MANAGED BY:
JUMAT
29 MEI
UTAMA | BALIKPAPAN | SAMARINDA | PRO BISNIS | KALTIM | OLAHRAGA | HIBURAN | LIFESTYLE | KALTARA

UTAMA

Jumat, 22 Mei 2020 14:50
Maaf..!! Lebaran Tahun Ini Tak Terima Tamu

PROKAL.CO, Pandemi corona membuat tradisi Lebaran tahun ini berbeda. Kebiasaan saling mengunjungi, berjabat tangan, makan bareng, sementara ditahan dulu. Menggantinya dengan silaturahmi virtual .

 

TIGA tahun terakhir, Swandari Paramita beserta suami dan dua anaknya pasti mudik ke Jawa Timur. Silaturahmi mengunjungi sanak saudara. Keliling Surabaya, Gresik, Malang, hingga Blitar. Namun, Lebaran kali ini, rumah adalah tempat paling aman. Semenjak pemerintah mengumumkan kasus pertama terkonfirmasi Covid-19 pada 2 Maret lalu, semua kegiatan Swandari dilakukan dengan work from home (WFH). Termasuk Lebaran aman di rumah saja.

Menurutnya, momen silaturahmi Lebaran tahun ini tetap bisa berjalan. Tradisi bermaaf-maafan, sungkeman ataupun berjabat tangan, memanfaatkan kecanggihan teknologi. Silaturahmi virtual itu dengan menggunakan aplikasi percakapan di gawai atau media sosial. Sebelum rutin mudik tiap tahun, Swandari mengakui tak melakukan open house. Justru keluarganya yang melakukan kunjungan ke rumah-rumah. Tidak pula terlalu menyiapkan hidangan khusus bagi tamu.

“Karena saya kan dosen, cutinya panjang. Sedangkan suami cutinya terbatas, mengikuti cuti besar PNS. Makanya sayang kalau dapat liburan setahun sekali dan enggak untuk silaturahmi keluarga besar. Dimanfaatkan untuk mudik,” terang dosen di Fakultas Kedokteran (FK) Unmul tersebut.

Dijelaskan, latar belakang Swandari dan suami adalah dokter. Maka memandang Lebaran seperti kebiasaan saat studi dulu. Di mana harus tetap jaga di rumah sakit apapun momennya. Hal itulah yang membuat keluarganya tak memiliki tradisi khusus selain mudik.

Jadi, ketika jadwal libur, sama dengan seluruh anggota keluarga, dimanfaatkan dengan mudik. Swandari memaknai Lebaran sebagai ajang kumpul keluarga. “Karena kalau mendekati Lebaran, yang dipikirin adalah nyari tiket. Makanya ketika Covid-19 ini, ya benar-benar mengikuti anjuran pemerintah untuk tak mudik. Termasuk tetap di rumah saja dan benar-benar physical distancing,” imbuhnya. Sebagai tenaga kesehatan, dia mengatakan, harus respect dengan teman-teman sejawat dan perawat.

“Apalagi ada tagar #IndonesiaTerserah oleh beberapa teman sejawat, itu bisa saya pahami perasaan mereka. Makanya memang benar-benar harus di rumah saja,” ungkapnya. Selama WFH, dia menyebut, Ramadan kali ini paling produktif. Menjadi narasumber berbagai webinar, menulis jurnal hingga joint research dengan RSUD AWS Samarinda. Merekap seluruh data pasien terkonfirmasi Covid-19 sejak awal dirawat hingga sekarang.

“Makanya dalam seminggu biasanya ada muncul sekali ke rumah sakit, tentu saja dengan APD lengkap,” ujar Swandari. Dia dan suami sama-sama bekerja di bidang kesehatan. Mereka pun cukup tegas dengan toleransi kegiatan di luar rumah. Seperlunya dan memang penting. Beruntung kedua anaknya sudah memahami kondisi. Sehingga berkegiatan dan Lebaran di rumah pun tak jadi masalah.

