MANAGED BY:
JUMAT
05 JUNI
UTAMA | BALIKPAPAN | SAMARINDA | PRO BISNIS | KALTIM | OLAHRAGA | HIBURAN | LIFESTYLE | KALTARA

UTAMA

Jumat, 22 Mei 2020 13:44
Satu Pasien Positif Bisa Tulari Tiga Orang Sehat
Rekor Tertinggi Penambahan Kasus Covid-19, Jatim Kontributor Utama
MENUNGGU BERANGKAT: Calon penumpang kapal jurusan Semarang mengantri masuk di Terminal Penumpang Pelabuhan Dwikora,Kamis(21/5). HARYADI/PONTIANAKPOST

PROKAL.CO, JAKARTA – Provinsi Jawa Timur menyumbangkan 502 orang pasien positif baru terhadap angka pertumbuhan kasus positif infeksi Covid-19 nasional. Dengan kontribusi ini, jumlah kasus positif Indonesia kembali memecahkan rekor dengan pertambahan 973 orang dengan jumlah total 20.162 orang.

Juru Bicara Pemerintah untuk Penanganan COVID-19, Achmad Yurianto mengatakan bahwa peningkatan kasus terkonfirmasi positif COVID-19 pada Kamis (21/5) adalah yang tertinggi selama dua bulan terakhir.

Berdasarkan data yang dikantongi Gugus Tugas, wilayah yang mengalami peningkatan kasus positif terbanyak adalah Provinsi Jawa Timur dengan penambahan sebanyak 502 orang, sehingga totalnya menjadi 2.998.

Setelah Jawa Timur, menyusul penyumbang terbanyak adalah Jawa Barat dengan pertambahan 86 orang, serta DKI Jakarta 65 orang. "Peningkatan ini luar biasa dan peningkatan inilah yang tertinggi. Peningkatan tertinggi ini ada di Jawa Timur khususnya,” kata Yuri kemarin (21/5)

Menurut Yuri, adanya peningkatan tersebut disebabkan karena banyaknya kelompok rentan yang tertular dari orang yang membawa virus corona jenis baru. Sementara itu, hingga hari ini belum dapat diketahui siapa saja orang-orang pembawa atau carrier virus ini, sebab banyak orang yang positif namun tanpa gejala atau tidak terlihat sakit.

Yuri menjelaskan semua pihak harus kembali kepada hal yang mendasar bahwa kasus baru ini muncul akibat adanya kelompok rentan yang tertular orang lain yang membawa penyakit ini. ”Sementara yang kita lihat siapa yang membawa penyakit ini susah untuk bisa kita dapatkan,” jelas Yuri.

Oleh sebab itu, menjalankan protokol kesehatan menjadi hal terpenting yang harus dilakukan seperti mencuci tangan dengan air yang mengalir, memakai masker, jaga jarak, hindari berkerumunan dan tetap di rumah.

Berdasarkan data yang diterima Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19, lima provinsi dengan angka kasus positif terbanyak adalah Provinsi DKI Jakarta ada kasus 6.301 disusul Jawa Timur sebanyak 2.998 Jawa Barat 1.962, Jawa Tengah 1.217, Sulawesi Selatan 1.135 dan wilayah lain di Indonesia sehingga total mencapai 20.162 orang.

Selain kasus terkonfimasi positif, Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19 juga mencatat jumlah pasien sembuh menjadi 4.838 setelah bertambah 263 orang dan kasus meninggal menjadi 1.278 dengan pertambahan 36 orang.

Menanggapi banyaknya peningkatan kasus, PB IDI menyatankan agar tetap menertibkan PSBB. Humas PB IDI dr Abdul Halik Malik menuturkan, banyaknya kasus yang terus bertambah maka dianjurkan saat lebaran kali ini silaturahmi dilakukan secara online. ”Apalagi disinyalir banyak Orang Tanpa Gejala (OTG),”ungkapnya.

Untuk itu PB IDI meminta agar pemerintah tidak melonggarkan PSBB. Menurutnya, monitoring dan evaluasi penanganan corona secara nasional dan perwilayah harus dibedakan. Sehingga fokus intervensi kebijakan yang diberikan akan lebih spesifik berdasarkan evaluasi dan berbasis data yang akurat dan terpercaya. ”Sekali lagi strategi utama memutus rantai penularan wabah corona disamping deteksi kasus yang cepat adalah pengaturan mobilitas penduduk sehingga yang sehat tidak bertemu dengan yang sakit,” tuturnya.

