MANAGED BY:
JUMAT
29 MEI
UTAMA | BALIKPAPAN | SAMARINDA | PRO BISNIS | KALTIM | OLAHRAGA | HIBURAN | LIFESTYLE | KALTARA

FEATURE

Senin, 18 Mei 2020 10:41
Cerita Mahasiswa Kaltim Selama Puasa dan Pandemi di Luar Negeri (1)
Terkurung di Kamar, Tiap Pagi Dicek Suhu Tubuh
MAKIN BEDA: Intan Eka Puspa Sari saat berada di Taman Kolomenskoe, Moskow, Februari lalu. Kini dia hanya bisa menghabiskan waktu di kamar asrama setelah kebijakan lockdown berlaku di Moskow. DOKUMEN PRIBADI

PROKAL.CO, Ramadan di negeri orang selalu menyisakan cerita. Apalagi dalam situasi pandemi seperti saat ini. Kaltim Post akan membagi cerita para mahasiswa dari Bumi Etam selama berpuasa di tanah rantau. Dimulai dengan pengalaman Intan Eka Puspa Sari, dara asal Bontang yang menempuh pendidikan di Russian University of Transport, Rusia.

=========================

Sudah dua pekan saya di kamar saja. Di ruangan sekitar 6x8 meter. Dilengkapi dua kamar, satu WC, dan satu kamar mandi. Dihuni lima orang.

Keadaan yang benar-benar tidak terbayangkan sebelumnya. Ketika Covid-19 mulai menyebar, saya merasa biasa saja. Waktu kuliah diliburkan, saya masih berpikir positif. Tapi semenjak asrama ditutup karena ada mahasiswa yang positif corona, saya tidak tenang. Pikiran ke mana-mana. Kami harus di kamar selama dua pekan.

Sekarang di setiap lantai ada penjaganya. Mereka memakai seragam, tidak tahu asalnya dari mana. Kami tidak boleh keluar kamar, kecuali mengambil makanan pembagian dan buang sampah setiap pukul 20.00-20.30.

Kesempatan itu jadi ajang refreshing buat saya bisa keluar kamar meskipun hanya di koridor. Keadaannya tidak menyenangkan, bukan karena teman-teman yang tidak asyik, tapi karena kami mulai jenuh hanya di dalam kamar.

Bayangkan, di ruangan itu, selama 24 jam tidak ketemu orang lain. Sebagai hiburan, saya menelepon keluarga di rumah. Cerita tentang puasa di Indonesia. Sebenarnya ada sedikit rasa iri, sedikit rasa pengin balik ke Indonesia, tapi karena merasa tidak aman untuk orang-orang rumah mendingan saya di sini saja. Ibu juga bilang seperti itu waktu saya komunikasi pada Februari lalu. Dia khawatir saya malah tertular di jalan.

Setiap pagi, kamar kami diketuk. Untuk mengecek suhu tubuh kami. Kami sebut itu gedoran cinta. Petugas akan menggedor pintu sampai semuanya bangun. Pintu kami juga digedor seperti itu kalau ada pembagian makanan. Rasanya sudah seperti tahanan.

Sebenarnya, untuk pengukuran suhu itu sudah dilakukan sebelum kami diisolasi. Dari awal kampus diliburkan kami sudah rutin cek suhu tubuh. Mulai dari dokter dan perawat yang memakai baju dinas biasa. Sampai sekarang mereka ngecek kami pakai APD.  Saya ngerasa seperti virus. Ha ha ha. Tetapi tidak apa, asrama saya sudah zona merah.

Kalau makanan pembagian jangan ditanya gimana rasanya. Hambar Ha ha ha. Banyak mahasiswa asing yang protes. Apalagi di asrama ini banyak muslim yang menjalankan puasa. Jadi ingin makanan halal. Dekan kampus sampai meyakinkan lewat grup WhatsApp kalau makanan yang dikasih itu halal. Dan mereka tahu kalau kami tidak boleh makan babi.

Persoalan makanan tidak selesai sampai halal dan haram saja. Ada saja tuntutan mahasiswa. Ini mungkin karena kami tidak boleh keluar. Belum lagi kami tidak boleh mengunakan dapur. Dapur ditutup. Dapur cuma ada satu di setiap lantai. Jadi kalau mau masak, ya, kami ke dapur buat nyiapin makanan buka puasa.

Tapi, Ramadan kali ini kami tidak bisa menggunakan dapur. Walhasil kami buka dan sahur dengan makanan pembagian dari asrama, yang pernah membuat saya tiba-tiba bolak-balik WC karena salah makan.

