MANAGED BY:
SENIN
06 JULI
UTAMA | BALIKPAPAN | SAMARINDA | PRO BISNIS | KALTIM | OLAHRAGA | HIBURAN | LIFESTYLE | KALTARA

UTAMA

Jumat, 29 Mei 2020 14:13
Atasi di Hulu Cegah Banjir Besar
Konservasi Lahan Bendungan Benanga Prioritas Dilakukan
Waduk Benanga Samarinda yang diabadikan 22 Mei lalu setelah sebagian Samarinda diguyur hujan. Air keruh itu diduga dari lahan terbuka yang mengalir ke waduk. (BWS KALTIM)

PROKAL.CO,

Segudang penanganan banjir di Samarinda sebenarnya sudah tersaji. Dari penurapan bibir SKM, merelokasi warga di bantaran sungai, hingga peningkatan kualitas drainase untuk menopang aliran air. Namun, Samarinda masih saja berkutat pada masalah sama.

 

BALIKPAPAN–Banjir di Samarinda bukan hanya karena faktor cuaca ekstrem. Kerusakan lingkungan akibat pengupasan lahan juga punya peran. Termasuk belum tuntasnya masalah relokasi permukiman di bantaran Sungai Karang Mumus (SKM). Kepala Balai Wilayah Sungai (BWS) Kalimantan III Anang Muchlis menyebut, dari laporan yang diterimanya pada 22 Mei, curah hujan (CH) di wilayah hulu SKM di Samarinda Utara sangat tinggi. “Bahkan dari laporan, kondisi ini belum pernah terjadi sebelumnya,” kata Anang.

Menilik data Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Temindung, BWS Kalimantan III unit Hidrologi dan Kualitas Air mencatat karakteristik rerata hujan sejak 1978–2018. Rerata CH mengalami peningkatan sejak Maret–April–Mei. Kemudian turun di Juni dan terendah di Agustus. “Anehnya tahun ini Maret dan April justru tidak turun hujan. Malah Mei hujan deras,” katanya. Pada 22 Mei itu, Pampang mengalami curah hujan hingga 185,5 milimeter (mm) dan di Tanah Merah mencapai 165,3 mm.

Ini disebutnya cukup tinggi. Selain hujan di dua wilayah itu, hujan di enam wilayah lain juga meningkatkan jumlah debit air yang mengisi daerah aliran sungai (DAS) SKM. Antara lain Sei Siring dengan CH 109,4 mm, Lempake dengan CH 95 mm, Sempaja dengan CH 56,3 mm, Rawa Makmur dengan CH 95,8 mm, Rapak Dalam dengan CH 25,8 mm, dan Karang Paci dengan CH 61 mm. “Kondisi ini yang menjadi faktor utama terjadinya banjir di Samarinda tahun ini dan di 2019 lalu. Curah hujan dengan volume yang sama juga membuat Kota Tepian banjir pada Januari lalu,” jelasnya.

Selain curah hujan yang tinggi, faktor lain yang berperan dalam banjir di Samarinda adalah dangkalnya Waduk Benanga di Lempake. Didesain untuk bisa menampung 1,5 juta meter kubik air, bendungan yang mulai dibangun pada 1978 itu kini hanya mampu menampung kurang dari 500 ribu meter kubik air. “Itu data kami di 2016, tentu kondisi sedimentasinya semakin parah saat ini,” sebut Anang.

Halaman:

BACA JUGA

Rabu, 24 Juni 2020 20:44

Perempuan 48 Tahun di Paser Positif Corona Meninggal Dunia

SAMARINDA - Kasus meninggal dunia positif Corona (covid-19) di Kaltim…

Rabu, 24 Juni 2020 17:37

Kaltim Tertinggi di Kalimantan, Angka Pengangguran Meroket karena Corona

SAMARINDA- Akibat penyebaran virus corona (covid-19) di Kaltim, Dinas Tenaga…

Selasa, 23 Juni 2020 20:35

Kasus Covid-19 Tambah 9 di Balikpapan dan 3 di Berau, Total 447 di Kaltim

SAMARINDA - Kasus positif virus corona (covid-19) di Kalimantan Timur…

Selasa, 23 Juni 2020 13:05

Tiga Jam Tengah Malam Bersama Ketua DPRD Balikpapan Abdulloh

Minggu (21/6) malam, manajemen Kaltim Post ngobrol santai bersama Ketua…

Selasa, 23 Juni 2020 13:05

PDIP Ingatkan Peta Politik Bisa Berubah

DARI Balikpapan, sejauh ini ada dua figur yang mencuat ke…

Selasa, 23 Juni 2020 13:04

Ngos-ngosan Usung Kader Sendiri

SAMARINDA–Manuver Demokrat dan Golkar menyambut Pilkada Samarinda masih terbilang landai.…

Senin, 22 Juni 2020 13:19

Balita di Balikpapan Positif Covid-19

SEMENTARA itu, masih terlalu dini untuk menilai apakah penularan Covid-19…

Senin, 22 Juni 2020 13:17

Heri Yulianto, Sembuh dari Stroke setelah Rutin Bersepeda

Dia mengaku sebagai gila sepeda. Rela bercapek ria menempuh ratusan…

Senin, 22 Juni 2020 12:41

Pilwali Samarinda, PDIP Belum Tentukan Sikap, PAN Resmi Usung Barkati-Darlis

SAMARINDA–Duet Barkati dan Darlis Pattalongi yang sudah mengantongi restu DPP…

Senin, 22 Juni 2020 12:39

Sering “Kecolongan” Pendatang lewat Pelabuhan

BALIKPAPAN- Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Balikpapan masih mencari formulasi…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Terverifikasi Dewan Pers