MANAGED BY:
SENIN
13 JULI
UTAMA | BALIKPAPAN | SAMARINDA | PRO BISNIS | KALTIM | OLAHRAGA | HIBURAN | LIFESTYLE | KALTARA

SAMARINDA

Selasa, 05 Mei 2020 15:41
Hari Bidan Internasional, Bangga Bertahan di Tengah Pendapatan Seadanya
Harus Siap 24 Jam, Senyum Itu Wajib
TETAP SEMANGAT: Sulis Fitriyana, bidan di Klinik Mahakam Medika di kawasan Bukuan terus bertahan meski gaji bidan tak begitu besar.

PROKAL.CO,

Tak mudah bagi seorang bidan mampu meyakinkan para ibu yang berjuang dengan proses kelahiran. Dari bantuan bidan, nasib nyawa seorang ibu dan anak dipertaruhkan.

 

HARI Bidan Internasional, selalu diperingati setiap hari ini. Untuk level nasional, perayaan Hari Bidan diperingati setiap 24 Juni. Tak mudah untuk menjadi seorang bidan. Bukan sekadar membantu proses persalinan, namun harus ada sertifikasi khusus bagi bidan.

Sulis Fitriyana sudah cukup lama menjadi bidan. Namun, bagi perempuan kelahiran Samarinda, 7 April 1993 silam, enam tahun menjadi bidan dianggapnya baru seumur jagung. Perempuan beralamatkan Bukuan, Kecamatan Palaran, itu mengisahkan dirinya mantap menekuni profesi bidan. “Kecilan saya itu punya keinginan jadi polisi wanita (polwan) sebenarnya,” ujar perempuan berwajah oval dengan kulit sawo matang itu. Namun, menginjak bangku sekolah menengah pertama (SMP), Sulis kecil saat itu mulai mencari referensi tentang dunia kebidanan. Sejak SMP, perempuan yang memiliki hobi menyanyi itu memantapkan hatinya untuk bisa berguna bagi orang banyak, khususnya perempuan, yakni menjadi bidan.

Bagi Sulis, bidan itu merupakan tugas yang mulia. “Sebenarnya semua profesi itu mulia, tapi saya lebih bangga jadi bidan. Mungkin kalau ditanya dengan yang profesi lain jawabannya pasti bangga dengan yang diperoleh saat ini,” tuturnya. Sulis menyebut, banyak orang meremehkan dan mengeluh, jadi bidan itu tak enak. Bagi dia, bidan adalah tantangan yang indah. “Rasa bangganya itu saat membantu proses lahirkan. Ibu selamat dan bayi sehat, itu luar biasa bangganya,” ungkap Sulis.

Sebagai bidan, handphone (HP) tak boleh mati. “Kami harus sigap 24 jam. Waktu dan tempat bukan halangan bagi kami (bidan) mengabdi. Bayangkan, ada dua nyawa dipertaruhkan, itu alasannya saya bangga jadi bidan,” ujarnya. Meski beberapa kali ia harus menahan amarah saat berhadapan dengan ibu yang mengandung namun memiliki tingkat emosi yang tinggi. “Wajib senyum. Biasanya si ibu kalau sudah melahirkan akan kembali bisa mengontrol emosinya. Bidan itu harus sabar,” ucapnya. Namun, enam tahun mengabdi sebagai seorang bidan, sudah tak terhitung berapa banyak membantu proses kelahiran. Tak sebanding dengan gaji yang diperoleh.

Halaman:

BACA JUGA

Selasa, 04 Februari 2020 12:04

Kritik Kota lewat Lirik Rap, Wajah Samarinda dari Lagu “Samar Indah"

Hanya di Samarinda kita bisa hidup sama rendah Nikmati tepian…

Selasa, 04 Februari 2020 12:03

Berkas Pasar Baqa Dilimpah, Rabu, Sidang Perdana

SAMARINDA-Berkas dugaan korupsi tiga tersangka Pasar Baqa sudah digulirkan Korps…

Selasa, 04 Februari 2020 12:01

Terima Paket Ganja 2,5 Kilo, Mahasiswi Ini Mengaku Cuma Diupah Rp 300 Ribu

SAMARINDA - Tersangka inisial IT yang menerima paket 2,5 kilogram…

Selasa, 04 Februari 2020 12:00

Merasa Dipalak Ketika Berkendara di Samarinda? Dua Pria Ini Mungkin Pelakunya

SAMARINDA - Tim Macan Borneo Satreskrim Polres Samarinda akhirnya meringkus…

Selasa, 04 Februari 2020 11:59

Hanya Sakit Demam, RS AWS Bantah Merawat 1 Pasien Terkena Corona Virus

SAMARINDA - Rumah Sakit AW Sjahranie (RS AWS) Samarinda membantah…

Sabtu, 01 Februari 2020 11:48

Pengedar Sabu Berbahan Tawas Ditangkap

SAMARINDA-Banyaknya pemakai narkoba jenis sabu rupanya menjadi peluang bagi Kene…

Sabtu, 01 Februari 2020 11:10

Begini Kondisi Terakhir Sopir Truk yang Sebabkan 4 Nyawa Melayang di Gunung Manggah Itu...

SAMARINDA- Unit Kecelakaan Lalu Lintas (Lakalantas) Polresta Samarinda, pada Kamis…

Sabtu, 01 Februari 2020 09:05

Jalin Kerjasama dengan Rumah Sakit, Poltekkes “Nyebrang” ke Malaysia

SAMARINDA-Terus melebarkan sayap, kini Politeknik Kesehatan (Poltekkes) Kementerian Kesehatan (Kemenkes)…

Jumat, 31 Januari 2020 23:46

Samarinda Masih Kekurangan Pengajar

Di Samarinda, ada sekitar 2 ribu guru honorer. Mereka tengah…

Jumat, 31 Januari 2020 23:45

Perlu Waktu Realisasikan DOB Samarinda Seberang

SAMARINDA–Usul menjadikan Samarinda Seberang, Palaran, dan Loa Janan Ilir sebagai…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Terverifikasi Dewan Pers