MANAGED BY:
JUMAT
10 JULI
UTAMA | BALIKPAPAN | SAMARINDA | PRO BISNIS | KALTIM | OLAHRAGA | HIBURAN | LIFESTYLE | KALTARA

PRO BISNIS

Selasa, 05 Mei 2020 14:48
Realisasi Stimulus Properti Belum Sesuai Harapan
ilustrasi

PROKAL.CO,

JAKARTA- Sebagai upaya untuk mempertahankan cashflow di tengah tekanan ekonomi, para pelaku industri properti berharap mendapat kemudahan restrukturisasi kredit dari dunia perbankan, seperti yang sudah dijanjikan pemerintah. Namun pada realisasinya, pengusaha properti menyayangkan bahwa masih ada perbedaan presepsi dari pihak perbankan sehingga upaya restrukturisasi tersebut belum berjalan sesuai harapan.

Ketua Umum Real Estate Indonesia Paulus Totok Lusida mengakui bahwa perbankan masih cenderung setengah hari dalam menerapkan instruksi insentif Otoritas Jasa Keuangan (OJK) yang tertuang dalam Peraturan Otoritas Jasa Keuangan No. 11/POJK.03/2020 tentang Stimulus Perekonomian Nasional sebagai Kebijakan Countercyclical Dampak Penyebaran Coronavirus Disease 2019 atau Covid-19. ”Harapan dari kami kan penundaan pembayaran pokok dan bunga kredit seperti yang dijanjikan pemerintah. Tapi dari perbankan justru menawarkan pengurangan bunga, sementara kita tetap diwajibkan untuk membayar tanpa penundaan,” ujar Totok, saat dihubungi kemarin (4/5).

Menurut Totok, jika dengan skema yang ditawarkan perbankan tersebut, maka cashflow industri properti yang saat ini sudah tertekan, akan semakin terbebani. Totok memaparkan bahwa cashflow pengusaha properti saat ini digunakan untuk pembayaran gaji karyawan untuk menghindari PHK. ”Sementara revenue kami turun drastis. Otomatis cashflow digunakan untuk membayar gaji karyawan dan office cost,” beber Totok.

Totok menjelaskan bahwa revenue atau pendapatan usaha industri properti dalam kondisi ini tak jauh berbeda dengan industri lain. Adanya pembatasan sosial berskala besar (PSBB) juga sangat siginifikan mengurangi aktivitas karyawan di lapangan, mulai dari aktivitas marketing hingga survey. ”Penjualan turun 40 sampai 50 persen,” tegasnya.

Totok menekankan bahwa relaksasi kebijakan untuk industri properti penting untuk terealisasi dengan baik. Supaya industri ini mampu bertahan pada masa sulit dan meminimalisasi PHK di industri properti. Dia menyebutkan bahwa sektor real estat mencakup 13 bidang usaha, dan memiliki link terhadap 174 industri turunan serta menaungi 20 juta tenaga kerja yang terlibat baik secara langsung maupun tidak langsung. ”Dengan demikian, pukulan terhadap bisnis properti tentunya akan berdampak besar juga terhadap ekonomi nasional,” bebernya.

Keluhan-keluhan yang rasakan REI tersebut, lanjut Totok, sudah mereka komunikasikan dengan OJK. Sebagai tindak lanjut, menurut Totok dalam minggu ini pihak pengembang, perbankan, dan juga OJK akan kembali menggelar rapat virtual untuk mendiskusikan mengenai hal tersebut. ”Mudah-mudahan hasilnya positif. Karena ini soal ngajak hidup bersama atau mati bersama,” urai Totok.

Halaman:

BACA JUGA

Jumat, 31 Januari 2020 11:47

Tambah Satu Crane, PT Pelindo IV Matangkan Rencana Pengembangan Semayang

PT Pelindo IV Balikpapan optimistis kinerja sepanjang tahun ini lebih…

Kamis, 30 Januari 2020 15:04

Jadi Favorit, Permintaan Kopi Terus Naik

SURABAYA– Permintaan kopi dalam negeri terus meningkat. Itu tidak terlepas…

Kamis, 30 Januari 2020 14:44

RUU Omnibus Law Optimistis Dongkrak Ekonomi Daerah

Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) kebijakan omnibus law bisa mendorong kinerja…

Kamis, 30 Januari 2020 14:44

Kunjungan Bisnis Terganggu Corona

SAMARINDA – Penyebaran wabah virus corona berpotensi menghambat pengusaha dalam…

Rabu, 29 Januari 2020 13:09

Krakatau Steel Restrukturisasi Utang

JAKARTA – PT Krakatau Steel Tbk berhasil merestrukturisasi utang senilai…

Rabu, 29 Januari 2020 12:07

Target Integrasikan Pelabuhan di Kaltim

BALIKPAPAN - PT Pelabuhan Indonesia (Pelindo) IV siap mendukung berjalannya…

Selasa, 28 Januari 2020 13:40

Garap Mobil Listrik Hyundai Inves USD 750 Juta

JAKARTA– Grab Indonesia bekerja sama dengan PT Hyundai Motor Indonesia…

Selasa, 28 Januari 2020 10:48

Bantu UMKM Perluas Pasar

SAMARINDA- Tak hanya mempermudah pelaku usaha mikro kecil dan menengah…

Selasa, 28 Januari 2020 10:42

Pertahankan Resep Warisan Mertua, Terbantu Marketplace

Menjaga konsistensi rasa masakan dan memuaskan pelanggan menjadi kunci sukses…

Senin, 27 Januari 2020 12:09
Menjaga Eksistensi Usaha ala Hadlan Feriyanto Munajat

Jangan Lupa Bahagia, Kombinasikan Hobi dengan Bisnis

Berbisnis tak melulu soal keuntungan. Tapi akan lebih memuaskan jika…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Terverifikasi Dewan Pers