MANAGED BY:
SELASA
26 MEI
UTAMA | BALIKPAPAN | SAMARINDA | PRO BISNIS | KALTIM | OLAHRAGA | HIBURAN | LIFESTYLE | KALTARA

UTAMA

Senin, 06 April 2020 14:35
Kisah Pasien Positif Covid-19 yang Dinyatakan Sembuh: Arniwati (2-Habis)
Hindari Membaca Kabar Buruk, Pilih Tak Aktif di Media Sosial
BANGKIT DARI KETERPURUKAN: Arniwati yang diwawancarai di kediamannya di Bontang.

PROKAL.CO, Tidak ada gejala bahwa tubuhnya dihinggapi virus membahayakan. Media sosial (medsos) membuatnya kalut, tapi dukungan keluarga mengembalikan semangatnya.  

 

EDWIN AGUSTYAN, Bontang

 

AKTIVITAS Arniwati tidak ada yang berubah sejak kembali ke Bontang pada 12 Maret lalu. Dia tetap bekerja seperti biasa di Komisi Pemilihan Umum (KPU) Bontang. Berkumpul dengan keluarga. Sesekali melepas penat dengan kerabat.

Sampai pada 20 Maret, dia diminta tidak berangkat kerja. Menunggu tim kesehatan datang ke rumahnya di bilangan Kelurahan Bontang Baru. Itu berdasarkan hasil pelacakan terhadap Yuyun Nurhyati, pasien positif corona yang dirawat di RSUD AM Parikesit, Tenggarong Seberang. Di mana pasien tersebut dan Arniwati pernah berada di ruangan yang sama dalam acara yang digelar KPU.

Perempuan 24 tahun itu diperiksa suhu tubuhnya. Tekanan darah. Namun, ada yang berbeda dari petugas yang datang. Menggunakan alat pelindung diri (APD) dan tidak melakukan kontak fisik. Hasilnya normal. Tapi Arni --sapaan akrab Arniwati-- tetap diminta datang ke RSUD Taman Husada.

Di rumah sakit pelat merah itu, pemilik senyum manis tersebut kembali menjalani serangkaian pemeriksaan. Termasuk menjalani swab hidung dan tenggorokan. Hasilnya harus dirawat. Tapi karena hemoglobin (Hb) atau sel darah merah yang rendah. Normalnya berada di angka 12-16 gram/desiliter. Sementara Arniwati hanya 5,7 gram/desiliter. “Untung saja saya ditahan (opname), kalau tidak bisa lebih buruk,” kata Arniwati, saat disambangi di kediamannya, kemarin (5/4).

Saat itu, Arniwati sudah berstatus orang dalam pemantauan (ODP). Walau dia tidak merasakan gejala terjangkit corona. Dengan dirawat di rumah sakit, dia merasa lebih aman dan nyaman. “Memang saat itu belum ada hasil kalau saya positif, tapi untuk jaga-jaga saja,” terangnya.

Pada 23 Maret sore Arniwati berada dalam kecemasan. Wali Kota Bontang Neni Moerniaeni memberikan keterangan pers bahwa ada satu pasien positif corona. Media memberitakan. Namun, yang membuatnya risau adalah medsos.

Media sebagian besar tidak menyebutkan identitas pasien. Namun di medsos, fotonya sudah berseliweran. Tapi dengan keterangan yang salah. Mulai nama, umur, sampai memiliki anak. “Saya tidak punya anak. Belum menikah,” tuturnya.

Inisial A yang ditulis beberapa media turut membuatnya bingung. Pasalnya, saat itu rekan kerjanya yang juga komisioner KPU Bontang, Antoni Lamini juga masuk dalam orang dalam pemantauan (ODP) dan dirawat bersama. Apalagi dia sempat diperbolehkan pulang karena Hb sudah normal. “Saya sempat tidak percaya, karena informasi di medsos itu hoaks. Tapi yang menguatkan (kalau dia positif) adalah disebutkan pasien itu perempuan,” ungkapnya.

Selama tiga jam dia menunggu kepastian. Galau. Baru pada malam hari, Arni diberi tahu dirinya positif Covid-19. Saat itu juga dia masuk ruang isolasi. “Tapi tidak seperti yang beredar di masyarakat luas. Saya dilayani dengan baik oleh dokter dan perawat,” katanya.

Di ruang sekitar 4x4 meter itu dia berbagi tempat dengan satu pasien positif lainnya, asal Kutai Timur. Antara ranjang Arni dan pasien lainnya terdapat sekat dari kaca. “Kami saling menguatkan untuk bisa sembuh,” ungkapnya.

Di ruangan itu terdapat alat rontgen, ventilator, dan cek darah. Dokter masuk ruangan tiga kali sehari. Pukul 07.00 Wita, lalu 11.30 Wita, dan 16.30 Wita. Arni diberikan antibiotik, vitamin, dan obat-obatan lain yang bisa menyembuhkannya.