Malik menyatakan bahwa tidak mungkin sekonyong-konyong kita bisa berdamai dengan virus corona. Yang ada adalah bagaimana setiap orang mempersiapkan diri untuk perang panjang melawan covid-19. ”Saat ini semua pihak harus menghormati PSBB yang ada dan menjalankan protokol kesehatan,” ungkapnya.

PSBB bisa diandalkan untuk melandaikan kurva pandemi sehingga beban layanan kesehatan tidak terlalu tinggi. ”Dari sisi tenaga medis yang bisa dijadikan sebagai tolok ukur keberhasilan adalah kesiapan sistem pelayanan kesehatan setempat,” kata Malik.

Indonesia harus berupaya lebih keras bila ingin segera memulai kehidupan normal yang baru. Sebab, saat ini potensi penularan Covid-19 di Indonesia masih tergolong tinggi. Itu terlihat dari skala yang menunjukkan tinggi rendahnya penularan penyakit tersebut di sebuah negara atau wilayah, di mana skala Indoensia masih tinggi.

Indonesia dan juga negara-negara lain menggunakan sebuah standar yang disebut dengan basic reproductive number, atau yang diistilahkan dengan R0 atau R-naught. Itu adalah sebuah angka yang menunjukkan kemampuan penularan sebuah virus, bakteri, atau penyakit dari seseorang ke orang lainnya.

Sebagai gambaran, campak memiliki angka R0 antara 12-18. Artinya, seseorang berpenyakit campak bisa menulari 12-18 orang secara langsung dengan medium aerosol. Ada pula batuk rejan atau pertusis yang R0-nya 5,5. Sementara flu spanyol 100 tahun lalu R0-nya antara 1,4-2,8.

Untuk Covid-19, WHO merekam R0-nya antara 1,9-5,7. ’’Untuk Indonesia hari ini diperkirakan 2,6 persisnya,’’ terang kepala Bappenas Suharso Monoarfa. Artinya, saat ini satu penderita bisa menulari rata-rata 2-3 orang. Untuk bisa menuju new normal pekerjaan rumah Indonesia adalah menurunkan angka R0 menjadi di bawah 1. Artinya hampir tidak ada penularan.

Penularan Covid-19 bersifat eksponensial. Dengan angka R0 2,6, satu orang menulari tiga orang. lalu 3 orang akan menulari 9 lainnya. ke-9 orang tersebut berpotensi menulari hingga 27 orang baru. Bila 1 dari 3 orang pertama yang ditulari bisa diisolasi, potensi penularan hingga 12 orang bisa dihindari.

Untuk meminimalisir potensi penularan, tidak mungkin mengandalkan vaksin yang sampai saat ini belum tersedia. ’’Ini hanya dapat dimodifikasi melalui satu intervensi sosial yang bentuknya antara lain yang kita lakukan seperti PSBB,’’ lanjut Suharso. Termasuk di dalamnya kebijakan tetap di rumah, jaga jarak, cuci tangan, dan mengenakan masker.

Tolok ukur R0 bisa turun adalah dengan melihatnya sepanjang kurun waktu tertentu atau disebut RT. Umumnya RT diukur selama 14 hari. Bila selama 14 hari itu angka R0-nya di bawah 1, maka daerah tersebut dinyatakan siap untuk mulai pelonggaran PSBB. Kondisi terbaik ada di DKI Jakarta dan wilayah di sekitarnya.

Prinsip utama yang harus diperhatikan adalah pandangan bahwa virus tidak akan hilang sebelum vaksin ditemukan. ’’Menurunnya R0 tadi itu bukan berarti virusnya hilang. Tetapi virusnya bisa kita kendalikan,’’ tutur politikus PPP itu. Sehingga daya tularnya tidak lagi 2,6, melainkan di bawah 1. Pemerintah akan mulai menghitung ulang R0 di seluruh wilayah.

Selain menggunakan standar R0, Indonesia juga menggunakan indicator sistem kesehatan. Yakni seberapa tinggi kapasitas sistem kesehatan bisa merespons layanan rawat covid-19. Tolok ukurnya, angka penularan harus di bawah 60 persen kemampuan layanan kesehatan. Misalnya sebuah daerah memiliki 10 ribu bed untuk Covid-19, maka jumlah pasien baru dalam kurun waktu tertentu harus di bawah 6.000.