 

Hindari Kerumunan, Atur Waktu Silaturahmi

 

Aneka baso seafood untuk suki sudah tertata rapi di meja. Begitu juga daging dan sosis untuk grill. Berbagai macam olahan pempek dan sup buah pun tampil begitu menggoda. Namun, itu pemandangan hidangan Lebaran tahun lalu di rumah Yulia Wahyuningrum. Tahun ini, dia sama sekali tidak menggelar open house. “Sudah empat tahun terakhir pasti open house. Selalu ramai dari pagi sampai malam. Banyak kolega dan klien berdatangan. Tahun ini memang harus prihatin, tetap aman di rumah saja,” jelas perempuan yang berprofesi sebagai psikolog klinis tersebut.

Meski begitu, Yulia mengaku tetap menyiapkan hidangan Lebaran. Termasuk membuat kue kering bersama keluarga, agar nuansa Idulfitri tetap ada. Sajian khas keluarga seperti opor ayam pun tetap dibuat, namun tidak dalam porsi banyak. Tidak adanya open house juga dimaklumi. Dijelaskan Yulia, beberapa rekan pun sudah menyampaikan jika tidak bisa datang. Dia justru membenarkan. Sebab, kondisi memang sedang tidak baik-baik saja. Lebih baik mencegah.

Meski tidak menerima kunjungan tamu, dia tetap menyiapkan sajian lebaran untuk karyawannya. “Seperti memesan kue tart, puding, dan pempek untuk hari kelima nanti. Untuk staf yang kembali bekerja karena tidak bisa ke rumah,” ujar ibu dua anak itu. Tahun sebelumnya, selepas salat Id, dia pasti mengunjungi rumah mertua. Di sanalah semua keluarga berkumpul. Dari pagi sampai malam. Kali ini, kebiasaan itu tetap dilakukan. Namun dibeberkan Yulia jika waktunya singkat saja. “Tetap silaturahmi, tapi agar tidak terlalu ramai, kami pergi agak siang. Menghindari pertemuan banyak orang,” ungkapnya.

Beruntungnya, membeli baju baru bukan kebiasaan keluarga mereka. Namun biasanya, Yulia menyiapkan untuk mertua serta keponakan. Tahun ini, urung dia lakukan. Kedua anaknya pun mafhum. Sadar dengan kondisi di tengah pandemi. Termasuk dirinya yang harus cerdas membelanjakan uang sesuai kebutuhan. Sudah dua bulan #dirumahaja, Yulia selalu memberikan pemahaman kepada anaknya. Termasuk kondisi merayakan hari kemenangan lebih aman di rumah, tidak bepergian. Meski begitu, dia berharap bisa melaksanakan salat Id berjamaah.

“Ada ngobrol sama suami, karena kan selama ini tarawih di rumah. Enggak apa-apa kali ya salat Id di lapangan? Dan tentu saja dengan standar protap kesehatan yang dianjurkan. Membawa masker, tidak salaman, bawa sajadah sendiri,” harap Yulia. Mendengar ceramah dan berjamaah adalah yang paling dia rindukan.

 

Khusus Keluarga Saja

 

Tidak ada tradisi mudik karena keluarga besar di Samarinda semua. Namun setiap Idulfitri, Listy Lesmana pasti bergiliran mengunjungi seluruh keluarga. Dia adalah bungsu dari 11 bersaudara. Sehingga setiap tahun selalu ada jadwal bergiliran open house. Tahun ini, dia mendapat giliran Lebaran ketiga. “Kalau tahun lalu open house full seharian untuk seluruh keluarga, rekan, teman arisan, sampai temannya anak-anak. Kali ini khusus keluarga besar saja,” imbuh ibu empat anak tersebut.

Selain itu, dia menyediakan wastafel dan sabun cuci tangan di depan rumah. Meski di tengah pandemi, dia tak ingin putus silaturahmi. “Sampai beberapa hari lalu kakak ngomong, jangan sampai ada yang demam ya, sehat semua,” ungkapnya kemudian tertawa. Menjalani nuansa Lebaran berbeda, membuat Listy juga tak bisa apa-apa. Beberapa temannya meminta agar dia open house. “Jadi ada teman yang kirim parsel, terus minta supaya open house. Nanti kalau aku bolehin, takutnya ada cemburu sama temen lain yang enggak diundang. Jadi makanya khusus keluarga saja,” tegasnya.

