MANAGED BY:
JUMAT
29 MEI
UTAMA | BALIKPAPAN | SAMARINDA | PRO BISNIS | KALTIM | OLAHRAGA | HIBURAN | LIFESTYLE | KALTARA

SAMARINDA

Kamis, 21 Mei 2020 15:28
ADA APA GARANG..? Perincian Dana Penanganan Corona Tak Dibeberkan, Pejabat Pemkot Saling Lempar

Penjelasan Masalah Dana Penanganan Corona

Rapid test yang dilaksanakan di Samarinda. Anggaran penanganan Covid-19 yang katanya berasal dari SiLPA APBD masih tak transparan.

PROKAL.CO, Anggaran penggunaan Covid-19 yang bersumber dari dana sisa lebih pembiayaan anggaran (SiLPA) terus menjadi tanda tanya. Terbagi dalam tiga bagian, yakni Rp 290 miliar untuk penanganan bidang kesehatan, Rp 43 miliar untuk jaring pengaman sosial, serta Rp 16 miliar lainnya penanganan dampak ekonomi.

 

SAMARINDA–Jumlah anggaran yang terbilang besar dituntut pihak legislatif untuk transparan. Rabu (20/5), harian ini mencari kejelasan perincian dana ke Sekretaris Kota (Sekkot) Samarinda Sugeng Chairuddin. Bermaksud menjelaskan perincian alokasi dana terbesar dari anggaran penanganan bidang kesehatan.

Mematok Rp 290,7 miliar untuk penanganan bidang kesehatan, Sugeng tak menerangkan secara detail. Sama seperti sebelumnya ketika ditanya soal proyek pembangunan perpustakaan kota yang masih berjalan. Sugeng kembali menyarankan untuk meminta perinciannya ke organisasi perangkat daerah (OPD) terkait, yakni Dinas Kesehatan (Diskes). "Bisa ke Dinas Kesehatan, beliau secara teknis yang tahu," balas Sugeng melalui pesan singkatnya.

Besaran jumlah alokasi dana yang terbagi dalam tiga bagian, lanjut dia, memang diberikan kewenangan ke masing-masing OPD terkait. Sehingga, perincian anggaran dan penggunaannya merupakan kewenangan masing-masing OPD. "Itu (dana) berdasarkan usulan mereka (OPD terkait)," sambungnya.

Sementara itu, Plt Kepala Diskes Samarinda Ismed Kusasi menerangkan, dari Rp 290,7 miliar, telah dipergunakan Rp 5,5 miliar. Termasuk untuk pembagian dana intensif tenaga medis penanganan Covid-19. "Pembagian insentif tenaga medis sudah dibagikan semua sejak minggu lalu, untuk IA Moeis hari ini (kemarin)," jelasnya.

Pembagian meliputi tenaga medis di Rumah Sakit IA Moeis dan UPTD Balai Pelatihan Kesehatan (Bapelkes) Samarinda yang di bawah kewenangan Diskes Samarinda. Namun, ditanya perincian, Ismed tak menjelaskan. "Saya di luar, enggak hafal. Tanyakan ke Sekkot (Sugeng) langsung ya," ucap Ismed menyarankan kembali menanyakan perincian. "Yang jelas Rp 290 miliar itu buat kesehatan, kalau terjadi outbreak, tapi saya pastikan sudah melewati masa puncak Covid-19," jelasnya.

Menanggapi saling lempar penjelasan, Ketua DPRD Samarinda Siswadi merasa bingung dan mempertanyakan perincian penggunaan dana penanganan Covid-19. Bahkan, hingga saat ini, pansus yang telah dibentuk DPRD Samarinda belum mendapat perincian dari Pemkot Samarinda. "Antara internal mereka saja lempar-lemparan, apalagi sama kami. Makanya mereka enggak berani menjelaskan. Lihat nanti, kami tetap monitoring," ungkap Siswadi.

