MANAGED BY:
SABTU
23 JANUARI
UTAMA | BALIKPAPAN | SAMARINDA | PRO BISNIS | KALTIM | OLAHRAGA | HIBURAN | LIFESTYLE | KALTARA

PRO BISNIS

Kamis, 21 Mei 2020 12:57
Identifikasi Kendala Industri untuk Modal Recovery
Agus Gumiwang Kartasasmita

PROKAL.CO,

JAKARTA- Pemerintah terus berupaya mengidentifikasi permasalahan-permasalahan yang dihadapi dunia industri di tengah pandemi Korona. Kementerian Perindustrian menyebutkan dua kendala utama yang dihadapi sektor industri, yakni adalah persoalan arus kas dan kebutuhan modal kerja. Kemenperin berharap dengan mengetahui kendala industri, kebijakan yang diambil untuk upaya recovery bisa lebih tepat.

Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita menjelaskan terkait dengan dua kendala di atas, pertama mengenai kendala arus kas adalah memberikan fasilitasi restrukturisasi kredit. ”Hampir semua perusahaan perlu dapat restrukturisasi kredit, bukan hanya sektor UMKM," ujar Agus, (20/5).

Sementara, lanjut Agus, modal kerja sangat dibutuhkan memulai kembali aktivitas industri saat kondisi kembali normal dan bisa beraktivitas seperti semula. Untuk itu, perlu upaya mendorong investasi dan rangsangan untuk memacu pasar ekspor dan pemenuhan bahan baku. ”Guna menghadapi tantangan ini, Kementerian Perindustrian tidak bisa sendirian. Kami akan arahkan juga kementerian lain untuk satu perahu dengan kita agar sektor industri bisa rebound,” tambahnya.

Menperin menyampaikan bahwa pihaknya optimistis Purchasing Managers Index (PMI) manufaktur Indonesia akan kembali meningkat saat industri manufaktur nasional kembali beroperasi. Menurut Agus, dalam waktu tiga bulan setelah Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) berakhir, Kemenperin membidik PMI manufaktur Indonesia dapat kembali ke angka 51,9, seperti pada Februari 2020. ”Kami menargetkan PMI tadinya 25,7 pada April 2020 atau berada pada titik terendah, nanti dalam tiga bulan kami akan mendorong dengan berbagai macam strategi dan kebijakan agar kembali pada level 51,9, di mana level tersebut terjadi pada Februari," tambahnya.

Selama tiga bulan terakhir, lanjut Agus, manufaktur belajar untuk lebih efektif dan efisien. Selain itu, industri manufaktur dipacu untuk berinovasi, salah satunya dengan memproduksi ventilator, di mana beberapa industri yang menggandeng akademisi berhasil menciptakan ventilator yang sebelumnya belum pernah diproduksi industri di tanah air. ”Sejak zaman penjajahan, tidak ada satu pabrik pun yang memproduksi ventilator. Sekarang, dalam waktu tiga bulan, beberapa kampus yang dikawinkan dengan industri, berhasil menghasilkan ventilator,” beber Agus.

Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), sektor industri manufaktur merupakan kontributor terbesar dalam perekonomian nasional. Per kuartal I 2020, porsinya mencapai 19,98 persen. Kendati demikian, laju pertumbuhannya hanya 2,06 persen atau melambat dari periode yang sama tahun lalu, 3,85 persen.

Halaman:

BACA JUGA

Selasa, 01 Desember 2020 22:52

Kondisi Ekonomi Membaik, Inflasi Kaltim Terkendali 0,37% November

SAMARINDA - Provinsi Kaltim November 2020 tercatat mengalami inflasi 0,37%…

Selasa, 01 Desember 2020 12:27

Sempat Dihantam Pandemi, Kontribusi UMKM Perlahan Alami Perbaikan

Sempat mengalami penurunan penjualan hingga 90,10 persen pada April lalu,…

Selasa, 01 Desember 2020 12:26

Lirik Potensi Kaltim, Biznet Investasi Rp 30 Miliar

BALIKPAPAN- Perusahaan infrastruktur digital, Biznet berencana memperluas jaringannya ke Kaltim.…

Selasa, 01 Desember 2020 12:25

Aktivitas Bisnis Bergeliat, Kinerja Perhotelan Pulih

BALIKPAPAN- Kondisi perhotelan di Kota Minyak mulai bergairah. Berbeda dengan…

Selasa, 01 Desember 2020 12:23

Saat Ini, Momen Tepat Beli Rumah

SAMARINDA- Meski turut mendapat tekanan dari virus corona, para pengembang…

Selasa, 01 Desember 2020 12:20

Pengangguran Melonjak, Kritisi Dampak Politik Upah Murah

JAKARTA- Angka pengangguran yang terus bertambah berkorelasi pada banyak faktor.…

Selasa, 01 Desember 2020 09:32

Yamaha Gear 125, Skutik Multifungsi buat Anak Muda

BALIKPAPAN – PT Yamaha Indonesia Motor Manufacturing (YIMM) baru saja…

Minggu, 29 November 2020 12:47

Tiongkok Sepakat Beli 200 Juta Ton Batubara RI Tahun Depan

JAKARTA - Realisasi penjualan batubara Indonesia dipastikan bakal mendapatkan rapor…

Sabtu, 28 November 2020 13:03

Genjot Ekspor Ikan Tuna ke Korsel

JAKARTA–Kementerian Perdagangan (Kemendag) bersama Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) melakukan…

Sabtu, 28 November 2020 13:01

Eni Jadi Tumpuan Proyek IDD

Perusahaan minyak asal Italia, Eni, diharapkan bisa menjadi suksesor proyek…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Terverifikasi Dewan Pers