MANAGED BY:
SABTU
04 JULI
UTAMA | BALIKPAPAN | SAMARINDA | PRO BISNIS | KALTIM | OLAHRAGA | HIBURAN | LIFESTYLE | KALTARA

SAMARINDA

Senin, 01 Juni 2020 19:45
Relaksasi Tetap Ada Evaluasi, Rekomendasi Sesuai Kajian

Tak Mesti Bergantung Pusat

SESUAI INSTRUKSI: Deteksi suhu tubuh tetap wajib dilakukan di seluruh tempat yang mulai kembali beroperasi, termasuk pintu masuk Samarinda. RAMA SIHOTANG/KP

PROKAL.CO,

Samarinda disebut-sebut bukan daerah yang menerapkan fase new normal. Hal tersebut pun diamini Dinas Kesehatan (Diskes) Samarinda. Pasalnya, fase relaksasi yang mulai diterapkan hari ini memang bersamaan dengan penerapan new normal seperti di daerah-daerah lain.

 

DISKES Samarinda sudah melakukan kajian jauh hari sebelumnya. Memasuki Mei lalu, kota sebagai pusat pemerintahan Bumi Etam itu mengalami fase puncak. Di awal-awal bulan tersebut, jumlah pasien memang kerap mengalami penambahan.

Kabid Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Diskes Samarinda dr Osa Rafshodia yang menjelaskan saat bersua dengan awak media melalui aplikasi Zoom, ada alasan Diskes mengeluarkan rekomendasi untuk Pemkot Samarinda menjalankan tahap relaksasi. “Bukan daerah transmisi lokal, sudah banyak yang sembuh. Kajian epidemiologi menunjukkan tingkat kesembuhan yang tinggi. Selain itu, dari tim yang ada, melakukan penelusuran dengan cepat sehingga bisa memutus rantai penyebaran,” jelasnya. Namun, tidak menutup kemungkinan, second wave bakal terjadi di Kota Tepian. “Itu kalau masyarakatnya tidak patuh protokol yang ada. Sejauh masih sesuai aturan, semua pasti bisa dikendalikan,” tambahnya.

Osa menyebut, sejak 17 Mei, Samarinda sudah memasuki tahap relaksasi. Tahapan yang bisa dilewati Tim Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Samarinda adalah bisa mengontrol empat klaster yang menyebar di Samarinda. Klaster Bogor, Gowa, Sidode, dan Magetan. Meski disebut sebagai daerah yang bukan menerapkan era new normal oleh pusat, hal itu tak mengendurkan semangat untuk tetap melaksanakan fase relaksasi. “Hanya waktu pelaksanaannya saja bersamaan. Kami bukan ikut-ikutan latah new normal. Kalau kegiatan new normal sama dengan relaksasi itu keniscayaan aja,” timpal Pelaksana tugas (Plt) Kadiskes Samarinda dr Ismed Kosasih.

Di tahap relaksasi yang mulai berjalan hari ini, ada beberapa hal yang harus diagungkan. Yakni, tetap memaksimalkan rapid test dan swab test massal. “Besok (hari ini) di Pasar Segiri, selanjutnya di Pasar Pagi, intinya akan terus berupaya tracing maksimal,” tegasnya. Strategi yang diterapkan adalah deteksi, tracing (penelusuran), testing (pemeriksaan), isolating (isolasi jika reaktif), dan treating (penyembuhan).

Halaman:

BACA JUGA

Selasa, 04 Februari 2020 12:04

Kritik Kota lewat Lirik Rap, Wajah Samarinda dari Lagu “Samar Indah"

Hanya di Samarinda kita bisa hidup sama rendah Nikmati tepian…

Selasa, 04 Februari 2020 12:03

Berkas Pasar Baqa Dilimpah, Rabu, Sidang Perdana

SAMARINDA-Berkas dugaan korupsi tiga tersangka Pasar Baqa sudah digulirkan Korps…

Selasa, 04 Februari 2020 12:01

Terima Paket Ganja 2,5 Kilo, Mahasiswi Ini Mengaku Cuma Diupah Rp 300 Ribu

SAMARINDA - Tersangka inisial IT yang menerima paket 2,5 kilogram…

Selasa, 04 Februari 2020 12:00

Merasa Dipalak Ketika Berkendara di Samarinda? Dua Pria Ini Mungkin Pelakunya

SAMARINDA - Tim Macan Borneo Satreskrim Polres Samarinda akhirnya meringkus…

Selasa, 04 Februari 2020 11:59

Hanya Sakit Demam, RS AWS Bantah Merawat 1 Pasien Terkena Corona Virus

SAMARINDA - Rumah Sakit AW Sjahranie (RS AWS) Samarinda membantah…

Sabtu, 01 Februari 2020 11:48

Pengedar Sabu Berbahan Tawas Ditangkap

SAMARINDA-Banyaknya pemakai narkoba jenis sabu rupanya menjadi peluang bagi Kene…

Sabtu, 01 Februari 2020 11:10

Begini Kondisi Terakhir Sopir Truk yang Sebabkan 4 Nyawa Melayang di Gunung Manggah Itu...

SAMARINDA- Unit Kecelakaan Lalu Lintas (Lakalantas) Polresta Samarinda, pada Kamis…

Sabtu, 01 Februari 2020 09:05

Jalin Kerjasama dengan Rumah Sakit, Poltekkes “Nyebrang” ke Malaysia

SAMARINDA-Terus melebarkan sayap, kini Politeknik Kesehatan (Poltekkes) Kementerian Kesehatan (Kemenkes)…

Jumat, 31 Januari 2020 23:46

Samarinda Masih Kekurangan Pengajar

Di Samarinda, ada sekitar 2 ribu guru honorer. Mereka tengah…

Jumat, 31 Januari 2020 23:45

Perlu Waktu Realisasikan DOB Samarinda Seberang

SAMARINDA–Usul menjadikan Samarinda Seberang, Palaran, dan Loa Janan Ilir sebagai…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Terverifikasi Dewan Pers