MANAGED BY:
JUMAT
10 JULI
UTAMA | BALIKPAPAN | SAMARINDA | PRO BISNIS | KALTIM | OLAHRAGA | HIBURAN | LIFESTYLE | KALTARA
Sabtu, 09 Mei 2020 12:25
Eks Dirut Garuda Divonis 8 Tahun
Mantan Direktur Utama Garuda Indonesia, Emirsyah Satar divonis 8 tahun penjara. Selain itu, dia juga dikenakan denda Rp 1 miliar subsider tiga bulan kurungan oleh majelis hakim pengadilan negeri tindak pidana korupsi Jakarta. (Dery Ridwanysah/JawaPos.com)

PROKAL.CO,

JAKARTA- Eks Direktur Utama (Dirut) PT Garuda Indonesia Emirsyah Satar divonis menerima suap dan melakukan tindak pidana pencucian uang (TPPU) oleh majelis hakim Pengadilan Tipikor Jakarta, kemarin (8/5). Dia dijatuhi hukuman 8 tahun penjara dan denda Rp 1 miliar subsider 3 bulan kurungan atas perbuatan tersebut. 

Dalam sidang yang digelar secara virtual itu, hakim menyatakan Emirsyah secara sah dan meyakinkan melakukan korupsi sebagaimana dakwaan jaksa penuntut umum (JPU) KPK. Emirsyah juga terbukti melakukan TPPU dan diminta membayar uang pengganti SGD 2.117.315 atau sekitar Rp 23,135 miliar (kurs Rp 10.927) subisider 2 tahun penjara. 

Putusan itu lebih rendah daripada tuntutan jaksa. Sebelumnya, Emirsyah dituntut hukuman 12 tahun penjara dan denda Rp 10 miliar subsider 8 bulan kurungan lantaran dianggap menerima suap terkait pengadaan pesawat dan mesin pesawat serta TPPU. 

Secara umum, hakim yang diketuai Rosmima itu menilai Emirsyah terbukti menerima suap dari Soetikno Soedarjo, pemilik PT Mugi Rekso Abadi. Yakni sebesar Rp 5,8 miliar, USD 884.200, EUR 1 juta, dan SGD 1 juta. Duit itu bagian dari komisi untuk Emirsyah lantaran membeli pesawat dan mesin pesawat melalui perantara Soetikno. 

Penerimaan suap itu terkait dengan sejumlah pengadaan pesawat dan mesin pesawat di Garuda. Diantaranya total care program (TCP) mesin Rolls-Royce (RR) Trent 700 ; pesawat Airbus A330-300/ 200 ; pesawat Airbus A320 untuk PT Citilink Indonesia ; pesawat Bombardier CRJ1.000 ; dan pengadaan pesawat ATR 72-600. 

Penerimaan pertama dari perusahaan asal Inggris, Rolls-Royce melalui PT Ardyaparamita Ayuprakarsa dan Connaught International. Kedua perusahaan itu tercatat milik Soetikno. Pihak Rolls-Royce memang mendekati Emirsyah melalui Soetikno untuk menawarkan perawatan mesin dengan metode TCP. 

Halaman:

BACA JUGA

Kamis, 11 Oktober 2012 13:00

Edisi Ketiga UKW Luluskan 23 Wartawan KPG

<div> <div> <strong>BALIKPAPAN</strong> &ndash; Uji Kompetensi Wartawan…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Terverifikasi Dewan Pers