MANAGED BY:
RABU
12 AGUSTUS
UTAMA | BALIKPAPAN | SAMARINDA | PRO BISNIS | KALTIM | OLAHRAGA | HIBURAN | LIFESTYLE | KALTARA

LIFESTYLE

Senin, 06 April 2020 12:12
Psikosomatik, Tangan Gemetar Jadi Pertanda Awal
BERAGAM: Psikosomatik menimbulkan banyak gejala sesuai kondisi setiap orang. Namun, kebanyakan berupa keluhan seperti jantung berdebar, sesak napas, mual, dan muntah.

PROKAL.CO,

BEREDARNYA berita penyebaran virus corona sudah sampai di Kota Tepian layaknya mimpi buruk bagi Nurul Fatimah. Amat besar keinginannya agar terlindungi dari terjangkitnya virus itu. Dirinya pun selalu berusaha mengikuti pemberitaan baik di surat kabar, media sosial, maupun televisi.

Disambangi tengah pekan lalu, Nurul akui, keinginan yang awalnya bentuk kewaspadaan untuk memproteksi diri berubah menjadi rasa takut. Merasa dirinya adalah orang yang pasti akan terjangkit.

“Takut luar biasa, tapi anehnya saya tetap ikuti setiap berita yang ada. Waktu Maret lalu, Gubernur Kaltim Pak Isran Noor mengumumkan ada yang positif di Samarinda, jujur tubuh saya langsung keringat dingin. Jantung berdetak lebih perlahan, saya benar-benar takut,” keluhnya kepada awak Kaltim Post.

Ketakutan tersebut kian menjadi tatkala mengetahui rentan usia yang berisiko terpapar. Nurul sudah memasuki kepala lima. Baginya hal ini akan membuatnya semakin berisiko jika tak berhati-hati. Rasa waspada terlalu berlebihan itu tak hanya untuk dirinya sendiri, tetapi juga berlaku untuk sang suami, Iskandar Rama dan ketiga anaknya. Rama  sempat kewalahan mengikuti aturan sang istri yang berdalih agar terhindar dari virus.

“Kami disuruh konsumsi jamu yang terbuat dari kunyit dan temulawak. Ya bagus, saya juga enggak menolak karena juga baik untuk stamina. Namun, ada yang aneh dari sikapnya. Kalau sehari saja enggak minum jamu, dia mengamuk hingga tangannya bergetar dan sering mengeluh badannya demam. Padahal biasa saja,” tutur sang suami.

Sepekan terakhir, Rama menuturkan kerap bercekcok dengan Nurul hanya masalah lupa minum jamu. Respons sang istri yang berlebihan membuat khawatir hingga Rama menghubungi psikiater untuk menanyakan kondisi sang istri.

Halaman:

BACA JUGA

Senin, 03 Agustus 2020 11:47

Dilema Belajar Online, Guru dan Orangtua Dituntut Saling Sesuaikan Kondisi

Pandemi virus corona memaksa masyarakat beraktivitas lain dari biasanya. Imbauan…

Senin, 03 Agustus 2020 11:46

Tatap Muka Hanya untuk Zona Hijau

SURAT keputusan bersama dari Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud), Kementerian…

Senin, 03 Agustus 2020 11:45
Daring Tak Efektif, Guru Harus Kreatif

Dulu Guru Sabar dengan Anaknya, Sekarang Sabar dengan Orangtuanya

SEJAK Maret, semua sekolah diimbau untuk melakukan kegiatan belajar dari…

Senin, 03 Agustus 2020 11:43

Belajar Daring, Terapkan Disiplin Tanpa Paksaan

METODE belajar paling efektif pada dasarnya adalah tatap muka. Sebab,…

Selasa, 28 Juli 2020 09:37

Ini Dia, Menu Diet yang Tepat Selama Pandemi Covid-19

Makanan bergizi harus menjadi yang utama untuk meningkatkan imun tubuh…

Selasa, 28 Juli 2020 09:34

Kayu Manis Mampu Mencegah Diabetes Tipe 2

 Kayu manis telah lama dipercaya memiliki manfaat untuk kesehatan. Dalam…

Senin, 20 Juli 2020 10:36

Waspada Gangguan Kulit yang Tak Bisa Sembuh

SEAKAN tidak peduli, masyarakat kerap saja percaya dengan kosmetik ilegal.…

Senin, 20 Juli 2020 10:30

Ada Izin Edar, Bikin Tenang Berjualan

PADA 2013, Ria Rahim sudah bisa meracik losion handbody. Sebagai…

Senin, 20 Juli 2020 10:14

Creamy Avokad dan Kopi Bertemu, Jadi Begini Nikmatnya...

TAK semua buah cocok bersanding dengan pahitnya kopi. Nah, buah…

Senin, 20 Juli 2020 10:13

Shawarma dengan Cita Rasa Khas

Tampil beda dengan hidangan khas hotel. Kebab atau shawarma dari…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Terverifikasi Dewan Pers