MANAGED BY:
SELASA
14 JULI
UTAMA | BALIKPAPAN | SAMARINDA | PRO BISNIS | KALTIM | OLAHRAGA | HIBURAN | LIFESTYLE | KALTARA

PRO BISNIS

Jumat, 29 Mei 2020 13:53
Dunia Industri Sambut Baik Pemulihan Ekonomi

PROKAL.CO,

Beradaptasi dengan pandemi Covid-19 menjadi opsi pemerintah untuk menggerakkan kembali perekonomian. Para pelaku industri sepakat memulai lagi aktivitas produksi dengan tetap menerapkan protokol kesehatan. Namun, ujian terberat adalah menggairahkan kembali konsumsi masyarakat yang lemah karena terkikisnya daya beli.

Kementerian Perindustrian (Kemenperin) menyesuaikan sejumlah regulasi sebagai persiapan menjalani era new normal. Memastikan semua pelaku industri menjalankan protokol kesehatan secara ketat adalah pekerjaan yang tidak mudah. ”Penerapan physical distancing dan penyesuaian karyawan hingga 50 persen akan menjadi kewajiban bagi industri,” ujar Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita pada Rabu (27/5).

Agus mengakui, skema new normal akan sangat berpengaruh pada aspek produktivitas dan daya saing sektor manufaktur. Karena itu, Kemenperin juga melakukan penyesuaian target. Misalnya, pengurangan impor hingga 35 persen yang awalnya diproyeksi tercapai akhir 2021 menjadi mundur setahun kemudian.

Jika kenormalan baru berjalan sesuai skenario, Agus yakin angka pertumbuhan industri manufaktur pada triwulan II nanti bisa mencapai 2?2,7 persen asalkan pada triwulan II ini kasus positif Covid-19 melandai dan tidak ada second wave. ”Syarat lainnya adalah masyarakat produktif dan aktivitas perekonomian kembali pulih,” tegasnya.

Sebaliknya, apabila syarat-syarat pokok tersebut tidak terpenuhi, pertumbuhan sektor industri pada triwulan II bisa lebih rendah dari realisasi triwulan I 2020. ’’Kita belum tahu akan seperti apa. Namun, ketika pembatasan sudah mulai dikurangi, tentu akan secara bertahap kita bisa memperbaiki ekspektasi terhadap pertumbuhan sektor industri,’’ ungkapnya.

Wakil Ketua Umum Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) Shinta Widjaja Kamdani menegaskan bahwa potensi keberhasilan new normal untuk mengembalikan kinerja manufaktur sangat bergantung pada implementasi di lapangan. Menurut dia, lesunya ekonomi bukan hanya disebabkan adanya pembatasan aktivitas selama pandemi, tetapi juga kepercayaan pasar.

Halaman:

BACA JUGA

Jumat, 31 Januari 2020 11:47

Tambah Satu Crane, PT Pelindo IV Matangkan Rencana Pengembangan Semayang

PT Pelindo IV Balikpapan optimistis kinerja sepanjang tahun ini lebih…

Kamis, 30 Januari 2020 15:04

Jadi Favorit, Permintaan Kopi Terus Naik

SURABAYA– Permintaan kopi dalam negeri terus meningkat. Itu tidak terlepas…

Kamis, 30 Januari 2020 14:44

RUU Omnibus Law Optimistis Dongkrak Ekonomi Daerah

Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) kebijakan omnibus law bisa mendorong kinerja…

Kamis, 30 Januari 2020 14:44

Kunjungan Bisnis Terganggu Corona

SAMARINDA – Penyebaran wabah virus corona berpotensi menghambat pengusaha dalam…

Rabu, 29 Januari 2020 13:09

Krakatau Steel Restrukturisasi Utang

JAKARTA – PT Krakatau Steel Tbk berhasil merestrukturisasi utang senilai…

Rabu, 29 Januari 2020 12:07

Target Integrasikan Pelabuhan di Kaltim

BALIKPAPAN - PT Pelabuhan Indonesia (Pelindo) IV siap mendukung berjalannya…

Selasa, 28 Januari 2020 13:40

Garap Mobil Listrik Hyundai Inves USD 750 Juta

JAKARTA– Grab Indonesia bekerja sama dengan PT Hyundai Motor Indonesia…

Selasa, 28 Januari 2020 10:48

Bantu UMKM Perluas Pasar

SAMARINDA- Tak hanya mempermudah pelaku usaha mikro kecil dan menengah…

Selasa, 28 Januari 2020 10:42

Pertahankan Resep Warisan Mertua, Terbantu Marketplace

Menjaga konsistensi rasa masakan dan memuaskan pelanggan menjadi kunci sukses…

Senin, 27 Januari 2020 12:09
Menjaga Eksistensi Usaha ala Hadlan Feriyanto Munajat

Jangan Lupa Bahagia, Kombinasikan Hobi dengan Bisnis

Berbisnis tak melulu soal keuntungan. Tapi akan lebih memuaskan jika…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Terverifikasi Dewan Pers