MANAGED BY:
MINGGU
07 JUNI
UTAMA | BALIKPAPAN | SAMARINDA | PRO BISNIS | KALTIM | OLAHRAGA | HIBURAN | LIFESTYLE | KALTARA

UTAMA

Senin, 06 April 2020 14:00
DUKA..!! Belasan Dokter Meninggal karena Covid-19

APD untuk Seluruh Tenaga Kesehatan

PROKAL.CO, JAKARTA– Menurut catatan Pengurus Besar Ikatan Dokter Indonesia (PB IDI) ada 18 dokter yang meninggal karena positif Coronavirus Disease 2019 (Covid-19). Tenaga medis memang dianggap rentan tertular Covid-19 lantaran bertemu pasien. PB IDI menuntut agar tak hanya tenaga medis yang merawat pasien saja yang diberikan Alat Pelindung Diri (APD) lengkap. Namun setiap tenaga medis.

Kemarin, ada dua dokter yang diumumkan oleh PB IDI meninggal dunia melalui akun media sosialnya. Minggu (5/4) Humas Pengurus Besar Ikatan Dokter Indonesia dr Abdul Halik Malik menyatakan bahwa kabar duka tersebut terkonfirmasi meninggal karena Covid-19. Dari 18 orang dokter yang meninggal tersebut, ada salah satu dokter yang juga merawat Menteri Perhubungan Budi Karya sebelum dibawa ke RSPAD, Jakarta. Dokter tersebut adalah dr Ketty Herawati Sultana. ”Dokter Ketty relatif senior,” tuturnya.

Banyak meninggalnya tenaga medis menurut Ketua Satgas Covid19 PB IDI dr Zubairi Djoerban SpPD merupakan sebuah risiko profesi. Bahkan bagi dokter yang tidak menagani pasien Covid-19. ”Sebagian bukan yang menangani langsung,” ucapnya.

Bisa saja pasien datang untuk memeriksakan keluhan lain atau keluarga yang mengantarkan ternyata carier atau pembawa virus. Pada second wave atau gelombang kedua, diketahui bahwa penderita Covid-19 tidak harus bergejala. Bahkan pada beberapa orang tertentu, tidak ada perburukan kondisi tubuh. Artinya, kondisinya sehat namun di dalam tubuhnya terdapat SARS CoV-2, virus Covid-19.

”Dulu orang sehat tidak perlu pakai masker. Sekarang perlu. Dulu dokter hanya memakai masker, sekarang harus lebih,” katanya menjelaskan perkembangan Covid-19. Zubairi menambahkan bahwa tidak hanya dokter yang menangani Covid-19 secara langsung yang memerlukan APD lengkap. Baju hazmat, kacama google, sarung tangan, dan masker perlu dikenakan dokter yang bertemu pasien pada umumnya. Sebab tidak diketahui apakah pasien yang ditemui adalah carier Covid-19 atau bukan.

Selain itu hasil tes Covid-19 dengan swab membutuhkan waktu. Zubairi sendiri pernah menangani pasien dengan gejala Covid-19 dan hasilnya diterima setelah tujuh hari. Selama itu pula dia mencari rumah sakit rujukan, sebab rumah sakit tempatnya praktik tidak memiliki kapabilitas merawat pasien dalam pengawasan (PDP). Sayangnya rumah sakit rujukan penuh.

Permasalahan rumah sakit dan hasil yang lama ini membuat dokter di luar rumah sakit rujukan juga harus bersiap-siap. ”Sekarang ini hamper seluruh rumah sakit di Jakarta dan sekitarnya pernah merawat PDP,” ucapnya. Melihat hal ini, pemerintah harus mendistribusikan APD ke seluru rumah sakit. Bahkan pada tingkat puskesmas dan klinik pun perlu.

Sementara itu, sebelumnya Kepala Pusat Krisis Kementerian Kesehatan Budi Sylvana mengatakan bahwa ada 5 juta APD yang sudah disiapkan pemerintah. Jumlah ini menurutnya cukup untuk persediaan tiga hingga empat bulan kedepan. (lyn)


BACA JUGA

Sabtu, 06 Juni 2020 19:59

Tujuh Pasien di Samarinda Sembuh Covid-19, Tengok Terapi yang Dilakukan Tim Medis

SAMARINDA - Penambahan kasus sembuh covid-19 di Kalimantan Timur pada…

Sabtu, 06 Juni 2020 12:42

Meski Diterpa Badai, Perluasan Kilang Balikpapan Tetap Jalan

BALIKPAPAN–Meski sektor hulu dan hilir migas sedang diterpa badai, PT…

Sabtu, 06 Juni 2020 12:41

Garuda Rencana Naikkan Harga Tiket

BALIKPAPAN–PT Garuda Indonesia berencana menaikkan harga tiket pesawat jika kebijakan…

Sabtu, 06 Juni 2020 12:36

Sudah 316 Orang Terkonfirmasi Positif Covid-19 di Kaltim

SAMARINDA–Kasus Covid-19 di Kaltim memasuki hari-79, Kamis (4/6), sejak pertama…

Jumat, 05 Juni 2020 13:47
Yang Penuh Sejarah, Yang Berbiaya Mahal, ”Bersatu” dalam Kesuraman (1)

Seandainya Yang Rp 200 Miliar Itu Cair pun Tak Cukup Lagi

Di saat Stadion Andi Mattalatta menjadi ”kebun sayur”, satu per…

Jumat, 05 Juni 2020 13:45
Dari Diskusi Virtual Banjir Samarinda

Hajar Sama-Sama Banjir di Samarinda, Mulai dari Superteam sampai Bangun Polder

SAMARINDA-Kaltim Post kembali menggelar diskusi virtual kemarin (4/6). Kali ini…

Jumat, 05 Juni 2020 13:43
Mulai Pertengahan Juni Lewat Tol Balsam Berbayar

Tarif Tol Balikpapan-Samarinda Lebih Mahal dari Usulan Awal

BALIKPAPAN–Mulai 14 Juni, Tol Balikpapan-Samarinda (Balsam) ruas Samboja-Samarinda tak lagi…

Kamis, 04 Juni 2020 15:48

Dana Haji Tidak Boleh Dialihfungsikan, Uang Pelunasan Tak Ditarik, Bakal Dikelola BPKH

JAKARTA – Pengelolaan dana haji menjadi isu sensitif setelah Kementerian…

Kamis, 04 Juni 2020 15:29

Ibadah Haji Batal, Travel Minta Kepastian

BALIKPAPAN-Dibatalkannya pemberangkatan haji tahun ini membuat efek terhadap agen perjalanan…

Kamis, 04 Juni 2020 15:28

Rumah Ibadah Kesulitan Sediakan Pemindai Suhu Tubuh

BALIKPAPAN–Belum semua masjid di Kota Minyak mengajukan pengurusan izin pembukaan…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Terverifikasi Dewan Pers