MANAGED BY:
JUMAT
29 MEI
UTAMA | BALIKPAPAN | SAMARINDA | PRO BISNIS | KALTIM | OLAHRAGA | HIBURAN | LIFESTYLE | KALTARA

UTAMA

Jumat, 22 Mei 2020 14:54
Mal Baru Tutup saat Lebaran, Masuk Pusat Perbelanjaan Wajib Kenakan Masker
LUMAYAN RAMAI : Pusat perbelanjaan di Samarinda. Mal-mal baru tutup pada 24–26 Mei 2020. RAMA S

PROKAL.CO, BALIKPAPAN–Pusat perbelanjaan atau mal di Bumi Etam masih harus terus memutar otak mencari formula tepat agar mampu bertahan. Kinerja yang merosot belum bisa dibendung hingga kini.

Ketua Asosiasi Pengelola Pusat Perbelanjaan Indonesia (APPBI) Kaltim Aries Adriyanto mengatakan, saat ini mal-mal masih berjuang menemukan berbagai cara untuk mempertahankan operasional di tengah pandemi Covid-19. Tidak dapat dimungkiri seluruh mal mengalami penurunan omzet yang sangat drastis.

“Seluruh pengelola pusat perbelanjaan turut memutus rantai penyebaran Covid-19 dengan menerapkan jam operasional berbeda. Lalu hanya membuka tenant-tenant yang menjual keperluan pokok masyarakat, serta menerapkan take away/delivery order untuk tenant food & beverages,” ucapnya.

Dia menyampaikan, mulai Maret 2020 hingga kini kondisi pusat perbelanjaan sudah sangat memprihatinkan karena banyaknya tenant/penyewa yang menutup toko hingga masa yang belum ditentukan. “Tutupnya tenant menyebabkan mereka tidak dapat melaksanakan kewajiban administrasi keuangan terhadap pengelola pusat perbelanjaan,” bebernya.

Untuk tetap dapat survive di kondisi sulit seperti ini, lanjut dia, pengelola pusat perbelanjaan telah melakukan berbagai efisiensi baik dari sisi operasional maupun finansial.

Setelah permohonan penangguhan pembayaran dan penghapusan sementara energi minimum tidak disetujui oleh PLN Unit Induk Wilayah (UIW) Kaltimra. APPBI pun mengajukan pembayaran tagihan listrik dengan metode bertahap atau mencicil ke PLN. “Itu satu-satunya cara agar mal bisa bertahan pada masa sulit seperti ini,” bebernya.

Jumlah tenant/penyewa tutup saat ini mencapai 70 persen. Hal itu sangat berimbas pada pembayaran listrik oleh tenant ke pengelola pusat perbelanjaan dan dari pengelola pusat perbelanjaan ke PLN. Pengelola pusat perbelanjaan sangat kesulitan melakukan pembayaran tagihan listrik karena sistem pembayaran energi minimum masih berlaku. Sedangkan tagihan ke tenant hanya berdasarkan kWh terpakai di meteran.

“Segala upaya telah kami lakukan. Terakhir, kami dari sudah meminta bantuan pada Gubernur Kaltim Isran Noor untuk mengakomodasi audiensi dengan PLN Kaltimra dan beberapa instansi terkait agar mendapatkan jalan keluar terbaik,” sambung Aries.

APPBI Kaltim, ujar dia, sangat berharap, PLN memberikan kebijakan dan keringanan yang tentunya berimbas positif pada kestabilan perekonomian, khususnya Kaltim.

Dia menuturkan, sesuai arahan pemerintah, mal akan menutup seluruh pusat belanja di Balikpapan selama Idulfitri pada 24–26 Mei 2020. “Namun, untuk tenant yang menjual bahan pokok, makanan, obat-obatan, serta perlengkapan kesehatan tetap buka. Untuk unit usaha rumah makan atau kafe hanya diperkenankan melakukan operasional dengan mekanisme take away dan delivery order,” ujarnya.

Hal-hal tersebut di atas merupakan upaya pemutusan mata rantai penyebaran pandemi Covid-19 di Balikpapan, khususnya di pusat yang dikunjungi masyarakat dan menimbulkan kerumunan massa saat hari raya. “Bila terdapat pusat perbelanjaan yang buka. Sehingga menimbulkan kerumunan massa yang tidak bisa dikendalikan. Maka segera dilakukan penindakan tegas,” serunya.

BERTINDAK PERSUASIF

Menjelang Idulfitri, sejumlah warga di Samarinda mendatangi pusat perbelanjaan. Pantauan Kaltim Post sejak Senin (18/5) hingga kemarin pusat perbelanjaan dipadati pengunjung. Terlebih saat sore hari, keramaian bertambah. Meski wabah Covid-19 masih melanda, publik seakan tak masalah berdampingan dengan pandemi yang telah menelan jutaan nyawa.

