTIM | OLAHRAGA | HIBURAN | LIFESTYLE | KALTARA

UTAMA

Selasa, 30 Juni 2020 12:57
Covid-19 Bisa Dorong Over Suplay Batu Bara
Kinerja ekspor luar negeri Kaltim diperkirakan mengalami kontraksi seiring menurunnya permintaan batu bara.

SAMARINDA–Kinerja ekspor luar negeri Kaltim diperkirakan mengalami kontraksi seiring menurunnya permintaan batu bara. Sebab, pada masa pandemi corona ini beberapa negara pengimpor emas hitam mampu menurunkan electricity demand. Kondisi ini berpotensi mengakibatkan oversupply batu bara secara global dan terjadi pelemahan harga.

Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia (KPw-BI) Kaltim Tutuk SH Cahyono mengatakan, sampai triwulan I 2020 ekspor luar negeri Kaltim masih didominasi bahan bakar mineral dan batu bara dengan pangsa sebesar 88,80. Berdasarkan disagregasinya, masih didominasi batu bara dengan pangsa 76,78 persen. “Sementara bahan bakar migas memiliki pangsa hanya 12,02 persen,” jelasnya (29/6).

Berdasarkan negara tujuannya, sebagian besar ekspor migas Kaltim mengarah ke Asia Timur seperti Jepang dan Korea Selatan dengan pangsa masing-masing sebesar 43,70 persen dan 11,94 persen. Sedangkan ekspor nonmigas sebagian besar mengarah ke Tiongkok dan India yang hampir mencapai 50 persen dari keseluruhan ekspor nonmigas Kaltim.

Sebab itu, pengaruh kebijakan perdagangan serta appetite pembeli dari kedua negara tersebut memiliki pengaruh cukup signifikan terhadap ekonomi Kaltim. “Kinerja ekspor luar negeri Kaltim pada triwulan II 2020 diperkirakan mengalami kontraksi seiring dengan sektor utama yang mengalami kontraksi,” tambahnya.

Dari lapangan usaha batu bara, penurunan ekspor batu bara akan bersumber dari penurunan permintaan dari negara tujuan. Adapun berdasarkan laporan IHS Markit, tercatat sudah mulai terdapat penangguhan kargo batu bara di pelabuhan Tiongkok maupun India seiring dengan pembatasan aktivitas perdagangan pada kedua tersebut.

Selain itu, penurunan harga batu bara yang terus berlangsung diperkirakan akan menahan para perusahaan untuk melakukan pengiriman ekspor terlebih di tengah pandemi covid-19 sepanjang triwulan kedua, yang juga turut menghambat produksi.

Sementara itu, berdasarkan laporan IHS Markit, produksi domestik batu bara Tiongkok sudah kembali lebih 90 persen. “Penurunan kinerja ekspor tersebut akan berdampak langsung terhadap pertumbuhan ekonomi,” pungkasnya.

Sepanjang tahun ini, total volume ekspor Indonesia pada 5 bulan pertama tercatat mencapai 175,15 juta ton. Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) memperkirakan ekspor batu bara RI tahun ini mencapai 435 juta ton, lebih rendah dibanding tahun lalu sebesar 458,8 juta ton. (ctr/ndu/k8)


BACA JUGA

Jumat, 24 September 2021 13:51

Draf RUU Kaltim Tak Bahas IKN

BALIKPAPAN–Penyusunan Rancangan Undang-Undang (RUU) tentang Kaltim terus dikebut. Ditargetkan…

Jumat, 24 September 2021 13:50

Pesut Mahakam Hidupnya Makin Terancam

Hidup pesut mahakam makin nelangsa. Hanya sungai kecil di ujung…

Jumat, 24 September 2021 13:07

Tak Mudah Mendapatkan Plasma Konvalesen

KETIKA kasus Covid-19 berada di puncaknya, Unit Transfusi Darah Palang…

Kamis, 23 September 2021 15:36

Ironi Tambang di Bukit Tengkorak, Konsep Forest City di IKN Terkesan Retorika

Gerak cepat pengungkapan kasus tambang ilegal di konsesi PT Multi…

Kamis, 23 September 2021 15:11

Sengketa Lahan di Dekat IKN Makin Banyak, Disarankan Bentuk Tim Terpadu

PENAJAM -Sengketa lahan di Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU) terus…

Rabu, 22 September 2021 13:25

Gara-Gara Ini, Level PPKM Balikpapan Batal Turun

BALIKPAPAN-Pemerintah mengumumkan Kota Balikpapan masih masuk Pemberlakukan Pembatasan Kegiatan Masyarakat…

Selasa, 21 September 2021 13:15

Perlu Rp 628 Miliar Tangani Banjir Balikpapan

BALIKPAPAN-Masalah banjir masih menghantui Balikpapan hingga akhir tahun. Pasalnya, Kota…

Senin, 20 September 2021 11:04

Kebun Sawit Rambah Tahura Bukit Soeharto, Program Kemitraan Konservasi Jadi Celah Alasan

TENGGARONG-Selain tambang ilegal, kebun sawit liar juga dituding ikut merusak…

Senin, 20 September 2021 11:01

PI 10 Persen untuk PPU Tunggu Gubernur

PENAJAM-Participating interest (PI) 10 persen pengelolaan blok migas jatah Pemerintah…

Senin, 20 September 2021 11:00

Rosatom Bangun Industri Nuklir, Kerja Sama Batan-Pemprov Kaltim di Buluminung

Perusahaan energi atom Rosatom Rusia bersama Pusat Kajian Sistem Energi…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Terverifikasi Dewan Pers