MANAGED BY:
KAMIS
24 SEPTEMBER
UTAMA | BALIKPAPAN | SAMARINDA | PRO BISNIS | KALTIM | OLAHRAGA | HIBURAN | LIFESTYLE | KALTARA

KOLOM REDAKSI

Sabtu, 02 Mei 2020 11:48
Pilih Tunduk

PROKAL.CO,

Catatan: Faroq Zamzami
(Pemred Kaltim Post)

SAYA pilih ikut barisan yang menuruti edaran pemerintah saja. Ibadah di rumah. Anjuran ini saya banget. Sebab, sebelum dilanda wabah corona saja, salat berjamaah di masjid bolong-bolong. Bolongnya mendominasi. Salat berjamaah kalau ada maunya saja kepada Tuhan. Duh, malunya. Salat Jumat yang seminggu sekali itu saja tunggu azan kedua. Tak jarang meluncur ke masjid buru-buru setelah terdengar samar suara khatib membaca doa.

Panggilan langit itu lebih sering dianggap enteng. Akh seseruput dulu jika mendengar azan saat nongkrong di kafe kala senja. Selagu dulu kala mendengar azan saat Youtube-an jelang Isya. Akh deadline, nanggung, nanti saja, lagi rapat, masih sempat, beribu alasan untuk menunda mengambil air wudhu kala azan berkumandang. So, malah aneh kalau saya masuk barisan yang berbeda dengan edaran pemerintah.

Barisan yang berbeda dengan edaran pemerintah umumnya mendengungkan kalimat ini; corona adalah makhluk Tuhan, jangan takut kepada makhluk, tetaplah beribadah di masjid. Atau yang begini; ke pasar berani ke masjid malah ditutup. Dan beberapa ungkapan lain. Yang senada. Yang intinya menyuarakan tak perlu terlalu khawatir corona. Tetap saja beribadah seperti biasa. Barisan ini punya dasar. Juga punya dalil. Sejumlah ustaz juga ada di barisan ini.

Tapi kalau saya ikut kubu ini, justru saya akan jadi sasaran "tembak". Oleh orang di sekitar saya. Yang tahu keseharian saya. Bakal nyinyir. Nadanya begini; sok alim. Pas tidak ada corona saja jarang ke masjid. Jangan bergaya. Hanya untuk mengejar eksistensi. Jadi pas lah kiranya saya ikut anjuran pemerintah. Untuk kali ini harus taat. Pemerintah mengeluarkan edaran memang sudah seharusnya. Melindungi warganya. Juga punya dasar. Landasan agama. Punya dalil pula.

Sejak awal, memang ada pro dan kontra soal ibadah saat wabah. Sampai saat ini. Sudah ada edaran pemerintah kerja, ibadah, dan belajar di rumah saja. Ada yang taat pada edaran itu.
Sejumlah masjid sudah tertutup pagarnya mengikuti imbauan. Ada yang masih buka dengan menerapkan protokol jaga jarak. Ada juga masjid yang sama sekali biasa seperti tak terjadi wabah.

Halaman:
loading...

BACA JUGA

Jumat, 19 Oktober 2012 07:14

Sambaliung-Gunung Tabur Bakal Terhubung

<div> <div> <strong>TANJUNG REDEB</strong> - Selain Pembangunan Jembatan Kelay…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Terverifikasi Dewan Pers