Setiap tahun, dia juga biasanya menyewa fotografer. Mengabadikan setiap momen kebersamaan. Namun kali ini tidak. Pesanan katering untuk sajian Lebaran pun dia pesan dengan porsi sedikit. Hidangan yang pasti ada di rumah mereka adalah rendang. Jika sebelumnya memesan menu lengkap, kali ini menyesuaikan kebutuhan. Imbauan untuk ibadah di rumah pun dilakukan. “Ya pengin salat di masjid, tapi ya bagaimana. Takut juga karena kan virusnya enggak kelihatan,” kata Listy.

Seperti tradisi Lebaran pada umumnya dengan pakaian baru, keluarga mereka sudah membeli sejak Februari lalu. “Jadi waktu itu ke Balikpapan dan lihat ternyata bajunya cocok untuk dipakai Lebaran. Jadi itu yang dipakai nanti,” jelasnya. Dari seluruh anaknya, si sulung yang cukup protektif. Sangat menjaga agar tidak keluar rumah selain hal penting saja. “Anak saya yang paling kecil 4 tahun, itu juga sudah paham kalau sedang tidak aman main di luar rumah. Ya sedih Lebaran enggak kumpul sama teman-teman, tapi itu yang terbaik, saya juga takut soalnya,” paparnya. Meski begitu, Listy tetap bersyukur. Dapat berkumpul dengan keluarga saja sudah cukup baginya. Terpenting, dia berharap seluruh anggota keluarga sehat semua. (rdm/riz/k16)


BACA JUGA

Jumat, 29 Mei 2020 14:57

Wabah Terkendali, Gelar Jumatan di Masjid

JAKARTA–Warga di daerah yang masuk kategori hijau terkait Covid-19 wajib…

Jumat, 29 Mei 2020 14:17
Mulai Tahun Ajaran Baru Beda dengan Pembukaan Sekolah

Pemda Tak Bisa Buka Sekolah Secara Sepihak

JAKARTA– Usulan penundaan awal tahun ajaran baru 2020/2021 dipastikan tak…

Jumat, 29 Mei 2020 12:32

Kukar Surga Tambang Ilegal, Pengamat : Konsistensi Aparat Lemah

Persoalan lingkungan karena aktivitas tambang liar di sejumlah kecamatan di…

Kamis, 28 Mei 2020 16:35

Antusias Sambut Tatanan Baru setelah Pandemi

SAMARINDA–Rencana pemberlakuan tatanan baru atau new normal di sarana publik…

Kamis, 28 Mei 2020 16:31

Ratusan Pekerja Mal di Balikpapan Jalani Rapid Test

UNTUK kelima kalinya, Tim Gugus Tugas Covid-19 Balikpapan melaksanakan rapid…

Kamis, 28 Mei 2020 16:29

Masukan Obat ke Aliran Darah Pakai Robot

TIDAK lama lagi banyak penyakit bisa diobati oleh robot berukuran…

Kamis, 28 Mei 2020 16:29

Kasus Suap Proyek Jalan Nasional yang di-OTT KPK, Bawahan Dituntut 7 Tahun, Atasan 6 Tahun

SAMARINDA–Pembukuan kontraktor PT Haris Tata Tahta (HTT) menjadi bukti penting…

Kamis, 28 Mei 2020 15:01

Banyak Penumpang Belum Mengetahui Syarat Bepergian

JAKARTA– Lion Air Grup mengandangkan burung besinya selama hingga 31…

Kamis, 28 Mei 2020 13:43

Kapolsek Gunem Tabrak Nenek dan Cucu hingga Meninggal

Maut memang tak bisa diduga datangnya. Saat sedang bersantai di…

Kamis, 28 Mei 2020 13:39

Bukan Pengalaman Pertama Temukan Warga yang Tak Patuh

Profesi adalah tanggung jawab. Itulah yang ada di benak para…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Terverifikasi Dewan Pers