MANAGED BY:
SABTU
31 JULI
UTAMA | BALIKPAPAN | SAMARINDA | PRO BISNIS | KALTIM | OLAHRAGA | HIBURAN | LIFESTYLE | KALTARA

PRO BISNIS

Rabu, 08 April 2020 13:06
Stok Pangan Aman Sampai Tiga Bulan
Stok bahan makanan di Kaltim masih sangat cukup untuk memenuhi kebutuhan masyarakat. Bahkan sampai 3-4 bulan ke depan.

PROKAL.CO,

SAMARINDA - Masyarakat Kaltim diminta tidak panik. Kebutuhan pokok dipastikan tetap aman dan harganya stabil. Sebab pemerintah terus berusaha menjaga ketersediaan bahan pangan di tengah merebaknya virus corona dan adanya pembatasan aktivitas di berbagai daerah. Mereka memastikan stok yang tersedia cukup memenuhi permintaan 3-4 bulan ke depan.

Kepala Dinas Perindustrian, Perdagangan, Koperasi, (Disperindagkop) dan UKM Kaltim Fuad Asaddin mengatakan, stok bahan makanan di Kaltim masih sangat cukup untuk memenuhi kebutuhan masyarakat. Bahkan sampai 3-4 bulan ke depan. “Stok pangan maupun harga semuanya dalam keadaan normal. Di Kaltim tidak terjadi panic buying. Semua masih batas wajar,” katanya.

Pihaknya akan terus memantau stok bahan pokok. Apalagi sudah memiliki aplikasi untuk memantau stok bahan makanan di pedagang besar. Melalui aplikasi Sistem Informasi Perdagangan Antar Provinsi (SIPAP). “Kami akan selalu jaga karena jika terjadi panic buying inflasi akan naik. Namun semuanya masih terkendali. Bahkan pada Maret kita masih mengalami deflasi,” tambahnya.

Terpisah, Pengamat Ekonomi Kaltim Aji Sofyan Effendi mengatakan, seharusnya pemerintah tidak hanya menyediakan stok pangan sampai tiga bulan. Idealnya dalam keadaan menekan penyebaran Covid-19, stok pangan harus cukup sampai enam bulan ke depan. "Sebab kalau di bawah itu takutnya ketika kebijakan lock down diambil. Lalu stok pangan hanya tiga bulan, akan terjadi panic buying," tuturnya.

Basis perhitungan para pemegang kepentingan pangan, seperti Bulog, Disperindag dan lainnya dalam keadaan karantina terbatas ini, seharusnya bisa melebihi stok biasanya. "Kalau dikatakan aman, pasti aman dan mencukupi sesuai kebutuhan. Namun dengan stok hanya cukup tiga bulan, ini menandakan kita belum siap lock down," pungkasnya. (ctr/ndu/k18)


BACA JUGA

Sabtu, 31 Juli 2021 12:35
PPKM Berdampak ke Okupansi

Perhotelan Atur Siasat Tetap Bertahan

SAMARINDA-Pusat perbelanjaan memang terpukul setelah pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM)…

Sabtu, 31 Juli 2021 12:34
Perbankan Pastikan PPKM Tak Ganggu NPL

Pandemi, Diklaim Kredit Macet Masih Terkendali

Potensi kredit macet dinilai selalu ada. Namun, perbankan menilai kondisinya…

Sabtu, 31 Juli 2021 12:33

Pengusaha Berharap Zero ODOL Ditunda

SAMARINDA-Pelaku usaha menegaskan tidak meminta Kementerian Perhubungan (Kemhub) membatalkan aturan…

Jumat, 30 Juli 2021 13:06

Okupansi Hotel di Kaltim Terjun Bebas

Penerapan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) menggerus tingkat hunian kamar hotel…

Jumat, 30 Juli 2021 13:04

PHK Menghantui, Pengusaha Tetap Taat

SAMARINDA - Menteri Dalam Negeri (Mendagri) menerbitkan Instruksi Mendagri (Inmendagri)…

Rabu, 28 Juli 2021 14:05

Pulihkan Pariwisata lewat Konsep Smart Tourism

SAMARINDA- Konsep smart tourism bakal dijadikan solusi untuk mengembangkan kawasan…

Rabu, 28 Juli 2021 14:03

Pembatasan Ketat Mobilitas, Ekonomi Kaltim Diyakini Masih Kukuh

Pembatasan ketat mobilitas masyarakat yang terus berlanjut membuat Bank Indonesia…

Rabu, 28 Juli 2021 11:34

Cash Flow Menipis untuk Tutupi Kerugian Selama 2020, Gelombang PHK Mengintai

Pemerintah memutuskan kembali memperpanjang penerapan pembatasan aktivitas masyarakat (PPKM) Level…

Rabu, 28 Juli 2021 11:32

Realisasi KUR Capai Rp 143 Triliun

SAMARINDA – Pemerintah mencatat realisasi serapan kredit usaha rakyat (KUR)…

Rabu, 28 Juli 2021 11:21

Bayang-Bayang PHK di Tengah Pemberlakuan PPKM Level 4

Pandemi Covid-19 gelombang kedua memang membuat para pengusaha kembali melakukan…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Terverifikasi Dewan Pers