MANAGED BY:
SABTU
04 JULI
UTAMA | BALIKPAPAN | SAMARINDA | PRO BISNIS | KALTIM | OLAHRAGA | HIBURAN | LIFESTYLE | KALTARA

UTAMA

Senin, 18 Mei 2020 14:31
Relaksasi Transportasi Tidak Boleh Sembarangan
Rencana pemerintah untuk melakukan relaksassi pada sektor transportasi harus dilakukan secara hati-hati agar penyebaran virus tidak semakin liar.

PROKAL.CO,

JAKARTA – Rencana pemerintah untuk melakukan relaksassi pada sektor transportasi harus dilakukan secara hati-hati agar penyebaran virus tidak semakin liar.

Pengamat Transportasi Djoko Setijowarno mengungkapkan bahwa pelonggaran PSBB pada sektor transportasi tidak bisa dipukul rata untuk semua wilayah. ”Kondisi penanganan transportasi dalam kerangka pandemi Covid-19, sungguh bervariasi dalam hal pelaksanaannya. Harus diperlakukan berbeda. Ada faktor kondisi geografis, keterbatasan SDM dan anggara juga,” kata Djoko pada Jawa Pos kemarin (18/5).

Namun yang paling penting, kata Djoko adalah aturan teknis dan panduan baku untuk para pelaku transportasi itu sendiri. Misalnya seperti bagaimana membuat proses pengangkutan penumpang tersebut tidak hanya aman dan selamat. Namun juga bersih dan higienis sehingga bisa aman bagi siapapun untuk bepergian.

Hakekat atau esensi pembatasan atau pengendalian transportasi kata Djoko adalah mencegah penularan virus. ”Untuk itu, penting untuk memastikan semua orang. Termasuk mereka yang mendapatkan pengecualian menggunakan transportasi umum itu benar-benar negatif Covid-19”

Sebelumnya, pemerintah mulai mempertimbangkan pemberlakuan pengurangan pembatasan sosial diawali dari sektor transportasi, khususnya pada jalur penerbangan. Pemerintah berasumsi bahwa kondisi terkini status perkembangan Covid-19 di Indonesia yang diketahui sudah semakin melandai.

Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Muhadjir Effendy menekankan bahwa pengurangan pembatasan sosial tidak dapat diartikan sebagai sebuah pelonggaran. Aturan protokol kesehatan harus tetap dijalankan, bahkan diperketat. "Salah satu aspek yang diujicobakan adalah pengurangan pembatasan di bidang perjalanan. Ini jadi taruhan apakah nanti kita akan lakukan untuk di sektor-sektor yang lain," katanya sabtu (18/5)

Halaman:

BACA JUGA

Rabu, 24 Juni 2020 20:44

Perempuan 48 Tahun di Paser Positif Corona Meninggal Dunia

SAMARINDA - Kasus meninggal dunia positif Corona (covid-19) di Kaltim…

Rabu, 24 Juni 2020 17:37

Kaltim Tertinggi di Kalimantan, Angka Pengangguran Meroket karena Corona

SAMARINDA- Akibat penyebaran virus corona (covid-19) di Kaltim, Dinas Tenaga…

Selasa, 23 Juni 2020 20:35

Kasus Covid-19 Tambah 9 di Balikpapan dan 3 di Berau, Total 447 di Kaltim

SAMARINDA - Kasus positif virus corona (covid-19) di Kalimantan Timur…

Selasa, 23 Juni 2020 13:05

Tiga Jam Tengah Malam Bersama Ketua DPRD Balikpapan Abdulloh

Minggu (21/6) malam, manajemen Kaltim Post ngobrol santai bersama Ketua…

Selasa, 23 Juni 2020 13:05

PDIP Ingatkan Peta Politik Bisa Berubah

DARI Balikpapan, sejauh ini ada dua figur yang mencuat ke…

Selasa, 23 Juni 2020 13:04

Ngos-ngosan Usung Kader Sendiri

SAMARINDA–Manuver Demokrat dan Golkar menyambut Pilkada Samarinda masih terbilang landai.…

Senin, 22 Juni 2020 13:19

Balita di Balikpapan Positif Covid-19

SEMENTARA itu, masih terlalu dini untuk menilai apakah penularan Covid-19…

Senin, 22 Juni 2020 13:17

Heri Yulianto, Sembuh dari Stroke setelah Rutin Bersepeda

Dia mengaku sebagai gila sepeda. Rela bercapek ria menempuh ratusan…

Senin, 22 Juni 2020 12:41

Pilwali Samarinda, PDIP Belum Tentukan Sikap, PAN Resmi Usung Barkati-Darlis

SAMARINDA–Duet Barkati dan Darlis Pattalongi yang sudah mengantongi restu DPP…

Senin, 22 Juni 2020 12:39

Sering “Kecolongan” Pendatang lewat Pelabuhan

BALIKPAPAN- Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Balikpapan masih mencari formulasi…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Terverifikasi Dewan Pers