Indiokator berikutnya yang digunakan adalah surveillance atau kemampuan tes. Saat ini, kemampuan tes Indonesia masih salah satu yang terendah di dunia. Hanya sekitar 743 per 1 juta warga. Saat ini, pemerintah terus berupaya agar pengetesan masal lebih banyak. Targetnya 10-12 ribu orang perhari. Harapannya, dalam 1 bulan ke depan kemampuan tes menjadi 1.838 per 1 juta penduduk.

Itu pun masih lebih rendah dibandingkan negara-negara tetangga. Malaysia kapasitasnya 14.304 per 1 juta penduduk, kemudian Filipina 2.238, Vietnam 2.828, dan Thailand lebih tinggi lagi yakni 4.099 per 1 juta penduduk. Tiga indikator itu yang akan digunakan pemerintah untuk menentukan apakah sebuah daerah sudah siap untuk menuju new normal. Sejauh ini, DKI Jakarta masih yang terbaik dalam hal kapasitas uji. Disusul Jabar, Jatim, dan Jateng.

Karena itu, dia berharap masyarakat mau bergotong royong untuk menekan angka penularan. Kuncinya ada pada partisipasi publik. Bila R0 sudah semakin turun, artinya masyarakat sudah siap hidup berdampingan dengan Covid-19. ’’Sehingga kita bisa kembali dengan kehidupan yang produktif,’’ ucapnya.

Bappenas sedang menyiapkan dashboard untuk memantau semua daerah. Untuk R0 misalnya, akan bisa dilihat apakah sebuah daerah R0-nya sudah di bawah 1, mendekati 1, atau masih jauh dari 1. Kalaupun sudah di bawah 1, akan dilihat apakah sudah berlangsung selama 14 hari. Karena standar minimum WHO untuk R0 adalah 14 hari.

Suharso mengklaim sistem pendataan itu sudah didukung oleh para ahli biostatistik dan epidemologi dari berbagai universitas dan sejumlah diaspora Indonesia yang menjadi ahli di sejumlah negara. ’’Kita menghitung sedemikian rupa yang bisa dipakai sebagai acuan,’’ tambahnya. (byu/tau/lyn)


BACA JUGA

Kamis, 04 Juni 2020 15:48

Dana Haji Tidak Boleh Dialihfungsikan, Uang Pelunasan Tak Ditarik, Bakal Dikelola BPKH

JAKARTA – Pengelolaan dana haji menjadi isu sensitif setelah Kementerian…

Kamis, 04 Juni 2020 15:29

Ibadah Haji Batal, Travel Minta Kepastian

BALIKPAPAN-Dibatalkannya pemberangkatan haji tahun ini membuat efek terhadap agen perjalanan…

Kamis, 04 Juni 2020 15:28

Rumah Ibadah Kesulitan Sediakan Pemindai Suhu Tubuh

BALIKPAPAN–Belum semua masjid di Kota Minyak mengajukan pengurusan izin pembukaan…

Kamis, 04 Juni 2020 15:28

Begini Pengalaman Warga Kaltim Bepergian via Udara di Tengah Pandemi

Edaran Wali Kota Balikpapan untuk calon penumpang pesawat tujuan Balikpapan…

Kamis, 04 Juni 2020 15:27

Uji Bebas Covid-19

Oleh : Erwin D Nugroho   SAYA akhirnya naik pesawat…

Kamis, 04 Juni 2020 15:26

Minim Sosialisasi, Pemkot Melunak..!! Tanpa Hasil Swab Test Masih Dibolehkan Masuk di Bandara Sepinggan

BALIKPAPAN–Kebijakan yang dinilai mendadak membuat Pemkot Balikpapan melonggarkan aturan wajib…

Kamis, 04 Juni 2020 15:25

Delapan Positif Corona di Fase Relaksasi

INI menjadi warning bagi masyarakat maupun pemerintah yang memulai relaksasi…

Kamis, 04 Juni 2020 11:24

Ayo Isi Saldo Kartu Akses Tol, karena Tol Balikpapan-Samarinda Tidak Gratis Lagi

SAMARINDA - Manager Area Jasa Marga Tollroad Operation ( JMTO…

Kamis, 04 Juni 2020 11:17

Tarif Tol Balikpapan-Samarinda Ditetapkan, Mulai Diberlakukan Kapan..??

SAMARINDA - Sesuai keputusan Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat…

Kamis, 04 Juni 2020 08:55

Tarif Tol Balikpapan-Samarinda Resmi Keluar, Segini Besarannya....

SAMARINDA - Ditunggu sekian lama, besaran tarif jalan tol Balikpapan…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Terverifikasi Dewan Pers