MANAGED BY:
SELASA
07 JULI
UTAMA | BALIKPAPAN | SAMARINDA | PRO BISNIS | KALTIM | OLAHRAGA | HIBURAN | LIFESTYLE | KALTARA

PRO BISNIS

Senin, 29 Juni 2020 23:50
Petani Gula Risaukan HPP

PROKAL.CO,

 Berangsur normalnya harga gula pasir menjadi bumerang bagi para petani tebu. Sebab, saat harga jualnya tinggi di pasar pun, harga gula petani tetap rendah. Yakni, sekitar Rp 10.200 per kilogram. Apalagi, kini harga berangsur mendekati HET dan gula pasir impor mulai membanjiri pasar.

Sekjen DPN Asosiasi Petani Tebu Rakyat Indonesia (APTRI) Nur Khabsyin mengatakan bahwa petani cenderung menahan penjualan gula mereka karena harganya rendah, jauh di bawah biaya produksi. Hasil kajian lapangan terbaru APTRI mencatat rata-rata biaya produksi pada kisaran Rp 12.722 per kilogram.

Sampai sekarang, menurut Nur, Kemendag belum menetapkan harga pembelian pemerintah (HPP) yang baru. Itu bisa membuat harga gula petani kembali ke acuan lama, yakni Rp 9.100 per kilogram. ’’Penurunan sekarang ini sangat tajam. Alasannya, stok gula impor melimpah. Padahal, musim giling sudah mulai,’’ keluhnya.

Direktur PTPN XI Dwi Satriyo Annurogo menuturkan bahwa target musim giling tahun ini terkendala pasokan tebu. Sampai sekarang, realisasi tebu yang digiling sebanyak 646 ribu ton atau 15 persen dari target sekitar 4 juta ton. ’’Untuk gula hasil produksi musim giling 2020, telah dilakukan beberapa kali pelelangan. Harga lelang terakhir pada kisaran Rp 10.300 per kilogram,’’ ungkapnya.

Terkait dengan kendala pasokan tebu, Dwi mengaku sudah memperkirakannya. Sebab, ada kompetisi perolehan tebu antarpelaku industri gula. Karena itu, pola kemitraan dan pembinaan antara pabrik gula dan petani menjadi berubah. Kini tebu ditebang dan dikirim ke pabrik gula yang berani membayar tinggi tanpa memperhitungkan tingkat kemasakannya. Tidak ada pula pertimbangan area binaan serta jarak lahan tebang ke pabrik gula tujuan.

’’Akibatnya, produksi kurang optimal. Tebu ditebang belum pada waktunya. Jarak tempuh yang terlalu jauh ke pabrik membuat kualitas tebu turun saat digiling. Akhirnya, produk gula kristal putihnya juga turun,’’ ucapnya. Dia berharap pemerintah pusat memperhatikan masalah tersebut.

Halaman:
loading...

BACA JUGA

Jumat, 31 Januari 2020 11:47

Tambah Satu Crane, PT Pelindo IV Matangkan Rencana Pengembangan Semayang

PT Pelindo IV Balikpapan optimistis kinerja sepanjang tahun ini lebih…

Kamis, 30 Januari 2020 15:04

Jadi Favorit, Permintaan Kopi Terus Naik

SURABAYA– Permintaan kopi dalam negeri terus meningkat. Itu tidak terlepas…

Kamis, 30 Januari 2020 14:44

RUU Omnibus Law Optimistis Dongkrak Ekonomi Daerah

Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) kebijakan omnibus law bisa mendorong kinerja…

Kamis, 30 Januari 2020 14:44

Kunjungan Bisnis Terganggu Corona

SAMARINDA – Penyebaran wabah virus corona berpotensi menghambat pengusaha dalam…

Rabu, 29 Januari 2020 13:09

Krakatau Steel Restrukturisasi Utang

JAKARTA – PT Krakatau Steel Tbk berhasil merestrukturisasi utang senilai…

Rabu, 29 Januari 2020 12:07

Target Integrasikan Pelabuhan di Kaltim

BALIKPAPAN - PT Pelabuhan Indonesia (Pelindo) IV siap mendukung berjalannya…

Selasa, 28 Januari 2020 13:40

Garap Mobil Listrik Hyundai Inves USD 750 Juta

JAKARTA– Grab Indonesia bekerja sama dengan PT Hyundai Motor Indonesia…

Selasa, 28 Januari 2020 10:48

Bantu UMKM Perluas Pasar

SAMARINDA- Tak hanya mempermudah pelaku usaha mikro kecil dan menengah…

Selasa, 28 Januari 2020 10:42

Pertahankan Resep Warisan Mertua, Terbantu Marketplace

Menjaga konsistensi rasa masakan dan memuaskan pelanggan menjadi kunci sukses…

Senin, 27 Januari 2020 12:09
Menjaga Eksistensi Usaha ala Hadlan Feriyanto Munajat

Jangan Lupa Bahagia, Kombinasikan Hobi dengan Bisnis

Berbisnis tak melulu soal keuntungan. Tapi akan lebih memuaskan jika…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Terverifikasi Dewan Pers