MANAGED BY:
RABU
28 JULI
UTAMA | BALIKPAPAN | SAMARINDA | PRO BISNIS | KALTIM | OLAHRAGA | HIBURAN | LIFESTYLE | KALTARA

UTAMA

Selasa, 30 Juni 2020 12:46
Ini Dia, Arti Kemarahan Jokowi
Presiden Joko Widodo

PROKAL.CO,

Lembaga Penelitian, Pendidikan, Penerangan Ekonomi dan Sosial (LP3ES) menyayangkan munculnya ekspresi kemarahan Jokowi yang ditampakkan secara gamblang ke publik. Direktur Pusat Media dan Demokrasi LP3ES Wijayanto mengatakan sikap pemimpin yang tidak terkendali bisa mencerminkan kelemahan dirinya. "Ini justru merefleksikan kekuatan Jokowi cendrung memudar," katanya.

Menurutnya, selama ini tatsun politik Presiden Jokowi tidak terlepas dari budaya Jawa. Dalam perspektif budaya politik Jawa, kekuatan seseorang terefleksi dalam kehalusan penampakan lahirnya. Semakin berkuasa seseorang maka semakin halus penampakan lahirnya.

Nah, video kemarahan Presiden Jokowi itu adalah refleksi bahwa posisi Jokowi semakin lemah secara politik. Itulah salah satu alasan dia harus menampakkan kekecewaan dan kemarahan di hadapan para menterinya.

Wijayanto bilang, kelemahan yang dimaksud bukan karena Jokowi kehilangan dukungan dari parpol pendukung. Namun kelemahan itu dimaknai sebagai ketidakberdayaan presiden dalam mengendalikan para menteri di bawahnya. "Sehingga presiden harus marah-marah dulu agar bisa sejalan dengan garis komando," ucapnya.

Diungkapkan, ketidakpatuhan para menteri Jokowi sebenarnya sudah tampak selama pandemi Covid-19 merebak sejak awal Maret lalu. Dari temuan LP3ES, sebut Wijayanto, banyak pernyataan presiden yang justru dianulir oleh bawahannya sendiri. Misalnya saat Presiden Jokowi meminta mudik dilarang, menterinya mengatakan mudik diperbolehkan. Ketika Jokowi menyampaikan istilah mudik dan pulang kampung adalah dua hal yang bereda, menterinya mengatakan sama saja. Saat Jokowi mengatakan kredit kendaraan bisa ditunda saat Covid-19, jubirnya mengatakan hanya berlaku untuk para penderita virus corona saja. "Ini beberapa anomali yang mengindikasikan menteri berjalan sendiri-sendiri," paparnya.

Terlepas dari isu reshuffle yang digulirkan, kata Wijayanto, Presiden Jokowi seharusnya tak perlu menampakkan kemarahannya ke publik. Dalam perspektif budaya jawa, ujar dia, ekspresi kemarahan itu merefleksikan bahwa dia kehilangan kendali atas para pembantunya. Seorang presiden yang kuat cukup, sambungnya, bisa tersenyum dan menyampaikan kepada menterinya bahwa dia dicopot karena kinerja tidak memenuhi ekspektasi. "Itulah yang semestinya dilakukan oleh presiden yang yakin dengan kekuasaannya," ujarnya.

Halaman:

BACA JUGA

Selasa, 27 Juli 2021 14:16

Capaian Vaksinasi di Kaltim Masih Sangat Rendah

Capaian atau realisasi program vaksinasi Covid-19 di Provinsi Kalimantan Timur…

Selasa, 27 Juli 2021 11:14

Calon Anggota DPD Pengganti Almarhum Muhammad Idris, Nanang Sulaiman Kandidat Kuat

BALIKPAPAN-Pergantian antarwaktu (PAW) anggota DPD RI (alm) Muhammad Idris sepenuhnya…

Selasa, 27 Juli 2021 11:13
Delapan Daerah Terapkan PPKM Level 4

Kaltim Jadi Provinsi dengan Kasus Aktif Covid-19 Tertinggi di Luar Jawa-Bali

PENAJAM-Pemberlakukan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Level 4 tak hanya untuk…

Selasa, 27 Juli 2021 11:05

Bincang dengan Zahra dan Keluarga setelah Terduga Penculik Ditangkap

Selama Zahra disembunyikan, dia mengaku tak pernah disakiti. Tapi ketika…

Selasa, 27 Juli 2021 11:01

Investasi KEK Maloy Jalan di Tempat, Pemilihan Lokasi Disorot Bappenas

KEK Maloy awalnya digadang-gadang sebagai pusat ekonomi baru di luar…

Senin, 26 Juli 2021 17:59

Keluarkan Instruksi PPKM Level 4, Walikota Andi Harun Minta Maaf Bila Ada Kekurangan

SAMARINDA - Walikota Samarinda Andi Harun mengeluarkan Instruksi Walikota Samarinda…

Senin, 26 Juli 2021 14:17

PPKM Level 4 Diperpanjang: Warteg, PKL, dan Mal Boleh Buka

Perpanjangan pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) level 4 hingga 25…

Senin, 26 Juli 2021 11:33
Epidemiolog Nilai PPKM Tetap Tak Efektif

PPKM Level 4 Diperpanjang Hingga 2 Agustus, Luhut Janji Pelanggar Aturan Dapat Sanksi Tegas

JAKARTA- Presiden Joko Widodo kemarin(25/7) mengumumkan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat…

Senin, 26 Juli 2021 10:57
Waswas dengan Kualitas Pendidikan Pelajar di Era Pandemi

Ketika Anak-anak Mulai Jenuh Belajar Jarak Jauh

Peliput: M Ridhuan Nofiyatul Chalimah     Belajar jarak jauh…

Senin, 26 Juli 2021 10:37

Anak Belajar di Rumah, Orangtua Harus Bisa Beradaptasi

KONDISI pandemi Covid-19, membuat anak-anak kini harus belajar di rumah.…

Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Terverifikasi Dewan Pers