MANAGED BY:
MINGGU
07 JUNI
UTAMA | BALIKPAPAN | SAMARINDA | PRO BISNIS | KALTIM | OLAHRAGA | HIBURAN | LIFESTYLE | KALTARA

UTAMA

Rabu, 08 April 2020 14:23
Ini Dia..!! 37 Sikap Blunder Pemerintah terkait Covid-19

Catatan LP3ES, Picu Kepanikan dan Gerus Kepercayaan Publik

ilustrasi

PROKAL.CO, JAKARTA– Lembaga Penelitian, Pendidikan, Penerangan Ekonomi dan Sosial (LP3ES) merilis penelitian terkait komunikasi politik pemerintah selama menghadapi pandemi Covid-19. Hasilnya, pemerintah dinilai banyak melakukan blunder dan menjadi polemik di masyarakat.

Direktur LP3ES Wijayanto menyampaikan sedikitnya ada 37 pernyataan pemerintah yang memicu kontroversi. Itu terhitung selama kurun waktu 1 Januari hingga 5 April. "Banyak pernyataan yang

memicu kepanikan bahkan ketidakpercayaan publik," kata Wijayanto kepada Jawa Pos, (7/4). LP3ES membagi penelitian menjadi tiga fase. Fase pra krisis, misalnya tercatat ada 13 kekeliruan pemerintah yang disampaikan melalui media. Adapun fase awal krisis tercatat 4 blunder dan fase krisis sebanyak 20 kekeliruan.

Pada fase pra krisis, pemerintahan kabinet Jokowi-Ma'ruf terkesan tidak siap menghadapi wabah virus korona. Bahkan menolak kemungkinan Indonesia terjangkit Covid-19. "Dari pernyataan para pejabat, jelas sekali pemerintah tidak serius dan meremehkan," ujar Wijayanto.

Itu terekam melalui pernyataan Presiden Jokowi, Wapres KH Ma'ruf Amin dan sejumlah pembantunya. Seperti Menteri Kesehatan Terawan Agus Putranto, Menko Kemaritiman dan Investasi Luhut Panjaitan, Menko Polhukam Mahfud MD, Kepala BNPB Doni Monardo hingga Jubir Pemerintah untuk Penanganan Covid-19 Achmad Yudianto.

Pada fase pra krisis, misalnya. Saat itu Tiongkok dan sejumlah negara di Eropa mulai memberlakukan lockdown dan social distancing untuk mencegah penyebaran virus. Namun pemerintah Indonesia masih merespon santai. Bahkan pemerintah meminta perusahaan maskapai memberi insentif untuk wisatawan asing.

Pemerintah pun sudah diingatkan oleh sejumlah lembaga internasional untuk memberi respon cepat. Termasuk Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) yang meragukan klaim pemerintah bahwa kasus Covid-19 masih nihil. Universitas Harvard juga meminta Indonesia waspada karena bisa jadi penyebaran virus tidak terdeteksi. "Tapi lagi-lagi sampai akhir Februari pemerintah seperti tidak serius," jelas peraih doktor dari Universitas Leiden, Belanda, itu.

Akibatnya, masyarakat gagal menyiapkan diri untuk menghadapi wabah virus. Padahal persebaran virus terus terjadi.

Pada fase krisis muncul sejumlah pernyataan yang membuat polemik di masyarakat. Salah satunya pernyataan Jubir Pemerintah untuk Penanganan Covid-19 Achmad Yudianto seperti menyudutkan masyarakat miskin sebagai biang menyebarkan virus ke orang kaya. "Mungkin dia tidak sengaja. Tetapi apapun itu sangat mengganggu," paparnya.

Wijayanto mengungkapkan blunder yang terus terjadi membuat kepercayaan publik terhadap pemerintah menjadi turun. Dia menyarankan supaya pemerintah lebih transaparan dan konsisten dalam menghadapi pandemi Covid-19 ini.

"Pemerintah harus lebih serius. Hanya dengan kepercayaan dan dukungan publik Indonesia bisa lepas dari bencana ini," tegasnya. (mar)

 

Blunder Komunikasi Politik Pemerintah hadapi Covid-19:

 

Fase Pra Krisis:

27 Januari

Menkes Terawan Agus Putranto terkesan meremehkan Covid-19 yang sudah mulai menjangkiti sejumlah negara. Dia minta masyarakat tetap enjoy dan tidak resah

11 Februari

Peneliti Harvard mengingatkan pemerintah Indonesia waspada karena virus korona bisa jadi tidak terdeteksi. Menteri Kesehatan Terawan lagi-lagi menyangkal dengan menyebut peralatan kesehatan Indonesia sudah memadai

