MANAGED BY:
JUMAT
05 JUNI
UTAMA | BALIKPAPAN | SAMARINDA | PRO BISNIS | KALTIM | OLAHRAGA | HIBURAN | LIFESTYLE | KALTARA

PRO BISNIS

Jumat, 10 April 2020 13:09
Bulog Targetkan Penyerapan Beras 950 Ribu Ton

PROKAL.CO, JAKARTA - Untuk menjaga stok cadangan beras pemerintah (CBP) tetap ada di angka yang aman yaitu sekitar 1-1,5 juta ton, Perum Bulog tahun ini mentargetkan penyerapan beras sekitar 950 ribu ton dari petani. Penyerapan tersebut akan dioptimalkan sejak masa panen pertama yakni sekitar bulan April hingga Juni 2020.

Direktur Utama Bulog Budi Waseso atau akrab disapa Buwas menjelaskan bahwa CBP pemerintah di awal tahun 2020 ada di kisaran 1,88 juta ton. Sementara kebutuhan penyaluran ada di kisaran 1,62 juta ton. ”Dengan demikian penambahan 950 ribu ton itu diperlukan untuk menjada pasokan. Target tersebut ditujukan untuk menjaga stok CBP tetap ada di kisaran 1-1,5 juta ton,” ujar Buwas, saat melakukan rapat virtual dengan Komisi VI DPR RI, (9/4).

Lebih rinci Buwas menjelaskan bahwa rincian kebutuhan penyaluran 1,62 juta ton tersebut terdiri dari 1,2 juta ton untuk kebutuhan operasi pasar (stabilisasi harga). Sisanya sebanyak 15 ribu ton digunakan untuk alokasi bencana alam, 100 ribu ton untuk golongan anggaran, dan 300 ribu ton untuk Bantuan Pangan Non Tunai Khusus.

Mengenai penyerapan, Buwas membeberkan pada masa panen pertama yakni April sampai Juni 2020, target penyerapan gabah sebanyak 577 ribu ton. Lebih detil, lanjut Buwas pada April 2020, Bulog mentargerkan penyerapan gabah sebesar 222 ribu ton, dilanjutkan bulan Mei sebanyak 207 ribu ton dan bulan Juni sebanyak 148 ribu ton. ”Selama tiga bulan tersebut, banyaknya setara 61 persen total target penyerapan gabah tahun 2020,” urai Buwas.

Dalam proses penyerapan beras di masa panen, Buwas menegaskan bahwa pihaknya akan mematuhi kebijakan pemerintah dalam harga pembelian pemerintah (HPP) yang tertuang dalam Permendag 24 tahun 2020. ”“Mengacu pada HPP untuk menjaga harga di tingkat petani di tengah jumlah pasokan meningkat ketika panen,” urainya.

Sementara itu, Buwas juga menjelaskan bahwa Perum Bulog tengah menyiapkan skenario distribusi beras jika kebijakan pembatasan masih akan diberlakukan untuk waktu yang lebih lama. "Upaya pemenuhan stok yang dilakukan Perum Bulog untuk skenario jika terjadi lockdown adalah dengan memprioritaskan pengadaan (beras) dalam negeri," ujar Buwas.

Menurut Buwas, mekanisme sentralisasi pangan melalui Bulog sebagai operator akan membantu pemerataan stok di berbagai wilayah Indonesia. Mekanisme penjualan pangan pokok lewat e-commerce disebutnya akan menjadi strategi pemerintah dalam mempermudah akses masyarakat selama ada pembatasan. Dia menuturkan bahwa kanal online milik Bulog yaitu panganan.com dapat menjadi pilihan untuk masyarakat di 8 kota besar, seperti Jakarta, Medan, Sulawesi dan daerah di pulau Jawa lainnya. "Pembelian online dapat menghindari kerumunan masal, mengurangi masyarakat ke luar rumah," jelasnya.

