MANAGED BY:
MINGGU
07 JUNI
UTAMA | BALIKPAPAN | SAMARINDA | PRO BISNIS | KALTIM | OLAHRAGA | HIBURAN | LIFESTYLE | KALTARA

UTAMA

Minggu, 05 April 2020 14:07
Evaluasi Pengetatan Jalur Balikpapan-Samarinda
Warga Balikpapan yang akan ke Samarinda dicek kesehatannya di Poslap Pencegahan Covid-19 di jalan HM Rifaddin.

PROKAL.CO, SAMARINDA telah memberlakukan pembatasan masyarakat dari Balikpapan sejak Jumat (3/4). Pembatasan itu bertujuan untuk menghindari risiko penularan dari Kota Minyak. Mengingat, kota itu sudah masuk zona merah. 

Baru sehari didirikan, Posko Lapangan (Poslap) Pencegahan Covid-19 di Jalan Soekarno-Hatta Kilometer 4, terpaksa harus berpindah lokasi ke Jalan HM Rifadin, tepatnya di halaman kantor UPTD Metrologi Samarinda. Pemindahan sebenarnya telah dilakukan sejak Jumat malam (3/4). Salah satu alasannya, yakni pos sebelumnya masuk wilayah Kutai Kartanegara (Kukar).

Kepada Kaltim Post, Sekkot Samarinda Sugeng Chairuddin menjelaskan, sejatinya pemkot dan Gugus Tugas Pencegahan Covid-19 telah berupaya berizin ke Pemkab Kukar secara lisan. “Sebelumnya sudah ada izin ke sekkab Kukar,” kata Sugeng.

Pos juga hendak dipindahkan ke Kantor Camat Loa Janan untuk menghindari kemacetan. Namun, saat hendak dipindahkan ke Kantor Camat Loa Janan, pihak kecamatan tak memberikan izin. “Ini ‘kan masih awal pembatasan. Seenggaknya sudah ada pembatasan dan membantu kami melacak orang yang masuk ke Samarinda,” ucapnya.

Sementara itu, Plh Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Samarinda Hendra AH menuturkan, pihaknya akan melakukan evaluasi keberadaan poslap. Hendra tak memungkiri jika ke depannya akan ada pos tambahan. Sebab akses menuju Kota Tepian tak hanya melewati Jalan HM Rifadin, Samarinda Seberang saja.

“Lebih banyak ‘kan lewat situ (Jalan HM Rifadin), tapi kami masih evaluasi dahulu. Apakah nantinya perlu penambahan pos di daerah Jembatan Mahulu,” ucapnya kemarin. “Untuk pengendara yang lewat Jalan Tol Balikpapan-Samarinda kami akan buat juga pos,” sambungnya.

Kemarin, Kaltim Post kembali mendatangi ke Poslap Pencegahan Covid-19. Sekitar pukul 08.00 Wita para petugas sempat mendapat briefing dari Wali Kota Samarinda Syaharie Jaang. Kendaraan yang melintas diberlakukan seperti hari pertama. Mulai pendataan masyarakat hingga penyemprotan disinfektan. Namun menjelang petang, sejumlah petugas beristirahat.

Rambu pemberitahuan untuk pemeriksaan serta water barrier tak ada yang diarahkan menuju halaman kantor UPTD Metrologi Samarinda. Walhasil kendaraan dapat hilir-mudik dengan bebasnya tanpa adanya pemeriksaan. Pemeriksaan kembali dilakukan sekitar pukul 17.00 Wita. Namun, pemeriksaan juga hanya berjalan singkat, sekitar 30 menit.

Menanggapi itu, Hendra mengaku pihaknya mengevaluasi pemberlakuan 24 jam pengawasan dan bisa memangkas waktu penjagaan. “Kasihan petugas. Saat tengah malam kurang efektif juga,” jelasnya.

Dikatakan, petugas akan dibagi dalam dua shift. Setiap regu akan bertugas selama delapan jam. “Shift satu masuk jam 8 pagi selesai jam 4 sore. Shift dua, masuk jam 4 sore pulang jam 12 malam,” jelasnya.

Pembatasan akses jalan itu diharapkan Hendra bisa mengedukasi masyarakat bila ancaman pandemi Covid-19 semakin nyata. “Enggak mungkin kami berhasil menutup 100 persen. Tapi adanya pembatasan ini, agar orang-orang jadi lebih sadar dan enggak perlu jalan-jalan bila tak penting,” pungkasnya.

BELUM ADA PERUBAHAN

Berdasarkan laporan harian penyebaran Coronavirus disease (Covid-19) di Balikpapan, belum ada perubahan besar. Kemarin (4/4), Pemkot Balikpapan kembali memberi keterangan terkait penyebaran virus dari Wuhan, Tiongkok itu.

Asisten Tata Pemerintahan Sekkot Balikpapan Syaiful Bahri bersama Kepala Dinas Kesehatan Kota (DKK) Balikpapan Andi Sri Juliarty memaparkan perkembangan Covid-19 di Balai Kota Balikpapan, kemarin.

Dio --sapaan akrab Andi Sri Juliarty-- menyebut, kemarin tidak ada hasil laboratorium terbaru dari Balai Besar Laboratorium Kesehatan (BBLK) Surabaya. Seluruh pasien yang berada dalam pemantauan di rumah sakit berada dalam kondisi stabil.

Ada pun jumlah pasien dalam pengawasan (PDP) yang menjalani perawatan di rumah sakit sebanyak 38 orang. Jumlah PDP kumulatif berjumlah 75 orang dan jumlah kumulatif kasus terkonfirmasi positif masih 15 orang. “Tidak ada penambahan (kasus) baru. Pasien PDP yang dirawat di rumah sakit semua kondisi baik,” ujarnya.