Siswadi menilai, Pemkot Samarinda tak ada transparansi dana. Bahkan terkesan tertutup. Sehingga, antar-OPD terkait saling melempar penjelasan ketika ditanya anggaran penanganan corona. Sekkot yang juga saat ini menjabat sebagai Plt BPBD Samarinda dinilai tak maksimal menjalankan tugasnya.

"Jadi Sekkot itu bingung. Enggak berani ketemu DPRD, mungkin dari segi data dan transparansi belum siap," tambahnya.

Meski dana penanganan terbagi dalam tiga bagian, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Samarinda harus tetap menjadi leading sector. Jika tugas tersebut berjalan dengan baik, maka tak ada lagi saling melempar penjelasan antara pemkot dan OPD terkait. "Job description dia (Sugeng) belum berjalan, jadi ya saling lempar tanggung jawab, coba lihat di pusat, kan memang harusnya begitu," tegas Siswadi. "Korbannya ya masyarakat, harusnya bantuan dapat berjalan sebelum Lebaran," sambungnya.

Ditanya soal pemanggilan Sekkot yang diajukan DPRD Samarinda, Siswadi malah mempertanyakan kesiapan Sugeng. Pihaknya tetap menunggu kesiapan dari Sekkot. "Ya kami masih tunggu, kalau lewat media sosial ada keterbatasan. Harusnya ditanyakan kenapa hanya lewat media sosial," kuncinya. (*/dad/dra/k8)


BACA JUGA

Selasa, 04 Februari 2020 12:04

Kritik Kota lewat Lirik Rap, Wajah Samarinda dari Lagu “Samar Indah"

Hanya di Samarinda kita bisa hidup sama rendah Nikmati tepian…

Selasa, 04 Februari 2020 12:03

Berkas Pasar Baqa Dilimpah, Rabu, Sidang Perdana

SAMARINDA-Berkas dugaan korupsi tiga tersangka Pasar Baqa sudah digulirkan Korps…

Selasa, 04 Februari 2020 12:01

Terima Paket Ganja 2,5 Kilo, Mahasiswi Ini Mengaku Cuma Diupah Rp 300 Ribu

SAMARINDA - Tersangka inisial IT yang menerima paket 2,5 kilogram…

Selasa, 04 Februari 2020 12:00

Merasa Dipalak Ketika Berkendara di Samarinda? Dua Pria Ini Mungkin Pelakunya

SAMARINDA - Tim Macan Borneo Satreskrim Polres Samarinda akhirnya meringkus…

Selasa, 04 Februari 2020 11:59

Hanya Sakit Demam, RS AWS Bantah Merawat 1 Pasien Terkena Corona Virus

SAMARINDA - Rumah Sakit AW Sjahranie (RS AWS) Samarinda membantah…

Sabtu, 01 Februari 2020 11:48

Pengedar Sabu Berbahan Tawas Ditangkap

SAMARINDA-Banyaknya pemakai narkoba jenis sabu rupanya menjadi peluang bagi Kene…

Sabtu, 01 Februari 2020 11:10

Begini Kondisi Terakhir Sopir Truk yang Sebabkan 4 Nyawa Melayang di Gunung Manggah Itu...

SAMARINDA- Unit Kecelakaan Lalu Lintas (Lakalantas) Polresta Samarinda, pada Kamis…

Sabtu, 01 Februari 2020 09:05

Jalin Kerjasama dengan Rumah Sakit, Poltekkes “Nyebrang” ke Malaysia

SAMARINDA-Terus melebarkan sayap, kini Politeknik Kesehatan (Poltekkes) Kementerian Kesehatan (Kemenkes)…

Jumat, 31 Januari 2020 23:46

Samarinda Masih Kekurangan Pengajar

Di Samarinda, ada sekitar 2 ribu guru honorer. Mereka tengah…

Jumat, 31 Januari 2020 23:45

Perlu Waktu Realisasikan DOB Samarinda Seberang

SAMARINDA–Usul menjadikan Samarinda Seberang, Palaran, dan Loa Janan Ilir sebagai…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Terverifikasi Dewan Pers