MANAGED BY:
RABU
15 JULI
UTAMA | BALIKPAPAN | SAMARINDA | PRO BISNIS | KALTIM | OLAHRAGA | HIBURAN | LIFESTYLE | KALTARA
Kamis, 30 April 2020 13:40
Pemerataan Bahan Pokok Masih Jadi PR
ilustrasi

PROKAL.CO,

JAKARTA- Meski di atas kertas pasokan bahan pokok diklaim mencukupi, namun masih ada pekerjaan rumah yang perlu diperhatikan, yakni pemerataan pasokan. Sebab, di sejumlah daerah masih dilaporkan terjadinya defisit bahan pokok, sementara di sisi lain juga ada daerah yang mengalami surplus. Kementerian Perdagangan dan Kementerian Pertanian pun diminta untuk memetakan dengan baik tentang suplai dan permintaan tiap daerah.

Menteri Perdagangan Agus Suparmanto menegaskan bahwa pihaknya sudah menginstrusikan bahwa distribusi kebutuhan pokok akan dipercepat, agar langsung diterima daerah yang mengalami defisit stok. Fasilitas tol laut pun perlu dimanfaatkan secara maksimal terutama dalam pengiriman barang tujuan Indonesia Tengah dan Timur. "Pada dasarnya stok cukup untuk bisa memenuhi dan tinggal mengatur dan memastikan distribusi ini lancar,” ujar Agus, saat sesi konferensi pers virtual usai melakukan kunjungan ke pasar Kramat Jati, kemarin (29/4).

Mendag mengakui bahwa tata niaga kebutuhan pokok yang terganggu selama penanganan Korona, membuat stok barang di beberapa daerah menipis. Para produsen yang stoknya terkonsentrasi di pulau Jawa pun diminta segera memanfaatkan akses salah satunya transportasi tol laut untuk distribusi ke berbagai wilayah tujuan. "Tol laut sudah ada 26 trayek, ini antisipasi untuk mengisi defisit-defisit provinsi sehingga distribusi lancar dan tepat sasaran bagi provinsi yang memang perhitungannya kurang,” tambah Agus.

Menurut Agus, sejumlah komoditas seperti bawang merah dan gula masih berada di atas harga eceran tertinggi di beberapa daerah. Akan tetapi, pasokan yang mulai berdatangan membuat harga komoditas tersebut mengalami tren penurunan. "Memastikan beberapa provinsi yang defisit ini distribusinya lancar sehingga tidak ada defisit lagi,” urainya.

Mengenai perkembangan harga secara nasional, harga komoditas pangan terpantau naik dan turun di kisaran 0-5 persen. Komoditas-komoditas tersebut antara lain beras, minyak goreng, tepung terigu, kedelai, daging sapi, dan telur ayam ras. Berdasarkan informasi dari Asosiasi Bawang Merah Indonesia (ABMI), harga bawang merah saat ini mengalami kenaikan akibat turunnya produksi di sentra produksi bawang merah di Brebes Jawa Tengah hingga 10 persen.

Penurunan ini terjadi karena hasil tanam yang kurang bagus dan stok panen sebelumnya mengalami kerusakan. Di sisi lain, harga bibit bawang merah juga naik menjadiRp 40.000-45.000/kg dari biasanya Rp 20.000/kg. “Dari sisi distribusi ke Jakarta saat ini juga diinfokan ada penurunan. Pengiriman bawang merah dari Brebes ke Jakarta saat ini sebanyak 25 truk/hari berkurang 16 persen dari sebelumnya 30 truk/hari,” beber Agus.

Halaman:

BACA JUGA

Kamis, 11 Oktober 2012 13:00

Edisi Ketiga UKW Luluskan 23 Wartawan KPG

<div> <div> <strong>BALIKPAPAN</strong> &ndash; Uji Kompetensi Wartawan…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Terverifikasi Dewan Pers