MANAGED BY:
MINGGU
31 MEI
UTAMA | BALIKPAPAN | SAMARINDA | PRO BISNIS | KALTIM | OLAHRAGA | HIBURAN | LIFESTYLE | KALTARA

PRO BISNIS

Jumat, 10 April 2020 12:51
Rupiah Tinggalkan Level Rp 16 Ribu per USD
ilustrasi

PROKAL.CO, JAKARTA- Sempat terpuruk akibat pandemi virus korona (Covid-19), nilai tukar rupiah perlahan tapi pasti meninggalkan level Rp 16 ribu. Gubernur Bank Indonesia (BI) Perry Warjiyo menyatakan, mata uang garuda bergerak stabil dan cenderung menguat. Kemarin, rupiah diperdagangkan Rp 15.930 per USD.

 “Nilai tukar rupiah menguat sesuai dengan mekanisme pasar yang dinamis. Tidak terlepas dari peran pelaku pasar dan eksportir yang ikut menjaga stabilitas rupiah di pasar,” ucap Perry dalam video conference. Perry menuturkan, ada beberapa faktor yang mempengaruhi penguatan rupiah. Secara fundamental masih undervalue. Artinya, rupiah diperdagangkan lebih rendah daripada seharusnya. Sehingga, akan cenderung menguat terhadap USD.

Kemudian, keyakinan pasar akan langkah kebijakan mitigasi Covid-19 oleh BI bersama pemerintah, Otoritas Jasa Keuangan (OJK), dan Lembaga Penjamin Simpanan (LPS). Baik dari sisi fiskal, moneter, maupun kredit.

Alumnus Iowa State University, Amerika Serikat tersebut menilai, kondisi risiko global berangsur-angsur membaik. Pasar melihat tingkat kenaikan kasus Covid-19 berangsur-angsur menurun. Mengingat, berbagai negara membuat langkah-langkah preventif untuk menekan penyebaran virus asal Wuhan tersebut.

“Termasuk Indonesia. Penerapan pembatasan sosial skala besar (PSBB) yang diterapkan DKI Jakarta mulai 10 April (hari ini, Red) diperkirakan akan dapat menekan penyebaran Covid-19,” kata Perry optimis.

Menguatnya rupiah, praktis mengurangi kebutuhan BI untuk melakukan stabilisasi nilai tukar. Makanya, Perry optimis cadangan devisa Indonesia akan meningkat akhir April nanti. Yakni, berkisar 125 miliar USD dari 121 miliar USD dari catatan akhir Maret lalu.

Bertambahnya jumlah cadang devisa juga karena penerbitan global bond senilai 4,3 miliar dolar AS oleh Kementerian Keuangan. “Jumlah cadangan devisa lebih dari cukup untuk pembiayaan impor, pembayaran utang luar negeri pemerintah, dan untuk melakukan langkah-langkah stabilisasi nilai tukar rupiah,” jelas pria asal Sukoharjo itu.

Selain itu, BI juga menyampaikan, harga bahan pokok masih terkendali. Berdasarkan survei pemantauan harga hingga pekan kedua April, inflasi diprediksi 0,2 persen month to month (mom). Sedangkan, inflasi tahunan sebesar 2,8 persen. Perry yakin inflasi terkendali karena pasokan bahan pokok terus tersedia. Kemudian, tingkat pertumbuhan ekonomi lebih rendah dari kemampuan kapasitas produksi nasional. “Sehingga kita mengalami yang biasa disebut kesenjangan output yang negatif. Artinya, tekanan-tekanan inflasi dari sisi permintaan itu terkendali,” terangnya.

Orang nomor satu di BI itu menegaskan, pelemahan rupiah saat ini tidak terlalu berpengaruh pada harga bahan pokok. Artinya, ketika rupiah lemah tidak lantas membuat harga bahan pokok ikut naik tinggi. (han)


BACA JUGA

Jumat, 31 Januari 2020 11:47

Tambah Satu Crane, PT Pelindo IV Matangkan Rencana Pengembangan Semayang

PT Pelindo IV Balikpapan optimistis kinerja sepanjang tahun ini lebih…

Kamis, 30 Januari 2020 15:04

Jadi Favorit, Permintaan Kopi Terus Naik

SURABAYA– Permintaan kopi dalam negeri terus meningkat. Itu tidak terlepas…

Kamis, 30 Januari 2020 14:44

RUU Omnibus Law Optimistis Dongkrak Ekonomi Daerah

Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) kebijakan omnibus law bisa mendorong kinerja…

Kamis, 30 Januari 2020 14:44

Kunjungan Bisnis Terganggu Corona

SAMARINDA – Penyebaran wabah virus corona berpotensi menghambat pengusaha dalam…

Rabu, 29 Januari 2020 13:09

Krakatau Steel Restrukturisasi Utang

JAKARTA – PT Krakatau Steel Tbk berhasil merestrukturisasi utang senilai…

Rabu, 29 Januari 2020 12:07

Target Integrasikan Pelabuhan di Kaltim

BALIKPAPAN - PT Pelabuhan Indonesia (Pelindo) IV siap mendukung berjalannya…

Selasa, 28 Januari 2020 13:40

Garap Mobil Listrik Hyundai Inves USD 750 Juta

JAKARTA– Grab Indonesia bekerja sama dengan PT Hyundai Motor Indonesia…

Selasa, 28 Januari 2020 10:48

Bantu UMKM Perluas Pasar

SAMARINDA- Tak hanya mempermudah pelaku usaha mikro kecil dan menengah…

Selasa, 28 Januari 2020 10:42

Pertahankan Resep Warisan Mertua, Terbantu Marketplace

Menjaga konsistensi rasa masakan dan memuaskan pelanggan menjadi kunci sukses…

Senin, 27 Januari 2020 12:09
Menjaga Eksistensi Usaha ala Hadlan Feriyanto Munajat

Jangan Lupa Bahagia, Kombinasikan Hobi dengan Bisnis

Berbisnis tak melulu soal keuntungan. Tapi akan lebih memuaskan jika…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Terverifikasi Dewan Pers