MANAGED BY:
MINGGU
07 JUNI
UTAMA | BALIKPAPAN | SAMARINDA | PRO BISNIS | KALTIM | OLAHRAGA | HIBURAN | LIFESTYLE | KALTARA
Selasa, 07 April 2020 14:14
Kemenag Tunda Pengumuman Kelulusan Petugas Haji

PROKAL.CO, JAKARTA – Sedianya pengumuman kelulusan seleksi petugas haji non kloter atau panitia penyelenggara ibadah haji (PPIH) Arab Saudi diumumkan Senin (6/4). Namun Kementerian Agama (Kemenag) memutuskan penundaan pengumuman itu. Selain itu Kemenag juga sedang mengkaji format pembekalan petugas haji non kloter.

Penundaan pengumuman kelulusan petugas haji itu terkait dengan kondisi darurat wabah Covid-19 yang sampai sekarang terus berkembang. Merujuk pengalaman tahun lalu, pengumuman kelulusan petugas haji non kloter itu diumumkan menjelang masuk bulan Ramadan.

Setelah nama-nama calon petugas haji yang lolos seleksi diumumkan, tahap berikutnya adalah pembekalan atau petugas haji. Kegiatan pembekalan itu berlangsung selama sepuluh hari dan terpusat di asrama haji Pondok Gede, Jakarta. Namun tahun ini Kemenag bakal menidakan pembekalan petugas haji secara konvensional dengan tatap muka. Sebab tidak ingin terulang kejadian pembekalan petugas haji di asrama haji Sukililo Surabaya yang akhirnya menjadi klister penularan Covid-19.

’’Kami memutuskan untuk menunda pengumuman (hasil, Red) seleksi dan pembekalan petugas haji PPIH Arab Saudi,’’ kata Dirjen Haji dan Penyelenggaraan Umrah Kemenag Nizar Ali kemarin (6/4). Penundaan itu sesuai dengan arahan Presiden Joko Widodo dan Menteri Agama Fachrul Razi supaya tidak melaksanakan kegiatan dengan jumlah peserta yang banyak di masa darurat Covid-19 saat ini.

Nizar menjelaskan petugas haji PPIH Arab Saudi atau petugas haji non kloter adalah salah satu unsur petugas penyelenggaraan haji. Diantaranya berasal dari unsur Polri, TNI, tenaga kesehatan, hingga wartawan. Program pelatihan PPIH Arab Saudi sedianya diikuti sekitar 1.200 orang.

’’Dengan kondisi saat ini, tentunya hal tersebut tidak memungkinkan. Oleh karena itu, kami pun menyampaikan beberapa skema alternative pelatihan petugas haji,’’ katanya. Diantaranya yang sedang disiapkan adalah skema pelatihan petugas haji secara online. Dengan mengombinasikan materi praktik dan teori. Untuk materi praktek akan dilakukan dengan pembekalan singkat secara offline. Sementara untuk pembekalan materi dilakukan secara online penuh.

’’Jika jika kepastian penyelenggaraan haji diumumkan pemerintah Kerajaan Arab Saudi dalam waktu yang berdekatan dengan pelaksanaan, maka kami akan melakukan kombinasi pelatihan (online dan offline, Red),’’ tuturnya. Kemenag tetap memastikan seluruh petugas haji memiliki persiapan yang menyeluruh untuk melayani jamaah. Di tengah wabah Cvid-19, pembekalan petugas haji tetap penting. Sebab salah satu factor utama keberhasilan penyelenggaraan haji adalah pelayanan dari para petugas haji. (wan)


BACA JUGA

Kamis, 11 Oktober 2012 13:00

Edisi Ketiga UKW Luluskan 23 Wartawan KPG

<div> <div> <strong>BALIKPAPAN</strong> &ndash; Uji Kompetensi Wartawan…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Terverifikasi Dewan Pers