Alternatif lainnya, distribusi lewat ritel, seperti Indomaret dan Alfamaret yang telah menjalin kerja sama dengan pemerintah. Buwas menjamin paket beras yang disalurkan kedua ritel tersebut akan sesuai dengan harga yang ditetapkan Bulog.

Seperti diketahui, daerah yang sudah menerapkan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) adalah DKI Jakarta, namun daerah lain juga diperkirakan akan mengusulkan. “Jadi persiapan Ramadhan Idul Fitri 2020, diperkirakan akan berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya,” tegas Buwas.

Bulog saat ini memiliki sejumlah gudang yang tersebar di seluruh Indonesia. Diantaranya DKI Jakarta-Banten yang mengirim ke sejumlah wilayah, yakni Aceh, Sumatera Utara, Riau dan Kepulauan Riau serta Kalimantan Barat. Kemudian gudang Lampung mengirimkan ke Sumatera Selatan, Bangka Belitung, Sumatera Barat, Jambi serta Bengkulu.

Bergeser sedikit ke timur, gudang di Jawa Timur bertanggung jawab mengirim distribusi ke sejumlah wilayah, diantaranya Kalimantan Selatan, Bali, NTT hingga sebagian Papua dan Papua Barat. Begitu juga gudang di Sulawesi Selatan yang juga mengirim ke Papua dan Papua Barat, Sulawesi Tenggara hingga Maluku. (agf)

 

Data Stok Terkini Bulog

 

Komoditas Kisaran Stok

Gula 5.068,53 ton

Daging kerbau 113,21 ton

Tepung terigu 614,64 ton

Minyak goreng 781,15 kilo liter

Bawang merah 270 kilogram (kg)

Bawang putih 500 kg

Telur 20,28 ton

 

Sumber GrafisL Bulog


BACA JUGA

Jumat, 31 Januari 2020 11:47

Tambah Satu Crane, PT Pelindo IV Matangkan Rencana Pengembangan Semayang

PT Pelindo IV Balikpapan optimistis kinerja sepanjang tahun ini lebih…

Kamis, 30 Januari 2020 15:04

Jadi Favorit, Permintaan Kopi Terus Naik

SURABAYA– Permintaan kopi dalam negeri terus meningkat. Itu tidak terlepas…

Kamis, 30 Januari 2020 14:44

RUU Omnibus Law Optimistis Dongkrak Ekonomi Daerah

Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) kebijakan omnibus law bisa mendorong kinerja…

Kamis, 30 Januari 2020 14:44

Kunjungan Bisnis Terganggu Corona

SAMARINDA – Penyebaran wabah virus corona berpotensi menghambat pengusaha dalam…

Rabu, 29 Januari 2020 13:09

Krakatau Steel Restrukturisasi Utang

JAKARTA – PT Krakatau Steel Tbk berhasil merestrukturisasi utang senilai…

Rabu, 29 Januari 2020 12:07

Target Integrasikan Pelabuhan di Kaltim

BALIKPAPAN - PT Pelabuhan Indonesia (Pelindo) IV siap mendukung berjalannya…

Selasa, 28 Januari 2020 13:40

Garap Mobil Listrik Hyundai Inves USD 750 Juta

JAKARTA– Grab Indonesia bekerja sama dengan PT Hyundai Motor Indonesia…

Selasa, 28 Januari 2020 10:48

Bantu UMKM Perluas Pasar

SAMARINDA- Tak hanya mempermudah pelaku usaha mikro kecil dan menengah…

Selasa, 28 Januari 2020 10:42

Pertahankan Resep Warisan Mertua, Terbantu Marketplace

Menjaga konsistensi rasa masakan dan memuaskan pelanggan menjadi kunci sukses…

Senin, 27 Januari 2020 12:09
Menjaga Eksistensi Usaha ala Hadlan Feriyanto Munajat

Jangan Lupa Bahagia, Kombinasikan Hobi dengan Bisnis

Berbisnis tak melulu soal keuntungan. Tapi akan lebih memuaskan jika…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Terverifikasi Dewan Pers