MANAGED BY:
SABTU
31 JULI
UTAMA | BALIKPAPAN | SAMARINDA | PRO BISNIS | KALTIM | OLAHRAGA | HIBURAN | LIFESTYLE | KALTARA

UTAMA

Senin, 01 Juni 2020 12:08
Hadapi Pola Baru, Manusia Cepat Adaptif dan Cerdas
STERIL: Perhotelan bersiap dengan penerapan new normal. Kebersihan ruang kamar adalah yang utama. Ketentuan jarak pun jadi perhatian selama menginap di hotel. FUAD MUHAMAD/KP

PROKAL.CO,

TAK semua orang siap dengan kebijakan new normal. Apalagi melihat kondisi yang belum sepenuhnya aman. Walhasil, ada kemungkinan membuat sebagian orang  menjadi stres dan tertekan. Disampaikan psikolog Lisda Sofia, memang tak dapat dimungkiri bahwa masyarakat tengah menghadapi kondisi yang tidak pasti. Jadi lebih takut ketika harus keluar rumah.

Sangat jelas jika new normal mampu membuat orang lebih stres dan tertekan. Menghindari terpaparnya virus tersebut, ada banyak variabel yang harus dikontrol dan dikendalikan. Misalnya di tempat kerja, para pekerja yang usianya lebih dewasa sudah mampu mengantisipasi dan waspada dengan lingkungannya. Beda halnya dengan lingkungan sekolah yang cenderung diisi anak-anak hingga remaja. Otomatis, tekanan mental di kedua tempat tersebut berbeda. Namun kecemasan tertular virus tetap sama bagi semua usia. Menurut Lisda, mematuhi protokol kesehatan adalah satu-satunya cara yang bisa dilakukan oleh seseorang agar lebih merasa aman dan rasa cemasnya mengurang.

Berdasarkan fenomena yang terjadi di banyak tempat, Lisda melihat bahwa ada beberapa orang yang berusaha menghalau rasa takut dan cemasnya. Misal, ada ditemukan kasus positif di suatu tempat, namun si orang ini masih memilih keluar rumah dengan alasan bekerja agar bisa makan. Bisa jadi hal tersebut dilakukan karena tak memiliki pilihan lain. Walhasil, membentuk mental yang cukup adaptif dan meyakinkan diri bahwa semua bisa dilewati. Padahal, sebenarnya takut dan ada tekanan dari dalam diri. Namun, ketakutan itu diekspresikan dengan cara lain.

“Sebenarnya yang rentan terhadap tidak sehat mental karena kondisi new normal mendatang adalah keluarga. Misalnya ketika dia pulang ke rumah ada anggota keluarga yang sudah sepuh dan anak-anak. Itu mungkin akan lebih stres lagi karena takut bisa menularkan virus ke anggota keluarga lain,” jelas Lisda saat ditemui awal pekan lalu.

Secara psikologis, manusia adalah makhluk paling adaptif dan cerdas. Dengan kecerdasannya itu, mereka bisa membentuk mekanisme psikologis sehingga tetap bisa sehat mental. Contohnya bagi orang-orang yang tetap bersikeras keluar rumah meski sudah dilarang. Itu adalah mekanisme mental agar bisa beradaptasi dengan situasi dan menghadapi konflik. Di satu sisi harus menghadapi stigma sosial, tapi di sisi lain harus tetap mencari uang. Itulah yang terjadi pada masyarakat saat ini.

Secara pola gaya hidup pun akan mengubah kebiasaan. Seandainya pusat berbelanjaan seperti mal dibuka, tetap saja belum bisa sebebas dulu. Minimal hanya boleh untuk berbelanja kebutuhan. Soal mencari hiburan jadi terbatas. Secara umum, itu agak sulit untuk diterima karena sebelum pandemi terjadi, mereka terbiasa melakukan. Dijelaskan Lisda, dalam konteks masyarakat, sosial, atau mengubah perilaku orang banyak mesti bergantung regulasi. Tidak bisa semata-mata hanya mengharapkan tiap individu disiplin. Meski sudah dikampanyekan melalui berbagai hal.

Halaman:

BACA JUGA

Sabtu, 31 Juli 2021 12:00

Penumpang Tak Sabar, Vaksinasi di Bandara Menumpuk

JUMLAH dosis yang terbatas ditambah calon penumpang tidak tertib, membuat…

Sabtu, 31 Juli 2021 11:27
Ketegaran Empat Bersaudara, Orangtua Wafat Terpapar Covid-19 (2-Habis)

Sempat Bersurat, Curiga Sendal yang Pulang

Tak mudah bagi keluarga untuk memberi tahu kabar duka meninggalnya…

Sabtu, 31 Juli 2021 11:14

Peresmian Seksi 1 dan 5 Tol Balikpapan-Samarinda Belum Pasti Agustus

SAMARINDA-Seksi 1 dan Seksi 5 Tol Balikpapan-Samarinda (Balsam) yang semula…

Sabtu, 31 Juli 2021 11:11
Klinik Berkelit Tak Tahu-menahu

Beredar Surat Antigen Palsu, Oknum Minta Tarif Rp 200 Ribu

Selain di Pelabuhan Loktuan, Bontang, surat hasil rapid antigen palsu…

Sabtu, 31 Juli 2021 11:09
Terobos Zona Hitam, Gratiskan untuk Warga Membutuhkan

Hendra Setiawan, Praktisi Tata Udara yang Ciptakan Oxymaker Gen II

Kelangkaan oksigen tiga pekan terakhir membuat Hendra Setiawan tergerak. Berbekal…

Sabtu, 31 Juli 2021 11:08
Larang Pemberian Cashback, Penyeberangan Kariangau-Penajam Harus Tertib

Dukung Kejari Bongkar “Permainan” di Pelabuhan Feri

BALIKPAPAN-Patgulipat kasus pemberian cashback kepada sopir truk di Pelabuhan Feri…

Jumat, 30 Juli 2021 10:43

Kasatpol PP Kaltim Pastikan Patroli PPKM Tetap Humanis

SAMARINDA - Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kaltim mengoptimalkan…

Jumat, 30 Juli 2021 10:06
Potensi Kerugian Negara Didalami Kejari

Panggil Regulator-Operator Pelabuhan Feri Kariangau, Usut Dugaan Penyimpangan

BALIKPAPAN-Kasus pengondisian muatan di Pelabuhan Feri Kariangau, Balikpapan menggelinding ke…

Jumat, 30 Juli 2021 10:05

Syarat Perjalanan Diskriminatif, Udara Dipersulit dengan PCR, Darat-Laut Justru Cuma Antigen

BALIKPAPAN-Pemerintah dinilai diskriminatif dan tidak konsisten menerapkan kebijakan syarat perjalanan…

Jumat, 30 Juli 2021 10:01

Ada Calo Surat Antigen, Modusnya Tanpa Antre dan Tanpa Pemeriksaan di Klinik

Penggunaan surat rapid antigen palsu diduga sudah menjadi praktik di…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Terverifikasi Dewan Pers