Selama 15 hari di ruangan itu, Arni menanti kesembuhan. Dia melakukan yoga ringan. Gerakannya terbatas, karena selang infus menancap di lengan. Dua buku selesai dibaca. Buku tentang renungan dan humor.

Dia menghindari aktif di medsos. Karena khawatir akan membaca kabar buruk terkait penderita corona. Takut membuat stres dan menurunkan imun. Beruntung keluarga dan kerabat memberikan dukungan melalui. Dia juga selalu dikunjungi sang kakak. Meski keduanya tidak bertemu. “Jadi hanya video call. Saya juga membaca Alquran,” tutur perempuan berjilbab itu.

Arni mengaku tidak mengetahui pasti kapan diterjangkit virus corona. Meski berada dalam ruangan yang sama dengan Yuyun, keduanya tidak pernah berkomunikasi atau kontak fisik. “Mungkin tertular saat di WC atau bandara,” tuturnya.

Meski tengah dihinggapi virus, Arni tetap berusaha mengerjakan tugas kantor. Di KPU Bontang dia bertugas sebagai operator data dan informasi. Salah satu yang diurusi adalah pemutakhiran data pemilih.

Sehari setelah masuk ruang isolasi, Arni kembali menjalani tes swab. Belum keluar hasilnya, dia kembali menjalani tes pada 27 Maret. Hasil tes keluar pada 30 Maret dan 4 April. Hasilnya negatif. Kabar baik yang ditunggu Arni pun datang. Dia diperbolehkan pulang dan dinyatakan sembuh dari Covid-19.

Meski sudah bisa berkumpul kembali dengan keluarga, Arni memutuskan untuk tidak dulu berkantor. Bekerja dari rumah. Paling tidak untuk dua pekan ke depan. “Bukan karena takut stigma negatif, tapi hanya berjaga,” jelasnya.

Dari sang kakak dia mengetahui bahwa beberapa tetangga sempat mengasingkan diri. Tapi Arni mengaku paham dengan situasi tersebut. “Saya tidak marah,” tegasnya. Saat Arni pertama kali dinyatakan positif, kakak, ipar, keponakan, dan kerabat yang tinggal serumah dengannya juga menjalani tes swab dan dinyatakan negatif.

Selama 15 hari berada di ruang isolasi, bagi Arni bukan waktu yang sebentar. Dia merasakan berbagai kerinduan. Satu di antaranya; masakan kakak. (rom/k16)


BACA JUGA

Selasa, 26 Mei 2020 21:00

Karena Covid-19, Pengerukan SKM Terhenti, Wagub: Kita Harus Sabar

SAMARINDA - Wakil Gubernur Kaltim Hadi Mulyadi mengunjungi sejumlah daerah…

Selasa, 26 Mei 2020 12:23

Sudah 30 Ribuan Jiwa Terdampak Banjir saat Lebaran di Samarinda

SAMARINDA- Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Samarinda mencatat sebanyak…

Selasa, 26 Mei 2020 12:01

Wacana Siswa Masuk Sekolah 15 Juni, PGRI : Buat Anak Jangan Coba-coba

Ketua Pengurus Besar Persatuan Guru Republik Indonesia (PB PGRI) Dudung…

Selasa, 26 Mei 2020 11:38

Pemprov Siapkan Penampungan Sementara untuk Korban Banjir Samarinda

SAMARINDA - Banjir yang kembali menerjang kawasan rawan banjir di…

Selasa, 26 Mei 2020 11:34

Jangan Berasumsi Saat Ini Sudah Aman Corona

SAMARINDA - Jumlah pasien terkonfirmasi positif Covid-19 di Kaltim Senin,…

Selasa, 26 Mei 2020 11:06

Balita 1 Tahun di Kukar Positif Corona

SAMARINDA- Dinas Kesehatan (Dinkes) Kalimantan Timur kembali mengumumkan perkembangan terbaru…

Senin, 25 Mei 2020 12:03

POLOS DAN LUCU..!! Ini Pengakuan Lengkap M Nuh soal Lelang Motor Jokowi

M Nuh, pemenang lelang sepeda motor Gesits milik Presiden Joko…

Senin, 25 Mei 2020 11:40

Banjir Semakin Meluas di Samarinda, 20 Ribu Warga Terdampak

SAMARINDA - Banjir di kota Samarinda semakin meluas, Senin (25/5/2020)…

Minggu, 24 Mei 2020 20:35

15 Ribu Jiwa Terdampak Banjir di Hari Lebaran, Banjir Bakal Lama

SAMARINDA - Luapan banjir Daerah Aliran Sungai (DAS) Sungai Karang…

Minggu, 24 Mei 2020 13:30

Lebih Ganas, Banjir Lumpuhkan Perumahan Bengkuring di Hari Raya

SAMARINDA - Banjir melumpuhkan perumahan Bengkuring Sempaja di hari raya…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Terverifikasi Dewan Pers