12 Februari

Saat Tiongkok dan sejumlah negara terjangkit Covid-19, Presiden Jokowi meminta maskapai memberi insentif bagi wisatawan domestik dan asing

28 Februari

Wapres KH Ma’ruf Amin menyebut virus korona menyingkir dari Indonesia karena banyak kiayi dan ulama yang selalu membaca doa qunut

 

Fase Awal Krisis:

2 Maret

Meski sudah ada dua WNI positif Covid-19, Presiden Jokowi tetap mendorong insentif bagi wisatawan domestik maupun asing

4 Maret

Jubir Pemerintah untuk Penanganan Covid-19 Achmad Yurianto membantah pasien suspect asal Cianjur positif Covid-19. Namun tak lama berselang mengakui yang yang bersangkutan positif

 

Fase Krisis:

27 Maret

Pernyataan Jubir Pemerintah untuk Penanganan Covid-19 Achmad Yurianto menuai kontroversi. ’’Yang kaya melindungi yang miskin agar bisa hidup dengan wajar dan yang miskin melindungi yang kaya agar tidak menularkan penyakit”

31 Maret

Presiden Jokowi mengumumkan darurat sipil jika kemungkinan paling buruk terjadi. Darurat sipil menjadi polemik sehingga diralat menjadi darurat kesehatan

1 April

Presiden melarang mudik lebaran karena berisiko memperluas sebaran virus. Tak lama berselang Jubir Presiden Fadjroel Rachman meralat pernyataan presiden dengan menyebut tidak ada larangan mudik lebaran. Dengan syarat pemudik wajib mengisolasi mandiri selama 14 hari dan berstatus ODP. Namun tak berselang lama Mensesneg Pratikno mengklarifikasi pernyataan Fadjroel dengan menyebut masyarakat tidak perlu

Sumber: Hasil Penelitian LP3ES


BACA JUGA

Minggu, 07 Juni 2020 13:40

Mitra Mengundurkan Diri, Kilang Bontang Resmi Ditunda

Setelah setahun tanpa kejelasan, megaproyek Grass Root Refinery (GRR) di…

Minggu, 07 Juni 2020 12:41

Tagihan Listrik Bengkak Ngga Kira-Kira, Ini Penjelasannya...

Para pelanggan PT Perusahaan Listrik Negara (PLN) mengeluhkan tagihan listrik…

Sabtu, 06 Juni 2020 19:59

Tujuh Pasien di Samarinda Sembuh Covid-19, Tengok Terapi yang Dilakukan Tim Medis

SAMARINDA - Penambahan kasus sembuh covid-19 di Kalimantan Timur pada…

Sabtu, 06 Juni 2020 12:51
Tarif Tol Balsam, DPRD-Apindo Soroti Kontribusi APBD

Tarif Tol Dianggap Kemahalan, Ini Jawaban Mereka...

BALIKPAPAN–Perlu waktu enam bulan bagi Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan…

Sabtu, 06 Juni 2020 12:42

Meski Diterpa "Badai", Perluasan Kilang Balikpapan Tetap Jalan

BALIKPAPAN–Meski sektor hulu dan hilir migas sedang diterpa badai, PT…

Sabtu, 06 Juni 2020 12:41

Garuda Rencana Naikkan Harga Tiket

BALIKPAPAN–PT Garuda Indonesia berencana menaikkan harga tiket pesawat jika kebijakan…

Sabtu, 06 Juni 2020 12:36

Sudah 316 Orang Terkonfirmasi Positif Covid-19 di Kaltim

SAMARINDA–Kasus Covid-19 di Kaltim memasuki hari-79, Kamis (4/6), sejak pertama…

Jumat, 05 Juni 2020 13:47
Yang Penuh Sejarah, Yang Berbiaya Mahal, ”Bersatu” dalam Kesuraman (1)

Seandainya Yang Rp 200 Miliar Itu Cair pun Tak Cukup Lagi

Di saat Stadion Andi Mattalatta menjadi ”kebun sayur”, satu per…

Jumat, 05 Juni 2020 13:45
Dari Diskusi Virtual Banjir Samarinda

Hajar Sama-Sama Banjir di Samarinda, Mulai dari Superteam sampai Bangun Polder

SAMARINDA-Kaltim Post kembali menggelar diskusi virtual kemarin (4/6). Kali ini…

Jumat, 05 Juni 2020 13:43
Mulai Pertengahan Juni Lewat Tol Balsam Berbayar

Tarif Tol Balikpapan-Samarinda Lebih Mahal dari Usulan Awal

BALIKPAPAN–Mulai 14 Juni, Tol Balikpapan-Samarinda (Balsam) ruas Samboja-Samarinda tak lagi…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Terverifikasi Dewan Pers