Saat ini jumlah orang dalam pemantauan (ODP) sebanyak 2.101 orang. Rinciannya mereka yang telah selesai menjalani observasi selama 14 hari sebanyak 803 orang. Sehingga ODP saat ini dalam proses pemantauan tersisa 1.298 orang. Dio mengimbau, warga yang merasa telah menjalani masa observasi sebagai ODP bisa mengambil surat keterangan.

“Ambil surat keterangan selesai observasi di puskesmas di wilayah tempat tinggal masing-masing. Karena masih banyak yang bertanya dapat surat di mana,” ujarnya. Sedangkan untuk pasien positif yang telah mendapat hasil uji negatif yakni tiga orang.

Saat ini, mereka masih terpantau oleh tim medis selama tujuh hari di rumah observasi yang disediakan Pemkot Balikpapan. Teranyar Dinas Kesehatan akan mengevaluasi penggunaan bilik disinfektan. Hal itu berkaitan dengan Surat Edaran Kementerian Kesehatan tentang Penggunaan Bilik Disinfektan dalam Rangka Pencegahan Penularan Covid-19.

Dalam surat itu tertuang bahwa menyemprot disinfektan secara langsung ke tubuh bisa membahayakan kesehatan seperti iritasi pada kulit. Jika masuk ke tubuh bisa memengaruhi fungsi hati dan ginjal. Maka, Dinas Kesehatan mengimbau masyarakat agar secara bertahap tidak menggunakan bilik tersebut.

Sementara itu, penggunaan disinfektan hanya digunakan untuk mendisinfeksi permukaan dan benda yang sering disentuh. Misalnya perabot, peralatan kerja, ruangan, pegangan tangga atau eskalator, moda transportasi, dan lainnya. Dalam rangka mencegah penularan Covid-19, warga diimbau selalu menjaga kebersihan tangan.

Caranya mencuci tangan dengan benar menggunakan sabun dan air mengalir atau menggunakan hand sanitizer. Kemudian meski berada di rumah, tetap menjaga kondisi tubuh. Pertama olahraga untuk menjaga daya tahan tubuh, salah satu kunci terhindar dari berbagai macam penyakit.

Cukup olahraga dengan gerakan sederhana setiap pagi atau sore selama berdiam diri di rumah. Kedua, lakukan berjemur sebagai solusi mudah dan praktis dalam mencukupi asupan vitamin D dari memanfaatkan paparan sinar matahari. Berjemur selama kurang lebih 10-15 menit saat pukul 10.00.

Ketiga makan makanan sehat dan bergizi seperti sayuran serta buah-buahan. Terakhir tidur teratur pastikan mendapat minimal delapan jam waktu tidur yang berkualitas. Cara itu bisa membuat lebih segar dan berenergi ketika bangun tidur. (*/dad/nyc/gel/rom/k18)

 

loading...

BACA JUGA

Sabtu, 06 Juni 2020 19:59

Tujuh Pasien di Samarinda Sembuh Covid-19, Tengok Terapi yang Dilakukan Tim Medis

SAMARINDA - Penambahan kasus sembuh covid-19 di Kalimantan Timur pada…

Sabtu, 06 Juni 2020 12:42

Meski Diterpa Badai, Perluasan Kilang Balikpapan Tetap Jalan

BALIKPAPAN–Meski sektor hulu dan hilir migas sedang diterpa badai, PT…

Sabtu, 06 Juni 2020 12:41

Garuda Rencana Naikkan Harga Tiket

BALIKPAPAN–PT Garuda Indonesia berencana menaikkan harga tiket pesawat jika kebijakan…

Sabtu, 06 Juni 2020 12:36

Sudah 316 Orang Terkonfirmasi Positif Covid-19 di Kaltim

SAMARINDA–Kasus Covid-19 di Kaltim memasuki hari-79, Kamis (4/6), sejak pertama…

Jumat, 05 Juni 2020 13:47
Yang Penuh Sejarah, Yang Berbiaya Mahal, ”Bersatu” dalam Kesuraman (1)

Seandainya Yang Rp 200 Miliar Itu Cair pun Tak Cukup Lagi

Di saat Stadion Andi Mattalatta menjadi ”kebun sayur”, satu per…

Jumat, 05 Juni 2020 13:45
Dari Diskusi Virtual Banjir Samarinda

Hajar Sama-Sama Banjir di Samarinda, Mulai dari Superteam sampai Bangun Polder

SAMARINDA-Kaltim Post kembali menggelar diskusi virtual kemarin (4/6). Kali ini…

Jumat, 05 Juni 2020 13:43
Mulai Pertengahan Juni Lewat Tol Balsam Berbayar

Tarif Tol Balikpapan-Samarinda Lebih Mahal dari Usulan Awal

BALIKPAPAN–Mulai 14 Juni, Tol Balikpapan-Samarinda (Balsam) ruas Samboja-Samarinda tak lagi…

Kamis, 04 Juni 2020 15:48

Dana Haji Tidak Boleh Dialihfungsikan, Uang Pelunasan Tak Ditarik, Bakal Dikelola BPKH

JAKARTA – Pengelolaan dana haji menjadi isu sensitif setelah Kementerian…

Kamis, 04 Juni 2020 15:29

Ibadah Haji Batal, Travel Minta Kepastian

BALIKPAPAN-Dibatalkannya pemberangkatan haji tahun ini membuat efek terhadap agen perjalanan…

Kamis, 04 Juni 2020 15:28

Rumah Ibadah Kesulitan Sediakan Pemindai Suhu Tubuh

BALIKPAPAN–Belum semua masjid di Kota Minyak mengajukan pengurusan izin pembukaan…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Terverifikasi Dewan Pers