MANAGED BY:
SABTU
11 JULI
UTAMA | BALIKPAPAN | SAMARINDA | PRO BISNIS | KALTIM | OLAHRAGA | HIBURAN | LIFESTYLE | KALTARA

PRO BISNIS

Selasa, 30 Juni 2020 12:10
New Normal Picu Utang Online

Banyak Pelaku UMKM Kembali Buka Usaha, Beri Kemudahan dan Kecepatan

Pinjaman online dianggap masih mudah dalam prosesnya.

PROKAL.CO,

Kemudahan melengkapi persyaratan dan kecepatan pencairan dana membuat masyarakat banyak yang memanfaatkan financial technology sebagai alternatif mencari modal usaha. Termasuk saat memulai usaha di tengah new normal.

SAMARINDA- Bergulirnya kebijakan new normal berpotensi mendorong permohonan kredit melalui fintech. Sebab saat ini banyak pelaku usaha mikro, kecil, menengah (UMKM) berencana memulai kembali bisnisnya dan memerlukan pendanaan. Dan biasanya mereka menjadikan peminjaman online sebagai alternatif sumber pendanaan.

Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mencatat, sampai April 2020 jumlah penyaluran pinjaman online di Indonesia mencapai Rp 106 triliun meningkat 186 persen secara tahunan. Kaltim sendiri, penyalurannya mencapai Rp 988 miliar, meningkat 173 persen (yoy). Sedangkan Kaltara sebesar Rp 77,41 miliar, meningkat 195 persen (yoy).

Adapun jumlah borrower di Indonesia sudah mencapai 24.770.305 entitas, meningkat 218 persen (yoy). Di Kaltim ada sebanyak 261.134 entitas, meningkat 200 persen (yoy). Kaltara 24.197 entitas, meningkat 224 persen (yoy). Sedangkan jumlah lender di Indonesia sebanyak 647.993 entitas, meningkat 41,99 persen (yoy). Di Kaltim sudah mencapai 5.940 entitas, meningkat 60,71 persen (yoy). Di Kaltara ada 628 entitas meningkat 51,33 persen (yoy).

Kepala Bidang Institutional and Public Relation Asosiasi Fintech Pendanaan Bersama Indonesia (AFPI) Tumbur Pardede mengatakan, istilah new normal akan menjadi ajang peningkatan bagi pembiayaan melalui perusahaan berbasis teknologi. Pihaknya optimistis pembiayaan online akan menjamur setelah new normal, sebab akan menjadi titik balik bagi para pelaku usaha.

“Pelaku usaha akan kembali memulai usahanya yang akan memerlukan permodalan. Sebab selama terjadi pembatasan saat pandemi, seluruh bisnis terganggu dan aliran kas para pelaku usaha juga terganggu,” jelasnya, Minggu (28/6).

Halaman:
loading...

BACA JUGA

Jumat, 31 Januari 2020 11:47

Tambah Satu Crane, PT Pelindo IV Matangkan Rencana Pengembangan Semayang

PT Pelindo IV Balikpapan optimistis kinerja sepanjang tahun ini lebih…

Kamis, 30 Januari 2020 15:04

Jadi Favorit, Permintaan Kopi Terus Naik

SURABAYA– Permintaan kopi dalam negeri terus meningkat. Itu tidak terlepas…

Kamis, 30 Januari 2020 14:44

RUU Omnibus Law Optimistis Dongkrak Ekonomi Daerah

Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) kebijakan omnibus law bisa mendorong kinerja…

Kamis, 30 Januari 2020 14:44

Kunjungan Bisnis Terganggu Corona

SAMARINDA – Penyebaran wabah virus corona berpotensi menghambat pengusaha dalam…

Rabu, 29 Januari 2020 13:09

Krakatau Steel Restrukturisasi Utang

JAKARTA – PT Krakatau Steel Tbk berhasil merestrukturisasi utang senilai…

Rabu, 29 Januari 2020 12:07

Target Integrasikan Pelabuhan di Kaltim

BALIKPAPAN - PT Pelabuhan Indonesia (Pelindo) IV siap mendukung berjalannya…

Selasa, 28 Januari 2020 13:40

Garap Mobil Listrik Hyundai Inves USD 750 Juta

JAKARTA– Grab Indonesia bekerja sama dengan PT Hyundai Motor Indonesia…

Selasa, 28 Januari 2020 10:48

Bantu UMKM Perluas Pasar

SAMARINDA- Tak hanya mempermudah pelaku usaha mikro kecil dan menengah…

Selasa, 28 Januari 2020 10:42

Pertahankan Resep Warisan Mertua, Terbantu Marketplace

Menjaga konsistensi rasa masakan dan memuaskan pelanggan menjadi kunci sukses…

Senin, 27 Januari 2020 12:09
Menjaga Eksistensi Usaha ala Hadlan Feriyanto Munajat

Jangan Lupa Bahagia, Kombinasikan Hobi dengan Bisnis

Berbisnis tak melulu soal keuntungan. Tapi akan lebih memuaskan jika…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Terverifikasi Dewan Pers