General Manager BIGmall Samarinda Sendek A Prawinko menerangkan, meski lonjakan keramaian bertambah dan adanya tambahan satu jam operasional, pihaknya tak mengabaikan prosedur kesehatan. Pelanggan tak bisa berbelanja dengan seenaknya.

Sebelum masuk pusat perbelanjaan, harus melewati pemeriksaan terlebih dahulu. “Kami tetap lakukan pengetatan,” ucap Sendek. “Karena sifatnya wajib, serta di setiap pintu masuk pun petugas menjaga pengunjung untuk mencuci tangan terlebih dahulu dan dilakukan skrining pengecekan suhu badan,” sambungnya.

Pengunjung juga diwajibkan mengenakan masker. Jika tidak, pengunjung tak diperkenankan masuk, atau bisa membeli masker terlebih dahulu. “Ada tenant yang menjual masker di dekat pintu masuk,” katanya.

Tak hanya mengingatkan pengunjung, melihat kerumunan ramai, pihak manajemen menambah aturan pengetatan. Mal terbesar di Samarinda itu melakukan inspeksi mendadak (sidak) pengunjung serta tenant. Setiap tenant, toko, serta restoran disurati kembali melakukan pengetatan. “Kami surati seluruhnya (tenant, toko, dan restoran) agar tidak boleh banyak orang dalam satu meja,” tuturnya.

Sementara itu, Sekretaris Satgas Penanganan Covid-19 Samarinda Hendra AH menuturkan, pengawasan di pusat perbelanjaan tetap berjalan. Namun, bersifat persuasif. Tak ada larangan untuk beraktivitas. Masyarakat boleh berbelanja, asalkan berpatokan dengan imbauan social distancing dan mengenakan masker.

Sekretaris Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Samarinda itu menerangkan, satgas tak bisa bersifat represif. Hal itu akan pertentangan, karena belum ada keputusan yang menyatakan Kota Tepian dalam status pembatasan sosial berskala besar (PSBB). “Pihak mal juga sudah menerapkan pengetatan,” pungkasnya. (aji/*/dad/rom/k8)


BACA JUGA

Jumat, 29 Mei 2020 14:57

Wabah Terkendali, Gelar Jumatan di Masjid

JAKARTA–Warga di daerah yang masuk kategori hijau terkait Covid-19 wajib…

Jumat, 29 Mei 2020 14:17
Mulai Tahun Ajaran Baru Beda dengan Pembukaan Sekolah

Pemda Tak Bisa Buka Sekolah Secara Sepihak

JAKARTA– Usulan penundaan awal tahun ajaran baru 2020/2021 dipastikan tak…

Jumat, 29 Mei 2020 12:32

Kukar Surga Tambang Ilegal, Pengamat : Konsistensi Aparat Lemah

Persoalan lingkungan karena aktivitas tambang liar di sejumlah kecamatan di…

Kamis, 28 Mei 2020 16:35

Antusias Sambut Tatanan Baru setelah Pandemi

SAMARINDA–Rencana pemberlakuan tatanan baru atau new normal di sarana publik…

Kamis, 28 Mei 2020 16:31

Ratusan Pekerja Mal di Balikpapan Jalani Rapid Test

UNTUK kelima kalinya, Tim Gugus Tugas Covid-19 Balikpapan melaksanakan rapid…

Kamis, 28 Mei 2020 16:29

Masukan Obat ke Aliran Darah Pakai Robot

TIDAK lama lagi banyak penyakit bisa diobati oleh robot berukuran…

Kamis, 28 Mei 2020 16:29

Kasus Suap Proyek Jalan Nasional yang di-OTT KPK, Bawahan Dituntut 7 Tahun, Atasan 6 Tahun

SAMARINDA–Pembukuan kontraktor PT Haris Tata Tahta (HTT) menjadi bukti penting…

Kamis, 28 Mei 2020 15:01

Banyak Penumpang Belum Mengetahui Syarat Bepergian

JAKARTA– Lion Air Grup mengandangkan burung besinya selama hingga 31…

Kamis, 28 Mei 2020 13:43

Kapolsek Gunem Tabrak Nenek dan Cucu hingga Meninggal

Maut memang tak bisa diduga datangnya. Saat sedang bersantai di…

Kamis, 28 Mei 2020 13:39

Bukan Pengalaman Pertama Temukan Warga yang Tak Patuh

Profesi adalah tanggung jawab. Itulah yang ada di benak para…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Terverifikasi Dewan Pers