MANAGED BY:
JUMAT
29 MEI
UTAMA | BALIKPAPAN | SAMARINDA | PRO BISNIS | KALTIM | OLAHRAGA | HIBURAN | LIFESTYLE | KALTARA

UTAMA

Rabu, 20 Mei 2020 15:02
Cerita Mahasiswa Kaltim Selama Puasa dan Pandemi di Luar Negeri (4-Habis)
Berdiam Diri di Kamar, Terbiasa Berpuasa Selama 20 Jam
Hendra Reimon Pangemanan

PROKAL.CO, Di Saint Petersburg, Rusia, puasa bisa sampai 21 jam. Hanya punya waktu tiga jam untuk buka puasa sekaligus sahur. Berikut cerita Hendra Reimon Pangemanan, mahasiswa Kaltim yang menempuh pendidikan di Negeri Beruang Merah itu.

 

SUDAH hampir enam tahun saya menempuh pendidikan di Petersburg State Transport University, Jurusan Lokomotif Kereta Api. Salah satu kampus di Saint Petersburg, Rusia. Saban tahun menjalankan puasa dengan durasi lebih lama dibanding di Indonesia. Mulai kurang lebih 20 sampai 21 jam. Bergantung Ramadan jatuh pada musim apa.

Saya sudah terbiasa dengan durasi yang panjang. Kiat-kiat untuk bisa menahan lapar dan dahaga terus saya terapkan. Buka puasa dengan makanan ringan, lalu beberapa jam kemudian baru melahap nasi. Itu sudah sekaligus sahur. Karena memang jarak antara buka puasa dan imsak yang pendek. Plus mengonsumsi vitamin.

Namun tahun ini, tantangan berpuasa bukan hanya dari durasi yang panjang. Tapi gerak yang terbatas. Rusia telah memberlakukan lockdown sejak 30 Maret lalu. Presiden Rusia Vladimir Putin memerintahkan untuk bekerja dari rumah. Selain supermarket dan apotek, dilarang buka.

Moda transportasi berhenti operasi sementara waktu. Pusat hiburan tutup. Masyarakat dilarang keluar rumah kecuali untuk hal mendesak. Dan itu pun harus menjaga prosedur tetap (protap) Covid-19 yang sudah ditetapkan. Yakni mengenakan masker dan sarung tangan. Itu wajib.

Yang terpaksa keluar juga mesti memakai jaket. Selain cuaca memang lagi dingin, juga untuk meminimalisasi penyebaran Covid-19. Beberapa kota, pun seperti di Moskow harus mengantongi izin yang didapat secara online jika ingin keluar rumah. Hingga kemarin (19/5) jumlah positif corona di Rusia mencapai 299.941 kasus. Terbanyak kedua di dunia setelah Amerika Serikat dengan 1.537.830 kasus.

Rusia sangat aktif melakukan tes corona kepada warganya. Masyarakat umumnya mematuhi imbauan pemerintah untuk berdiam diri di rumah. Walau beberapa masih ada yang keluar tidak mengenakan masker.

Vladimir Putin berkata, bahwa Rusia belum memasuki puncak pandemi. Semoga ini cepat berlalu dan kita semua bisa kembali hidup normal seperti biasanya. Praktis saya banyak berdiam diri di kamar.

Namun, saya memiliki waktu lebih untuk mengerjakan tugas akhir. Selain itu, bermain gim dan masak. Jika tidak ada kendala, Juli saya berencana kembali ke Bontang. Setelah menyelesaikan kuliah di sini. Tapi, itu semua bergantung kondisi. Semoga corona bisa segera mereda.

Di asrama saya pun peraturannya lebih ketat. Apalagi setelah salah satu mahasiswa positif corona akhir pekan lalu. Keluar asrama hanya untuk membuang sampah atau ke supermarket. Jaraknya pun tidak boleh jauh-jauh.

Mengingat kota tempat saya belajar merupakan kota ketiga terbanyak yang terinfeksi corona. Di bawah Kota Moskow dan Moscow Region. Tapi kami di asrama belum menjalani tes massal. Sebagai gambaran, asrama kami mirip apartemen. Satu kamar diisi tiga orang. Dilengkapi dapur, kamar mandi, dan WC.

Kegiatan agama tidak bisa dilakukan di masjid. Semua tempat ibadah ditutup. Kami melakukan salat Tarawih bersama di kamar. Jika keadaan normal, kami biasa salat di Masjid Saint Petersburg. Dikenal juga sebagai Masjid Soekarno. Masjid itu memang erat kaitannya dengan Presiden RI Soekarno.

Ketika masih dalam kekuasaan Uni Soviet, masjid itu tidak difungsikan. Dijadikan gudang. Saat berkunjung ke Saint Petersburg pada 1956, Presiden Soekarno yang melihat kemegahan masjid itu meminta kepada pemimpin Uni Soviet Nikita Khrushchev agar masjid difungsikan kembali. Permintaan itu pun dipenuhi. (edw/rom/k15)


BACA JUGA

Jumat, 29 Mei 2020 14:57

Wabah Terkendali, Gelar Jumatan di Masjid

JAKARTA–Warga di daerah yang masuk kategori hijau terkait Covid-19 wajib…

Jumat, 29 Mei 2020 14:17
Mulai Tahun Ajaran Baru Beda dengan Pembukaan Sekolah

Pemda Tak Bisa Buka Sekolah Secara Sepihak

JAKARTA– Usulan penundaan awal tahun ajaran baru 2020/2021 dipastikan tak…

Jumat, 29 Mei 2020 12:32

Kukar Surga Tambang Ilegal, Pengamat : Konsistensi Aparat Lemah

Persoalan lingkungan karena aktivitas tambang liar di sejumlah kecamatan di…

Kamis, 28 Mei 2020 16:35

Antusias Sambut Tatanan Baru setelah Pandemi

SAMARINDA–Rencana pemberlakuan tatanan baru atau new normal di sarana publik…

Kamis, 28 Mei 2020 16:31

Ratusan Pekerja Mal di Balikpapan Jalani Rapid Test

UNTUK kelima kalinya, Tim Gugus Tugas Covid-19 Balikpapan melaksanakan rapid…

Kamis, 28 Mei 2020 16:29

Masukan Obat ke Aliran Darah Pakai Robot

TIDAK lama lagi banyak penyakit bisa diobati oleh robot berukuran…

Kamis, 28 Mei 2020 16:29

Kasus Suap Proyek Jalan Nasional yang di-OTT KPK, Bawahan Dituntut 7 Tahun, Atasan 6 Tahun

SAMARINDA–Pembukuan kontraktor PT Haris Tata Tahta (HTT) menjadi bukti penting…

Kamis, 28 Mei 2020 15:01

Banyak Penumpang Belum Mengetahui Syarat Bepergian

JAKARTA– Lion Air Grup mengandangkan burung besinya selama hingga 31…

Kamis, 28 Mei 2020 13:43

Kapolsek Gunem Tabrak Nenek dan Cucu hingga Meninggal

Maut memang tak bisa diduga datangnya. Saat sedang bersantai di…

Kamis, 28 Mei 2020 13:39

Bukan Pengalaman Pertama Temukan Warga yang Tak Patuh

Profesi adalah tanggung jawab. Itulah yang ada di benak para…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Terverifikasi Dewan Pers