MANAGED BY:
SABTU
11 JULI
UTAMA | BALIKPAPAN | SAMARINDA | PRO BISNIS | KALTIM | OLAHRAGA | HIBURAN | LIFESTYLE | KALTARA
Selasa, 30 Juni 2020 11:52
Imam Nahrawi Divonis Tujuh Tahun, Minta Skandal Suap KONI Diusut Tuntas
Terdakwa Mantan Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) Imam Nahrawi saat menjalani sidang kasus dugaan korupsi yang melilitnya di Pengadilan Tipikor, Jakarta (Dery Ridwansah/ JawaPos.com )

PROKAL.CO,

JAKARTA–Eks Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) Imam Nahrawi tampak kurang puas ketika mendengar Majelis Hakim Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Jakarta membacakan amar putusan, kemarin (29/6). Imam terlihat berkali-kali menggelengkan saat hakim membacakan pertimbangan. Terlebih saat hakim menjatuhkan vonis tujuh tahun penjara.

Imam dinyatakan terbukti secara sah dan bersalah melakukan beberapa tindak pidana korupsi bersama Miftahul Ulum. Yakni, penerimaan suap Rp 11,5 miliar terkait pencairan dana hibah Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) dan gratifikasi Rp 8,6 miliar dari sejumlah pejabat di KONI dan Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora).

Ketua Majelis Hakim Pengadilan Tipikor Jakarta Rosmina menyatakan, selain pidana penjara tujuh tahun, Imam divonis membayar denda Rp 400 juta subsider tiga bulan kurungan. Ada pula hukuman tambahan berupa membayar uang pengganti Rp 18,1 miliar subsider dua tahun kurungan serta pencabutan hak politik selama empat tahun yang dihitung sejak Imam selesai menjalani pidana pokok.

Hakim juga menolak permohonan justice collaborator (JC) yang diajukan Imam sebelum putusan itu dibacakan. “Menetapkan agar masa penahanan yang telah dijalani oleh terdakwa dikurangkan seluruhnya dari pidana yang dijatuhkan,” kata Rosmina dalam amar putusan yang dibacakan secara virtual dari Pengadilan Tipikor Jakarta.

Secara umum, vonis hakim itu di bawah tuntutan jaksa penuntut umum (JPU) Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Jaksa menuntut hakim agar menjatuhkan hukuman kepada Imam berupa pidana penjara 10 tahun dan denda Rp 500 juta subsider 6 bulan kurungan. Jaksa juga menuntut hakim menjatuhkan hukuman tambahan berupa membayar uang pengganti Rp 19,1 miliar.

Sementara itu, Imam menyatakan pikir-pikir atas putusan tersebut. Hanya, dia sempat mengungkapkan kekecewaan atas putusan dan pertimbangan yang dibacakan hakim. Menurut dia, pertimbangan hakim tidak memasukkan pledoi yang disampaikannya. “Maka, kami berdoa kepada Allah SWT semoga Yang Mulia Majelis Hakim senantiasa mendapatkan pertolongan Allah SWT,” katanya.

Halaman:
loading...

BACA JUGA

Kamis, 11 Oktober 2012 13:00

Edisi Ketiga UKW Luluskan 23 Wartawan KPG

<div> <div> <strong>BALIKPAPAN</strong> &ndash; Uji Kompetensi Wartawan…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Terverifikasi Dewan Pers