MANAGED BY:
SENIN
25 JANUARI
UTAMA | BALIKPAPAN | SAMARINDA | PRO BISNIS | KALTIM | OLAHRAGA | HIBURAN | LIFESTYLE | KALTARA

UTAMA

Sabtu, 20 Juni 2020 11:09
Wacana Merger Pendidikan Agama dan Pancasila Diprotes

Dibahas di Sebuah FGD Kemendikbud

ilustrasi

PROKAL.CO,

JAKARTA– Wacana penggabungan mata pelajaran (mapel) pendidikan agama dan budi pekerja dengan pendidikan Pancasila oleh Kemendikbud menuai protes. Banyak kalangan menolak rencana tersebut. Khususnya dari kalangan guru pendidikan agama Islam (PAI).

Wacana merger dua mapel itu terungkap dalam bocoran slide atau paparan focus group discussion (FGD) yang digelar oleh Kemendikbud. Slide tersebut beredar luas di masyarakat. Menurut sejumlah informasi, FGD tersebut diselenggarakan sekitar dua pekan yang lalu. Di dalam slide tersebut tersaji dengan jelas perbandingan nama-nama mapel di Kurikulum 2013 (K13) dengan kurikulum baru. Kurikukulum baru itu tentunya masih dalam tahap kajian di Kemendikbud.

Ketua Umum Asosiasi Guru PAI Indonesia (AGPAII) Manhan Marbawi menuturkan sudah mendengar kabar dua mapel tersebut. Namun dia memastikan organisasinya tidak ikut serta dalam kegiatan FGD yang digelar Kemendikbud. Untuk itu dia berharap Kemendikbud beredia membuka pintu bagi AGPAII untuk klarifikasi. ’’Kami ingin tabayyun. Yang dimaksud Kemendikbud seperti apa,’’ katanya (18/6).

Dia menegaskan pada prinsipnya tidak setuju ada peleburan mapel agama atau PAI dengan pendidikan Pancasila. Dia menjelaskan dampak dari peleburan itu bisa mengakibatkan guru-guru PAI maupun PKN menganggur. Dampak lainnya bisa kehilangan kesempatan mendapatkan tunjangan profesi guru (TPG). Dia mengatakan di seluruh Indonesia guru PAI mencapai 238 ribu orang.

Menurut Marbawi jika penggabungan dua mapel itu jadi dilaksanakan, pasti ada yang dikorbankan atau mengalah. ’’Kalau yang dominan PAI atau agama, nanti guru pendidikan Pancasilanya akan hilang,’’ katanya. Begitupun sebaliknya jika dari merger itu yang dominan adalah pendidikan Pancasila, maka guru pendidikan agama akan hilang.

Kalaupun rencana perubahan kurikulum itu ditujukan untuk menyederhanakan mapel di tengah wabah Covid-19, mekanisnya tidak harus dengan melebur mapel. Dia mengusulkan pemerintah bisa melakukan pengurangan materi yang diajarkan. Marbawi mencontohkan dalam satu tahun pelajaran, materi PAI ada 13 mater. Di tengah pandemi ini cukup diambil enam sampai delapan materi saja dalam satu tahun. Sehingga dalam satu semester cukup mempelajari dua sampai empat materi pelajaran. ’’Diambil materi yang prioritas,’’ tuturnya.

Halaman:

BACA JUGA

Sabtu, 23 Januari 2021 12:39

Kaltim Perlu 507 Nakes Lagi, Paling Banyak Petugas ICU, Mesti Berusia di Bawah 50 Tahun

SAMARINDA–Masih tingginya kasus harian positif terinfeksi Covid-19 membuat kebutuhan tenaga…

Sabtu, 23 Januari 2021 12:37

KPU Sahkan Lima Kepala Daerah Terpilih, Saatnya Membuktikan Janji Kampanye

SAMARINDA–Komisi Pemilihan Umum (KPU) secara resmi menetapkan pemenang Pilkada Serentak…

Sabtu, 23 Januari 2021 12:36
Pam Swakarsa Program Prioritas Komjen Listyo Disorot Tajam

Pam Swakarsa Berpotensi Hidupkan Ormas Mirip FPI

JAKARTA–Pam swakarsa, program prioritas Komjen Listyo Sigit Prabowo mendapatkan sorotan……

Sabtu, 23 Januari 2021 11:59

BEJAT..!! Cekoki Obat Penenang dan Perangsang, Ayah Tiri Ini Cabuli Anaknya Sampai 4 Kali

SAMARINDA - Seorang residivis penganiayaan, inisial AS (37) mencabuli anak…

Sabtu, 23 Januari 2021 11:55

Iklim Kerja Kaltim Turun, Pengangguran Naik

PERINGATAN: Jumlah pengangguran di Kaltim tahun lalu menunjukkan kenaikan sebesar…

Sabtu, 23 Januari 2021 11:52

Berhasil Turunkan Emisi Gas Rumah Kaca, Bank Dunia Beri Apresiasi Kaltim

BALIKPAPAN–Bank Dunia bakal memberikan kompensasi kepada Pemprov Kaltim sebesar USD…

Sabtu, 23 Januari 2021 11:09

Rencana Pemindahan Ibu Kota Negara Indonesia Masuk Tahap Finalisasi

Rencana pemindahan ibu kota negara Indonesia di sebagian wilayah Kabupaten…

Sabtu, 23 Januari 2021 11:07

GAWAT INI..!! Kasus Meninggal Covid-19 di Kaltim Capai 921, Penularan Semakin Tinggi

SAMARINDA - Satuan Tugas (Satgas) Penanganan Covid-19 Provinsi Kaltim merilis…

Jumat, 22 Januari 2021 12:55

Masih Terima Bonus Demografi, Penduduk Kaltim Didominasi Generasi Z dan Milenial

SAMARINDA – Tahun ini, Kaltim masih menerima bonus demografi. Ditandai…

Jumat, 22 Januari 2021 12:43

Polisi Hentikan Kasus Pelanggaran Prokes Raffi, Ini Alasan Polisi

JAKARTA– Kasus dugaan pelanggaran protokol kesehatan (prokes) yang menyeret presenter…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Terverifikasi Dewan Pers