MANAGED BY:
SELASA
07 JULI
UTAMA | BALIKPAPAN | SAMARINDA | PRO BISNIS | KALTIM | OLAHRAGA | HIBURAN | LIFESTYLE | KALTARA

UTAMA

Senin, 01 Juni 2020 11:50
Jam Malam Tak Mampu Meredam, Unjuk Rasa Meluas ke Hampir Seluruh AS
Kerusuhan di AS terus meluas.

PROKAL.CO,

WASHINGTON DC – Demonstrasi memprotes kematian George Floyd meluas di berbagai wilayah di Amerika Serikat. Jam malam yang diberlakukan tak mampu meredam aksi solidaritas tersebut. Hingga kemarin (31/5), sudah 25 kota diberlakukan jam malam.

Sejumlah aksi memang berujung pada kerusuhan. Bahkan penjarahan. Setidaknya 13 negara bagian sudah mengizinkan pasukan National Guard untuk membantu aparat lokal. Salah satunya, Gubernur Minnesota Tim Walz. Negara bagian tersebut menaungi Minneapolis, lokasi kematian Floyd. Walz mengatakan, dirinya sudah mengerahkan seluruh personel National Guard yang bisa mereka panggil. Sekitar 13 ribu personel diharapkan bisa menekan massa yang menolak bubar.

Politikus berusia 56 tahun itu sama dengan pejabat lainnya. Mereka mengutuk oknum pendemo yang melakukan perusakan, pembakaran, dan penjarahan. Dia menuduh para pelaku kerusuhan bukan warga lokal. Namun, kelompok asing yang ingin memanfaatkan situasi. ’’Mereka tak peduli apakah kami bisa menghadirkan keadilan bagi George Floyd,’’ ungkap Walz seperti dilansir CNN.

Namun, upaya tersebut tak membuat pendemo takut. Di sebagian besar daerah, warga masih memilih bertahan meski sudah melewati jam malam kemarin WIB. Konflik antara demonstran dan aparat terus bermunculan.

Di New York City, video yang merekam mobil patroli menabrak kerumunan massa menjadi buah bibir. Wali Kota New York City Mayor Bill de Blasio tak menyalahkan aparat atas peristiwa tersebut. Di beberapa lokasi, kasus penembakan juga muncul. Semua otoritas mengatakan bahwa tembakan itu tidak berasal dari penegak hukum.

Semalam suntuk aparat terus melakukan penangkapan. Di Dallas 74 orang ditahan dan segera diproses hukum. Kepolisian New York City mengeklaim mereka sudah menangkap lebih 120 demonstran. ’’Tak ada yang tahu siapa yang berada di balik aksi kekerasan. Tapi, sudah jelas bahwa suara yang menuntut agar AS bisa berubah sudah ada jauh sebelum kasus ini,’’ ujar Ketua Poor People’s Campaign William Barber.

Halaman:

BACA JUGA

Rabu, 24 Juni 2020 20:44

Perempuan 48 Tahun di Paser Positif Corona Meninggal Dunia

SAMARINDA - Kasus meninggal dunia positif Corona (covid-19) di Kaltim…

Rabu, 24 Juni 2020 17:37

Kaltim Tertinggi di Kalimantan, Angka Pengangguran Meroket karena Corona

SAMARINDA- Akibat penyebaran virus corona (covid-19) di Kaltim, Dinas Tenaga…

Selasa, 23 Juni 2020 20:35

Kasus Covid-19 Tambah 9 di Balikpapan dan 3 di Berau, Total 447 di Kaltim

SAMARINDA - Kasus positif virus corona (covid-19) di Kalimantan Timur…

Selasa, 23 Juni 2020 13:05

Tiga Jam Tengah Malam Bersama Ketua DPRD Balikpapan Abdulloh

Minggu (21/6) malam, manajemen Kaltim Post ngobrol santai bersama Ketua…

Selasa, 23 Juni 2020 13:05

PDIP Ingatkan Peta Politik Bisa Berubah

DARI Balikpapan, sejauh ini ada dua figur yang mencuat ke…

Selasa, 23 Juni 2020 13:04

Ngos-ngosan Usung Kader Sendiri

SAMARINDA–Manuver Demokrat dan Golkar menyambut Pilkada Samarinda masih terbilang landai.…

Senin, 22 Juni 2020 13:19

Balita di Balikpapan Positif Covid-19

SEMENTARA itu, masih terlalu dini untuk menilai apakah penularan Covid-19…

Senin, 22 Juni 2020 13:17

Heri Yulianto, Sembuh dari Stroke setelah Rutin Bersepeda

Dia mengaku sebagai gila sepeda. Rela bercapek ria menempuh ratusan…

Senin, 22 Juni 2020 12:41

Pilwali Samarinda, PDIP Belum Tentukan Sikap, PAN Resmi Usung Barkati-Darlis

SAMARINDA–Duet Barkati dan Darlis Pattalongi yang sudah mengantongi restu DPP…

Senin, 22 Juni 2020 12:39

Sering “Kecolongan” Pendatang lewat Pelabuhan

BALIKPAPAN- Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Balikpapan masih mencari formulasi…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Terverifikasi Dewan Pers