MANAGED BY:
JUMAT
10 JULI
UTAMA | BALIKPAPAN | SAMARINDA | PRO BISNIS | KALTIM | OLAHRAGA | HIBURAN | LIFESTYLE | KALTARA
Sabtu, 16 Mei 2020 11:51
ASTAGA..!! Perwira Polisi di Kepri Gelapkan 71 Unit Mobil

PROKAL.CO,

NONGSA - Perbuatan tak terpuji dilakukan salah satu oknum perwira polisi di lingkungan Polda Kepri. Iptu HA, polisi yang bertugas di Mapolres Bintan melakukan penipuan dan penggelapan 71 kendaraan. Diduga, jumlah tersebut akan terus bertambah. HA menggelapkan berbagai jenis kendaraan mewah. Diantaranya: Toyota Fortuner, Mitsubishi Pajero, Mitsubishi Expander, Toyota Avanza,Toyota Yaris, dan Honda Jazz. 

Direktorat Reserse Kriminal Umum Polda Kepri saat ini sedang melakukan pengejaran terhadap Iptu HA tersebut dan memintanya untuk segera menyerahkan diri ke kantor polisi terdekat. "Saya sarankan (kepada Iptu HA, red) menyerahkan diri atau terima risiko," tegas Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Kepri Kombes Arie Dharmanto kepada koran ini, Jumat (15/5). Kapolda Kepri Irjen Aris Budiman langsung membentuk tim gabungan yang terdiri dari

Propam dan Ditreskrimum Polda Kepri. Kapolda Kepri, kata Arie meminta kasus ini ditangani dan diproses secara transparan, untuk memberikan kepastian hukum terhadap pelaku dan korban. "Saat ini Jatanras juga sudah bergerak (mencari keberadaan HA,red)," ungkap Arie.

Terkait kasus ini, polisi telah menerima lima laporan masyarakat terkait dugaan penipuan dan penggelapan yang dilakukan perwira polisi tersebut. Berawal dari laporan di Tanjungpinang. Dari keterangan para korban ini, modus yang umum digunakan pelaku, yakni membeli atau membayar mobil-mobil (kredit) yang bermasalah dari para korbannya. Namun, pembayaran mobil tersebut tidak dilanjutkan. HA malah diduga menjual mobil tersebut tanpa surat-surat yang lengkap.

Tak hanya itu, oknum perwira polisi tersebut tidak hanya melakukan perbuatan penipuan dan penggelapannya di Tanjungpinang saja. Melainkan, juga melakukannya di beberapa kawasan, salah satunya Batam. "Tidak hanya warga sipil saja yang ditipunya. Ada juga dari anggota aparat. Kebanyakan korbannya perempuan," terang Arie.

Berdasarkan dokumen yang didapat Jatanras Polda Kepri, HA mulai melakukan perbuatannya sejak 2017 lalu. Namun, polisi masih belum bisa mengambil kesimpulan karena pengejaran dan penyelidikan kasus ini masih terus berjalan. "Kami mau kumpulkan bukti lengkap dan keterangan dulu," tutur Arie.

Halaman:

BACA JUGA

Kamis, 11 Oktober 2012 13:00

Edisi Ketiga UKW Luluskan 23 Wartawan KPG

<div> <div> <strong>BALIKPAPAN</strong> &ndash; Uji Kompetensi Wartawan…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Terverifikasi Dewan Pers