MANAGED BY:
JUMAT
15 JANUARI
UTAMA | BALIKPAPAN | SAMARINDA | PRO BISNIS | KALTIM | OLAHRAGA | HIBURAN | LIFESTYLE | KALTARA

PRO BISNIS

Selasa, 30 Juni 2020 12:10
New Normal Picu Utang Online

Banyak Pelaku UMKM Kembali Buka Usaha, Beri Kemudahan dan Kecepatan

Pinjaman online dianggap masih mudah dalam prosesnya.

PROKAL.CO,

Kemudahan melengkapi persyaratan dan kecepatan pencairan dana membuat masyarakat banyak yang memanfaatkan financial technology sebagai alternatif mencari modal usaha. Termasuk saat memulai usaha di tengah new normal.

SAMARINDA- Bergulirnya kebijakan new normal berpotensi mendorong permohonan kredit melalui fintech. Sebab saat ini banyak pelaku usaha mikro, kecil, menengah (UMKM) berencana memulai kembali bisnisnya dan memerlukan pendanaan. Dan biasanya mereka menjadikan peminjaman online sebagai alternatif sumber pendanaan.

Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mencatat, sampai April 2020 jumlah penyaluran pinjaman online di Indonesia mencapai Rp 106 triliun meningkat 186 persen secara tahunan. Kaltim sendiri, penyalurannya mencapai Rp 988 miliar, meningkat 173 persen (yoy). Sedangkan Kaltara sebesar Rp 77,41 miliar, meningkat 195 persen (yoy).

Adapun jumlah borrower di Indonesia sudah mencapai 24.770.305 entitas, meningkat 218 persen (yoy). Di Kaltim ada sebanyak 261.134 entitas, meningkat 200 persen (yoy). Kaltara 24.197 entitas, meningkat 224 persen (yoy). Sedangkan jumlah lender di Indonesia sebanyak 647.993 entitas, meningkat 41,99 persen (yoy). Di Kaltim sudah mencapai 5.940 entitas, meningkat 60,71 persen (yoy). Di Kaltara ada 628 entitas meningkat 51,33 persen (yoy).

Kepala Bidang Institutional and Public Relation Asosiasi Fintech Pendanaan Bersama Indonesia (AFPI) Tumbur Pardede mengatakan, istilah new normal akan menjadi ajang peningkatan bagi pembiayaan melalui perusahaan berbasis teknologi. Pihaknya optimistis pembiayaan online akan menjamur setelah new normal, sebab akan menjadi titik balik bagi para pelaku usaha.

“Pelaku usaha akan kembali memulai usahanya yang akan memerlukan permodalan. Sebab selama terjadi pembatasan saat pandemi, seluruh bisnis terganggu dan aliran kas para pelaku usaha juga terganggu,” jelasnya, Minggu (28/6).

Halaman:
loading...

BACA JUGA

Selasa, 01 Desember 2020 22:52

Kondisi Ekonomi Membaik, Inflasi Kaltim Terkendali 0,37% November

SAMARINDA - Provinsi Kaltim November 2020 tercatat mengalami inflasi 0,37%…

Selasa, 01 Desember 2020 12:27

Sempat Dihantam Pandemi, Kontribusi UMKM Perlahan Alami Perbaikan

Sempat mengalami penurunan penjualan hingga 90,10 persen pada April lalu,…

Selasa, 01 Desember 2020 12:26

Lirik Potensi Kaltim, Biznet Investasi Rp 30 Miliar

BALIKPAPAN- Perusahaan infrastruktur digital, Biznet berencana memperluas jaringannya ke Kaltim.…

Selasa, 01 Desember 2020 12:25

Aktivitas Bisnis Bergeliat, Kinerja Perhotelan Pulih

BALIKPAPAN- Kondisi perhotelan di Kota Minyak mulai bergairah. Berbeda dengan…

Selasa, 01 Desember 2020 12:23

Saat Ini, Momen Tepat Beli Rumah

SAMARINDA- Meski turut mendapat tekanan dari virus corona, para pengembang…

Selasa, 01 Desember 2020 12:20

Pengangguran Melonjak, Kritisi Dampak Politik Upah Murah

JAKARTA- Angka pengangguran yang terus bertambah berkorelasi pada banyak faktor.…

Selasa, 01 Desember 2020 09:32

Yamaha Gear 125, Skutik Multifungsi buat Anak Muda

BALIKPAPAN – PT Yamaha Indonesia Motor Manufacturing (YIMM) baru saja…

Minggu, 29 November 2020 12:47

Tiongkok Sepakat Beli 200 Juta Ton Batubara RI Tahun Depan

JAKARTA - Realisasi penjualan batubara Indonesia dipastikan bakal mendapatkan rapor…

Sabtu, 28 November 2020 13:03

Genjot Ekspor Ikan Tuna ke Korsel

JAKARTA–Kementerian Perdagangan (Kemendag) bersama Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) melakukan…

Sabtu, 28 November 2020 13:01

Eni Jadi Tumpuan Proyek IDD

Perusahaan minyak asal Italia, Eni, diharapkan bisa menjadi suksesor proyek…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Terverifikasi Dewan Pers