MANAGED BY:
MINGGU
24 OKTOBER
UTAMA | BALIKPAPAN | SAMARINDA | PRO BISNIS | KALTIM | OLAHRAGA | HIBURAN | LIFESTYLE | KALTARA

UTAMA

Selasa, 09 Juni 2020 12:53
MIRIS..!! Kawasan Pertanian di Sini Dikepung Tambang
SELAMATKAN PERTANIAN: Kawasan pertanian di Desa Bangun Rejo, Kecamatan Tenggarong Seberan, mulai memasuki masa tanam. Istimewa

TENGGARONG - Semangat pemerintah menggiatkan ketahanan pangan di sejumlah wilayah kini terusik oleh aktivitas pertambangan liar. Kawasan persawahan di Kukar misalnya, tak sedikit yang berdampingan dengan aktivitas tambang. Di antaranya bahkan terindikasi tambang liar.

Kepala Dinas Pertanian dan Peternakan (Distanak) Kukar Sutikno pun tak menampik hal tersebut. Kepada Kaltim Post, Sutikno mengaku prihatin dengan ancaman aktivitas pertambangan yang beririsan dengan kawasan pertanian. Meski tak secara langsung merusak lahan pertanian, sejumlah penyebab kerusakan sawah, bisa dipicu dari aktivitas tambang.

Ia mencontohkan sejumlah desa di Kecamatan Tenggarong Seberang kini menjadi lumbung pertanian. Sayangnya, kawasan tersebut berdekatan dengan aktivitas tambang liar. Dampak rusaknya air baku di sekitar sawah berpotensi bisa merusak padi yang berusia d bawah 20 hari.

“Bahkan ada airnya keruh seperti susu. Ngeri sekali melihatnya. Kalau padi usia 25 hari ke atas mungkin bisa saja selamat,” ujar Sutikno.

Senin (8/6), ia memantau kawasan pertanian di Kecamatan Tenggarong Seberang. Lokasi pertanian yang ia pantau berdekatan dengan aktivitas pertambangan. Diduga, hal ini ada kaitannya dengan jebolnya sebuah DAM yang juga terpengaruh akibat aktivitas tambang. “Rata-rata semua desa saat ini sudah siap tanam padi di sawah,” tambahnya.

Ia juga menyebutkan berbagai pengaruh aktivitas tambang liar. Di antaranya, akses jalan yang tertutup hingga saluran air yang meluap. Pihaknya pun mengaku terus melakukan monitoring perkembangan sawah di berbagai lokasi. “Tambang ilegal itu sangat memengaruhi. Pertanian itu ketergantungan air sangat tinggi,” imbuhnya.

Diwartakan sebelumnya, berbagai program ketahanan pangan yang dicetuskan pemerintah pusat dan daerah bergesekan dengan aktivitas tambang liar. Sejumlah kecamatan yang menjadi lumbung pertanian, diduga justru marak ditemukan aktivitas tambang liar. Peringatan Hari Lingkungan Hidup pada 5 Juni hari ini patut menjadi refleksi.

Koordinator Jaringan Advokasi Tambang Nasional (Jatamnas) Merah Johansyah menuturkan, di Kukar tak sulit ditemukan aktivitas tambang ilegal maupun legal yang berdekatan dengan lahan pertanian. Namun, di sisi lain, aktivitas pertanian tersebut justru terancam dengan kerusakan lingkungan.

Menurutnya, tak sedikit imbas lingkungan seperti banjir muncul yang diduga akibat tambang liar. Terpisah, Anggota DPR RI Rudi Masud pun menyebutkan, pihaknya juga menyoroti aktivitas tambang liar yang marak di Kukar. Ia pun meminta inspektorat tambang untuk mengawasi aktivitas tambang di Kaltim.

Ia juga mendukung sejumlah pihak untuk menyoroti dan memublikasikan aktivitas tambang ilegal tersebut. Sebelumnya, Kepala Sub-Bidang Penegakan Hukum dan Lingkungan Hidup DLH Kukar Riduan mengatakan, pihaknya sempat melakukan pengecekan lapangan di Sebulu pada Selasa (26/5) lalu.

Kegiatan ini untuk menindaklanjuti banjir yang terjadi H-1 sebelum Lebaran. Banjir melanda lima desa di Kecamatan Sebulu. Tak hanya menggenangi pemukiman warga, air juga merendam kantor camat hingga puluhan hektare sawah.

Disinggung terkait aktivitas tambang ilegal, Riduan pun mengakui kian marak. Untuk pengawasan, terang dia, tidak lagi menjadi kewenangannya, melainkan aparat penegak hukum. (qi/kri/k16)

 


BACA JUGA

Jumat, 22 Oktober 2021 00:07

Sabar, PTM SMA dan SMK di Kaltim Tunggu Izin Gubernur

 Pelaksanaan pembelajaran tatap muka atau PTM terbatas untuk jenjang SMA,…

Rabu, 20 Oktober 2021 19:47

Wacana Terapkan Parkir Berlangganan, Berencana Gandeng Polda Kaltim

SAMARINDA–Karut-marut pengelolaan parkir di berbagai penjuru ruas jalan Samarinda, menjadi…

Selasa, 19 Oktober 2021 21:24

Proyek Jalan Lingkar IKN Bisa Dimulai 2022

BALIKPAPAN–Perencanaan infrastruktur kawasan inti pusat pemerintahan (KIPP) ibu kota negara…

Selasa, 19 Oktober 2021 21:21

Imbas Curah Hujan Tinggi dan Pembukaan Lahan, Akses Bandara Lumpuh

SAMARINDA-Lalu lintas di Samarinda Utara nyaris lumpuh Senin (18/10). Banjir…

Selasa, 19 Oktober 2021 21:18

Fungsi Kaltim “Disunat”, Tak Bisa Banyak Berbuat

  HARGA batu bara lagi tinggi-tingginya. Kondisi itu bisa memicu terjadinya…

Selasa, 19 Oktober 2021 21:12

Membebaskan Pelabuhan Feri Penajam dari Praktik Cashback Perlu Ketegasan dari Regulator

SAMARINDA–Praktik cashback di pelabuhan feri masih terjadi. Terutama kendaraan yang…

Selasa, 19 Oktober 2021 14:46

Drama Pencopotan Makmur Bakal Panjang, Berlanjut ke Pengadilan, Golkar Singgung Senioritas dan Legawa

SAMARINDA–Langkah Makmur HAPK untuk mengadang upaya DPD Golkar Kaltim yang…

Selasa, 19 Oktober 2021 14:44

IKN yang Tanpa Merusak Hutan

Oleh: Dr Isradi Zainal Rektor Universitas Balikpapan   GREEN city merupakan…

Selasa, 19 Oktober 2021 14:29

Masih Ada Cashback, Operator Diminta Lapor

Pelabuhan Feri Kariangau, Balikpapan diyakini sudah terbebas dari praktik cashback atau uang…

Senin, 18 Oktober 2021 13:55

Bandara APT Pranoto "Hilang", Banjir Tenggelamkan 32 Titik Jalan di Samarinda

SAMARINDA - Hujan yang deras terjadi sejak Senin (18/10/2021) dini…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Terverifikasi Dewan Pers