MANAGED BY:
SELASA
14 JULI
UTAMA | BALIKPAPAN | SAMARINDA | PRO BISNIS | KALTIM | OLAHRAGA | HIBURAN | LIFESTYLE | KALTARA
Rabu, 03 Juni 2020 13:23
Nurhadi Ditangkap, Pintu Masuk Bongkar Sindikat Mafia Peradilan
Mantan Sekretaris Mahkamah Agung (MA) Nurhadi Abdurrachman saat akan dibawa ke Rutan KPK, Selasa (2/6) (Dery Ridwansyah/JawaPos.com)

PROKAL.CO,

JAKARTA- Penangkapan Nurhadi dan menantunya adalah rangkaian pengungkapan sindikat mafia hukum yang sudah dilakukan KPK sejak lama. Kasus ini membongkar 'kotak pandora' tentang adanya praktik kotor di dunia peradilan. Sindikat itu meliputi panitera, advokat, pejabat MA dan kelompok pengusaha.

Kasus ini dikembangkan dari operasi tangkap tangan (OTT) panitera Pengadilan Negeri (PN) Jakarta Pusat Edy Nasution pada 2016 lalu. Edy diduga menerima suap dari Presiden Komisaris PT Lippo Group Eddy Sindoro melalui Doddy Ariyanto Supeno. Eddy Sindoro sempat kabur ke luar negeri setelah ditetapkan tersangka. Dia menyerahkan diri Oktober 2018 lalu.

Kasus itu kemudian berkembang. KPK menetapkan advokat Lucas pada Oktober 2018. Lucas disangka menghalangi penyidikan lantaran membantu Eddy Sindoro kabur ke luar negeri. Semua tersangka dalam perkara tersebut telah berkekuatan hukum tetap (inkracht).

Peneliti Indonesia Corruption Watch (ICW) Kurnia Ramadhana mengatakan peran Nurhadi dalam perkara suap panitera itu sudah mencuat. Bahkan, KPK sempat menggeledah rumah pribadi Nurhadi tak lama setelah OTT digelar. KPK menemukan uang Rp 1,7 miliar saat itu. "Tentu hal ini relevan untuk digali kembali untuk mencari dugaan keterlibatan Nurhadi," paparnya, kemarin (2/6).

Kurnia menyebut, dalam persidangan terdakwa Eddy Sindoro Januari 2019 lalu terungkap adanya memo untuk Nurhadi. Memo itu terkait perkara hukum sejumlah perusahaan yang terafiliasi dengan Eddy Sindoro. Nurhadi juga disebut pernah berkomunikasi dengan Edy Nasution terkait dengan pengurusan berkas perkara PT Across Asia Limited.

"Padahal perkara tersebut diketahui dijadikan bancakan korupsi oleh Edy Nasution dengan menerima suap dari mantan Presiden Komisaris PT Lippo tersebut," terang Kurnia. KPK juga, kata Kurnia, perlu menelusuri pihak lain yang diduga membantu Nurhadi melanggengkan perbuatan sindikat mafia hukum itu.

Halaman:

BACA JUGA

Kamis, 11 Oktober 2012 13:00

Edisi Ketiga UKW Luluskan 23 Wartawan KPG

<div> <div> <strong>BALIKPAPAN</strong> &ndash; Uji Kompetensi Wartawan…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Terverifikasi Dewan Pers