MANAGED BY:
MINGGU
07 JUNI
UTAMA | BALIKPAPAN | SAMARINDA | PRO BISNIS | KALTIM | OLAHRAGA | HIBURAN | LIFESTYLE | KALTARA

UTAMA

Kamis, 09 April 2020 13:35
NGERI..!! AS Dekati Prediksi 2 Ribu Tewas Per Hari karena Covid-19
Kapal rumah sakit USNS Comfort berlabuh di Dermaga 90 Manhattan di Kota New York, New York, Amerika Serikat. Jumlah kematian terkait virus corona di New York telah melampaui jumlah korban serangan teroris 9 September 2011. ANTARA FOTO/REUTERS/MIKE SEGAR/WSJ/DJ

PROKAL.CO, WASHINGTON DC – Selasa (7/4) menjadi hari yang kelam bagi AS. Sebanyak 1.885 orang meninggal karena Covid-19 dalam sehari. Itu adalah korban harian tertinggi di Negeri Paman Sam tersebut. Sebanyak 731 korban berada di New York. Salah satu yang menjadi korban adalah penyanyi dan penulis lagu John Prine. Total korban jiwa di AS sudah mencapai 12.895 orang, tertinggi setelah Italia dan Spanyol.

Johns Hopkins University mengungkap bahwa angka penularan di negara yang dipimpin Presiden Donald Trump itu sudah tembus 400 ribu. Itu menjadi yang paling besar di dunia. ’’AS mungkin sedang menuju puncak (wabah),’’ ujar Trump seperti dikutip BBC.

AS memang sudah memperkirakan bahwa kematian di negara tersebut bakal mencapai angka 100 ribu–240 ribu. Puncaknya pada pertengahan April. Saat itu, diperkirakan 2 ribu orang meninggal per hari.

Seperti biasa, Trump mencari kambing hitam. Badan Kesehatan Dunia (WHO) menjadi korban. Versi Trump, WHO memberi nasihat yang buruk dan terlalu fokus pada Tiongkok. ’’WHO benar-benar gagal. Ia sebagian besar didanai oleh AS, namun sangat Tiongkok-sentris,’’ ujarnya. Trump bahkan mengancam akan mempertimbangkan untuk memotong anggaran lembaga yang diketuai Tedros Adhanom Ghebreyesus tersebut.

AS bukan satu-satunya yang terpukul dengan tingginya angka kematian akibat penularan virus SARS-CoV-2 itu. India, Italia, Spanyol, Prancis, Inggris, dan beberapa negara lainnya mengalami hal serupa. Kematian tertinggi biasanya terjadi di kota-kota besar.

Berdasar hasil penelitian yang dilakukan Harvard TH Chan School of Public Health, Boston, terungkap bahwa peningkatan level partikel polusi beberapa tahun sebelum pandemi Covid-19 berlangsung menyumbang 15 persen peningkatan rata-rata angka kematian. Manhattan yang kualitas udaranya lebih baik dari New York terbukti memiliki tingkat kematian yang juga lebih rendah.

Penelitian serupa dilakukan di Italia dan dipublikasikan di jurnal Environmental Pollution. Hasilnya hampir serupa dengan penelitian di AS. ’’Kami menyimpulkan bahwa tingginya polusi di wilayah utara Italia harus dipertimbangkan sebagai salah satu faktor tingginya kematian di wilayah tersebut,’’ bunyi penelitian tersebut seperti dikutip The Guardian.

Wilayah Lombardy dan Emilia-Romagna punya rata-rata kematian 12 persen. Di sana, tingkat polusi tinggi. Wilayah lain di Italia hanya memiliki rata-rata angka kematian 4,5 persen akibat Covid-19.

Paparan polusi terus-menerus berpengaruh pada fungsi saluran pernapasan seseorang. Nah, virus yang menyebabkan penyakit Covid-19 tersebut menyerang organ pernapasan. Karena itu, imbasnya cukup fatal bagi seseorang yang terlalu lama terpapar polusi.

Sementara itu, di Yunani kasus penularan dan angka kematiannya terbilang rendah. Itu bukan hanya karena negeri para dewa tersebut memiliki polusi yang lebih rendah. Tapi, juga kesigapan yang luar biasa.

Mereka melarang semua kegiatan sejak Februari. Penduduk diminta untuk menjaga jarak dan sedapat mungkin di dalam rumah. Kegiatan belajar-mengajar dilakukan dari rumah jauh hari sebelum ada korban jiwa. Karena itulah, korban jiwa di negara tersebut hanya 81 orang. Jauh berbeda dengan negara-negara tetangganya di Eropa.

