MANAGED BY:
SELASA
14 JULI
UTAMA | BALIKPAPAN | SAMARINDA | PRO BISNIS | KALTIM | OLAHRAGA | HIBURAN | LIFESTYLE | KALTARA

SELISIK/LAPSUS

Minggu, 17 Mei 2020 17:46
Covid-19, Ada 4 Klasifikasi Pasien
SKRINING: Demi memutus mata rantai pencegahan penyebaran covid-19, idealnya untuk sering melakukan skrining apalagi jika berpotensi tertular. (PAKSI SANDANG/KP)

PROKAL.CO,

SEJAK munculnya kasus virus corona atau covid-19 di Indonesia, banyak istilah-istilah baru. Paling umum adalah istilah untuk klasifikasi pasien. Selama ini, dikenal istilah orang tanpa gejala (OTG), orang dalam pemantauan (ODP), dan pasien dalam pemantauan (PDP).

Disampaikan dr Donni Irfandi Alfian, SpP sebagai salah satu dokter spesialis yang bertugas menangani PDP di RSUD AW Sjahranie itu menyebut, OTG sangat banyak sekali terutama di daerah-daerah yang jumlah kasusnya sangat tinggi. Sebab, OTG tidak menunjukkan gejala apapun dan memiliki risiko tertular dari orang terkonfirmasi covid-19. Meski begitu, tubuhnya tetap ada potensi mengandung virus sehingga ada kemungkinan menularkannya lagi ke orang yang sehat. Apalagi jika tidak memakai masker.

OTG merupakan kontak erat dengan kasus konfirmasi virus mematikan tersebut. Maksudnya adalah mereka yang melakukan kontak fisik atau berkunjung dan berada di satu ruangan yang sama dengan PDP atau konfirmasi berjarak radius 1 meter. Kontak erat itu dilakukan dalam dua hari sebelum kasus timbul gejala dan sampai 14 hari setelah timbul gejala.

Oleh sebab itu, transmisi lokal sangat rentan terjadi. Misalkan, si OTG datang ke suatu tempat setelah bepergian dari daerah yang jumlah kasusnya tinggi. Kemudian, tanpa disadari si OTG justru menularkannya kepada orang-orang yang memang tak memiliki riwayat perjalanan. Donni kembali mengingatkan pentingnya untuk tetap melakukan physical distancing agar transmisi lokal tidak terjadi.

Sedangkan ODP, mereka mengalami gejala yang belum terlalu parah. Contohnya demam >38 derajat celcius atau gejala gangguan sistem pernapasan seperti batuk, pilek, sakit tenggorokan, dan tidak ada penyebab lain berdasar kepada gambaran klinis yang meyakinkan. Kemudian, pada 14 hari terakhir sebelum timbul gejala, memiliki riwayat perjalanan dari daerah berkasus. ODP biasanya diminta mengisolasi diri di rumah.

Bagi OTG dan ODP yang masih memungkinkan untuk isolasi mandiri di rumah pun akan tetap dievaluasi oleh dinas kesehatan (dinkes) setempat. Orang yang dicurigai terpapar virus corona dan belum masuk rumah sakit menjadi tanggung jawab dinkes kota. Biasanya akan dilakukan pemeriksaan awal (screening) di puskesmas terdekat. Jika sudah diketahui hasilnya, baru bisa ditetapkan untuk dirujuk ke rumah sakit atau tidak.

Halaman:

BACA JUGA

Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Terverifikasi Dewan Pers