MANAGED BY:
SENIN
06 JULI
UTAMA | BALIKPAPAN | SAMARINDA | PRO BISNIS | KALTIM | OLAHRAGA | HIBURAN | LIFESTYLE | KALTARA

MANCANEGARA

Jumat, 29 Mei 2020 14:41
Jamin Perawatan Turis jika Tertular Covid-19

PROKAL.CO,

NIKOSIA–Jaminan. Itulah yang diberikan pemerintah Siprus untuk menggeliatkan lagi perekonomiannya. Negara memberikan jaminan kepada para turis yang ingin berlibur ke sana. Jika mereka sampai terinfeksi Covid-19, pemerintah Siprus akan menanggung seluruh biayanya. Mulai pengobatan hingga akomodasi.

“Kami komitmen merawat semua turis yang dites positif (Covid-19) selama kunjungan, keluarganya, dan orang-orang yang kontak dengannya.’’ Demikian bunyi pengumuman yang ditandatangani Kementerian Luar Negeri, Transportasi, dan Pariwisata itu Rabu (27/5) seperti dikutip Agence France-Presse. Para turis hanya harus menanggung biaya penerbangan pulang.

Siprus mendeklarasikan diri sebagai tujuan yang aman di tengah pandemi. Hanya ada 939 kasus dan 17 kematian akibat Covid-19 di negara tersebut. Sudah lama tidak ada penambahan kasus maupun korban meninggal. Mereka juga sudah mengetes 10 persen populasi penduduknya.

Untuk mendukung kebijakan penarikan turis, pemerintah telah menyiapkan 100 kamar hotel khusus untuk para turis yang terinfeksi. Mereka juga menyediakan 500 kamar di hotel karantina itu untuk keluarga dan orang yang kontak dengan turis yang positif. Selain itu, ada 112 kamar di ICU dan 200 respirator disediakan untuk mereka yang kritis. Bandara akan dibuka mulai 9 Juni, khusus untuk 13 negara dengan risiko penularan rendah. Di antaranya, Israel, Yunani, Jerman, Austria, dan Malta.

Sebagai salah satu negara dengan peradaban tertua di Mediterania, Siprus selama ini memang menjadi tujuan wisata turis. Pundi-pundi keuangan mereka berasal dari sektor pariwisata. Tahun lalu, mereka meraup EUR 2,68 miliar (Rp 43,47 triliun) dari sektor pariwisata. Begitu pandemi melanda, kedatangan terus terjun hingga 70 persen.

Nasib yang jauh berbeda justru dialami India. Ibaratnya, mereka sudah jatuh tertimpa tangga. India belum bisa mengendalikan penularan virus SARS-CoV-2. Sudah ada 158.897 orang yang tertular, dan 4.540 meninggal. Kemarin (28/5) ada tambahan 811 kasus baru.

Halaman:

BACA JUGA

Rabu, 24 Oktober 2012 08:56

Bimtek bagi Pendata NJOP

<div style="text-align: justify;"> <strong>SAMARINDA </strong>&ndash;…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Terverifikasi Dewan Pers