Yunani memang harus berpikir cepat. Negara itu sudah lama mengalami krisis ekonomi. Jika wabah Covid-19 tidak terkendali, dampaknya bakal jauh lebih luar biasa. Seperempat populasinya juga merupakan penduduk yang berusia 60 tahun ke atas. Yunani hanya memiliki 910 tempat tidur di ICU. Namun, hingga kemarin baru 10 yang terpakai. (sha/c6/dos)

 

Ada Apa di Negara Mereka?

 

- India: PM India Narendra Modi mengindikasikan bahwa lockdown yang seharusnya usai 14 April bakal diperpanjang. Mumbai sudah bersiap melakukan karantina wilayah sampai 30 April karena kasus yang terus melambung.

- Arab Saudi: Kementerian Kebudayaan meluncurkan program Reading Marathon yang mendorong penduduk agar membaca selama di rumah. Saudi menerapkan jam malam di beberapa kota untuk mencegah penularan Covid-19. Karantina diterapkan di Riyadh, Tabuk, Dammam, Dhahran, dan Hofuf.

- Turki: Pemerintah membantu pegawai yang terpaksa cuti tanpa dibayar karena dampak Covid-19 dengan membayar sekitar 60 persen gajinya. Bantuan juga diberikan kepada 2,3 juta penduduk berpenghasilan rendah. Total ada 4,4 juta penerima.

- Italia: Pemerintah menutup pelabuhan untuk para pencari suaka. Mereka menyatakan bahwa negaranya tidak aman.

- Malaysia: Pemerintah Malaysia membagikan 24,62 juta masker ke penduduk. Stok APD mereka memadai. Tidak ada satu pun petugas medis yang tertular Covid-19 karena merawat pasien.

- Tiongkok: Zisiqiao, desa yang membudidayakan ular di Tiongkok, kini sepi. Selama empat dekade, mereka telah menjadi penghasil ular.

- Singapura: Parlemen meloloskan undang-undang yang melarang kegiatan yang mengumpulkan orang, baik di tempat umum maupun pribadi.

 

Sumber: New Straits Times, Gulf News, Middle East Monitor, Free Malaysia Today, CNA

loading...

BACA JUGA

Sabtu, 06 Juni 2020 19:59

Tujuh Pasien di Samarinda Sembuh Covid-19, Tengok Terapi yang Dilakukan Tim Medis

SAMARINDA - Penambahan kasus sembuh covid-19 di Kalimantan Timur pada…

Sabtu, 06 Juni 2020 12:42

Meski Diterpa Badai, Perluasan Kilang Balikpapan Tetap Jalan

BALIKPAPAN–Meski sektor hulu dan hilir migas sedang diterpa badai, PT…

Sabtu, 06 Juni 2020 12:41

Garuda Rencana Naikkan Harga Tiket

BALIKPAPAN–PT Garuda Indonesia berencana menaikkan harga tiket pesawat jika kebijakan…

Sabtu, 06 Juni 2020 12:36

Sudah 316 Orang Terkonfirmasi Positif Covid-19 di Kaltim

SAMARINDA–Kasus Covid-19 di Kaltim memasuki hari-79, Kamis (4/6), sejak pertama…

Jumat, 05 Juni 2020 13:47
Yang Penuh Sejarah, Yang Berbiaya Mahal, ”Bersatu” dalam Kesuraman (1)

Seandainya Yang Rp 200 Miliar Itu Cair pun Tak Cukup Lagi

Di saat Stadion Andi Mattalatta menjadi ”kebun sayur”, satu per…

Jumat, 05 Juni 2020 13:45
Dari Diskusi Virtual Banjir Samarinda

Hajar Sama-Sama Banjir di Samarinda, Mulai dari Superteam sampai Bangun Polder

SAMARINDA-Kaltim Post kembali menggelar diskusi virtual kemarin (4/6). Kali ini…

Jumat, 05 Juni 2020 13:43
Mulai Pertengahan Juni Lewat Tol Balsam Berbayar

Tarif Tol Balikpapan-Samarinda Lebih Mahal dari Usulan Awal

BALIKPAPAN–Mulai 14 Juni, Tol Balikpapan-Samarinda (Balsam) ruas Samboja-Samarinda tak lagi…

Kamis, 04 Juni 2020 15:48

Dana Haji Tidak Boleh Dialihfungsikan, Uang Pelunasan Tak Ditarik, Bakal Dikelola BPKH

JAKARTA – Pengelolaan dana haji menjadi isu sensitif setelah Kementerian…

Kamis, 04 Juni 2020 15:29

Ibadah Haji Batal, Travel Minta Kepastian

BALIKPAPAN-Dibatalkannya pemberangkatan haji tahun ini membuat efek terhadap agen perjalanan…

Kamis, 04 Juni 2020 15:28

Rumah Ibadah Kesulitan Sediakan Pemindai Suhu Tubuh

BALIKPAPAN–Belum semua masjid di Kota Minyak mengajukan pengurusan izin pembukaan…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Terverifikasi Dewan Pers