MANAGED BY:
JUMAT
29 MEI
UTAMA | BALIKPAPAN | SAMARINDA | PRO BISNIS | KALTIM | OLAHRAGA | HIBURAN | LIFESTYLE | KALTARA

UTAMA

Senin, 18 Mei 2020 14:53
Cerita Mahasiswa Kaltim Selama Puasa dan Pandemi di Luar Negeri (2)
Puasa Hampir 20 Jam, Habiskan Waktu Menanam Sayur
Marini Nur Shadrina

PROKAL.CO, Lockdown di Rusia turut berimbas ke penerbangan internasional. Niat mudik ke Samarinda harus dibatalkan.

 

DWI RESTU, Samarinda

 

BERPUASA hampir 20 jam cukup menguras tenaga. Namun, itu bukan hal baru bagi Marini Nur Shadrina. Tahun ini, adalah tahun keempat dia menjalani Ramadan di Rusia. Marini, begitu dia disapa, saat ini menempuh pendidikan di St Petersburg State Transport University.

Mahasiswi 21 tahun itu tak pernah risau dengan waktu puasa yang lebih lama ketimbang di Indonesia. “Sudah memasuki musim panas sih, tapi ya alhamdulillah, berasa lebih nikmat. Puasa pas lagi corona,” ujar alumnus SMA 10 Samarinda 2016 silam.

Lanjut dia, waktu puasa yang lebih lama membuat durasi berbuka cukup singkat. Jarak antara berbuka, tarawih, hingga sahur, hanya sekitar 3-4 jam. Tanpa makan dan minum di saat pandemi corona, diakui Marini, turut memengaruhi rutinitasnya.

“Tahun sebelumnya, pas puasa harus bolak-balik kampus-asrama. Kalau sekarang lewat daring, jadi lebih simpel,” ceritanya. Pemandangan lain pada tahun ini, lanjut dia, tidak boleh bepergian dan berkumpul lebih dari lima orang, Tidak ada tarawih dan tidak ada tenda Ramadan. Aktivitas Idulfitri pun diyakini tak seramai biasanya.

Berdasarkan data Worldometers, total kasus corona atau Covid-19 di Rusia menembus angka 1,5 juta. Satu strip di bawah Amerika Serikat. Kondisi itu membuat pemerintah Rusia memberlakukan lockdown dan belum ada tanda-tanda pelonggaran pengetatan aktivitas.

“Meski lockdown, supermarket dan toko-toko makanan masih buka, tapi sebagian restoran tutup,” tambahnya.

Namun, mahasiswi semester VI jurusan Railway Traffic Management System ini mengaku tidak gelisah. “Jadi lebih banyak kegiatan di luar perkuliahan yang bisa dilakukan,” sambungnya. Bersama rekan-rekannya, rutinitas yang belakangan digeluti adalah bercocok tanam.

Seperti menanam daun bawang dan seledri. Selain mengisi waktu, kegiatan itu untuk mengantisipasi kekurangan bahan makanan saat pandemi. Dia dan temannya menggunakan baskom ukuran sedang atau botol bekas air minum. Tanah untuk menanam tak sulit didapat. Sehingga, perempuan yang hobi memasak dan membaca itu tak kesulitan bercocok tanam.

“Jadi lebih produktif,” ungkapnya. Kebiasaan lain Marini dan rekan-rekan di tengah pandemi saat Ramadan adalah belajar make up. "Seenggaknya itu bisa mengurangi kepenatan di sini," tambahnya. Selama Rusia lockdown sementara, Marini menyebut, warga masih diperkenankan keluar rumah. “Di asrama diberlakukan untuk tidak keluar lebih dari dua jam, kalau terpaksa keluar sekadar membeli bahan-bahan makanan yang habis. Di sini wajib pakai masker,” sambungnya. Marini mengaku beruntung berdiam di St Petersburg. Bahan makanan mudah terjangkau saat lockdown.

Pemberlakuan lockdown di Rusia turut berimbas ke penerbangan internasional. Dia pun tak berencana mudik ke Indonesia. Selain adanya pandemi corona, dia ingin kembali setelah kuliahnya tuntas. (riz/k16)

loading...

BACA JUGA

Jumat, 29 Mei 2020 14:57

Wabah Terkendali, Gelar Jumatan di Masjid

JAKARTA–Warga di daerah yang masuk kategori hijau terkait Covid-19 wajib…

Jumat, 29 Mei 2020 14:17
Mulai Tahun Ajaran Baru Beda dengan Pembukaan Sekolah

Pemda Tak Bisa Buka Sekolah Secara Sepihak

JAKARTA– Usulan penundaan awal tahun ajaran baru 2020/2021 dipastikan tak…

Jumat, 29 Mei 2020 12:32

Kukar Surga Tambang Ilegal, Pengamat : Konsistensi Aparat Lemah

Persoalan lingkungan karena aktivitas tambang liar di sejumlah kecamatan di…

Kamis, 28 Mei 2020 16:35

Antusias Sambut Tatanan Baru setelah Pandemi

SAMARINDA–Rencana pemberlakuan tatanan baru atau new normal di sarana publik…

Kamis, 28 Mei 2020 16:31

Ratusan Pekerja Mal di Balikpapan Jalani Rapid Test

UNTUK kelima kalinya, Tim Gugus Tugas Covid-19 Balikpapan melaksanakan rapid…

Kamis, 28 Mei 2020 16:29

Masukan Obat ke Aliran Darah Pakai Robot

TIDAK lama lagi banyak penyakit bisa diobati oleh robot berukuran…

Kamis, 28 Mei 2020 16:29

Kasus Suap Proyek Jalan Nasional yang di-OTT KPK, Bawahan Dituntut 7 Tahun, Atasan 6 Tahun

SAMARINDA–Pembukuan kontraktor PT Haris Tata Tahta (HTT) menjadi bukti penting…

Kamis, 28 Mei 2020 15:01

Banyak Penumpang Belum Mengetahui Syarat Bepergian

JAKARTA– Lion Air Grup mengandangkan burung besinya selama hingga 31…

Kamis, 28 Mei 2020 13:43

Kapolsek Gunem Tabrak Nenek dan Cucu hingga Meninggal

Maut memang tak bisa diduga datangnya. Saat sedang bersantai di…

Kamis, 28 Mei 2020 13:39

Bukan Pengalaman Pertama Temukan Warga yang Tak Patuh

Profesi adalah tanggung jawab. Itulah yang ada di benak para…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Terverifikasi Dewan Pers