Saya memang sedikit susah terkait makanan. Karena terkadang laukmya ikan. Sedangkan saya tidak bisa makan ikan. Alhamdulillah saya sudah stok sosis. Kami juga menyimpan risoles dan sosis Solo di pendingin, lalu digoreng saat buka puasa.

Satu yang saya syukuri, kami masih bisa buka puasa bareng. Meski cuma berlima, terpenting tidak sendirian. Masih tetap ada rasa kekeluargaannya. Puasa di sini lebih lama. Sahur pukul 01.30 dan buka puasa pukul 20.30. Meski muslim di Rusia minoritas, penduduknya tetap menghargai kami yang berpuasa.

Di Rusia, tidak ada libur Ramadan dan Lebaran. Tahun lalu, selesai Salat Idulfitri di KBRI saya langsung ke kampus, karena ada jam kuliah. Tahun ini KBRI sudah mengumumkan bahwa tidah ada Salat Idulfitri. Sedih sekali baca surat pengumumannya. Tapi mau bagaimana lagi, pandemi ini benar-benar bikin semuanya berantakan.

Harusnya bisa ngerasain rendang, sate, dan bakso. Nostalgia makanan khas Indonesia di KBRI. Satu kebiasaan rutin, kami anak-anak Kaltim lakukan ketika Ramadan. Biasanya kami melakukan buka bersama dengan mahasiswa Indonesia seasrama, sekalian salat Tarawih. Sedih sih kalau diingat.

Oia, satu lagi. Puasa kali ini tidak ada kurma sama sekali. Puasa tanpa kurma itu tidak enak. Semoga Ramadan tahun depan bisa makan kurma sepuasnya. Puasa kali ini tidak akan pernah saya lupakan seumur hidup. Dan sekarang ditambah dua minggu ke depan karena makin banyak anak asrama yang terpapar covid-19. (edw/dwi)


BACA JUGA

Minggu, 26 Januari 2020 11:05

Lebih Dekat dengan Aktivis Lingkungan Muda Aeshina Azzahra Aqilani

Terlahir dari orang tua yang merupakan pejuang lingkungan memunculkan kepedulian…

Senin, 20 Januari 2020 14:19
Menikmati Family Fun Rally Sambut Kejuaraan Provinsi Kaltim 2020

Memperkuat Pariwisata, Ingin Lebih Banyak Orang Datang ke Balikpapan

Family Fun Rally 2020 gelaran Kaltim Post berakhir meriah, Ahad…

Kamis, 16 Januari 2020 16:10

Cerita Mengharukan, Kembar Identik yang Terpisah 16 Tahun Akhirnya Bertemu

Kisah hidup dua remaja kembar ini begitu mengharukan. Enam belas…

Rabu, 15 Januari 2020 13:45
Keraton Baru ”Calon Pemersatu Dunia”, Nasibmu Kini...

Nasib Keraton Agung Sejagat, "Keraton" Disegel Pemkab, Sang Raja dan Ratu Ditangkap Polisi

Keraton Agung Sejagat boleh menyebut diri sebagai pendamai bumi, pemulih…

Selasa, 14 Januari 2020 14:39

Inovator Semen Geo Fast Sotya Astuningsih, Pakai Limbah Smelter, 5 Jam Sudah Kuat

Semen biasa butuh waktu 28 hari untuk bisa kuat optimal.…

Jumat, 27 Desember 2019 00:24
Jelajah Wisata Baru Negeri Gajah Putih (4-habis)

Warisan Tiongkok-Thailand hingga Surga Belanja Tepi Sungai

Sungai Chao Phraya adalah nadi kehidupan dan transportasi di Bangkok.…

Jumat, 27 Desember 2019 00:21
Jelajah Wisata Baru Negeri Gajah Putih (3)

Berpose di Puncak Tertinggi, Selfie dengan 75 Tokoh Sedunia

PIngin berjalan di atas kaca dari tinggi 314 meter? Menyaksikan…

Jumat, 27 Desember 2019 00:19
Jelajah Wisata Baru Negeri Gajah Putih (2)

Balet Atas Air dan Habiskan Malam bersama Waria

Informasi umum jika Thailand populer dengan waria atau lady boys…

Jumat, 27 Desember 2019 00:16
Wisata Baru Negeri Gajah Putih (1)

Taman Terluas Se-Asia Tenggara hingga Lukisan Bergerak

Pattaya dikenal sebagai kota wisata dengan hiburan malam tiada henti.…

Kamis, 26 Desember 2019 11:34

Kiprah Bripka Riko Rizki Masri dan FKPM Teman Hati

Membantu sesama tak perlu menunggu punya jabatan tinggi atau uang…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Terverifikasi Dewan Pers