MANAGED BY:
MINGGU
07 JUNI
UTAMA | BALIKPAPAN | SAMARINDA | PRO BISNIS | KALTIM | OLAHRAGA | HIBURAN | LIFESTYLE | KALTARA

UTAMA

Minggu, 05 April 2020 14:02
Kisah Pasien Corona yang Sembuh, Yuyun Nurhayati
Kuncinya Bahagia, Tak Boleh Sedih, dan Tanpa Televisi saat Diisolasi
Yuyun Nurhayati

PROKAL.CO, Melalui sambungan telepon, kabar gembira itu datang. Yuyun Nurhayati, pengidap Covid-19 langsung mengucap syukur. Tangan komisioner Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kutai Kartanegara (Kukar) itu bergetar setelah diberitahu hasil laboratorium bahwa dirinya sembuh.

 

MUHAMMAD RIFQI, Tenggarong

 

SAMBIL menggenggam ponsel miliknya, Yuyun tak berhenti mengucapkan syukur. Sesekali dalam hati dia lantunkan salawat. Kabar gembira yang ia tunggu-tunggu, akhirnya datang juga. Kemarin (4/4), Kepala Dinas Kesehatan (Diskes) Kukar Martina Yulianti memberi informasi hasil swab tenggorok yang dilakukan menyatakan Covid-19 di tubuh Yuyun telah negatif.

Perasaan haru, gembira serta syukur tak bisa ia bendung. Wajah suami, anak serta teman-temannya langsung terbayang. Firasat baik serta pikiran positif yang selalu ia tanamkan sejak pertama kali menjalani isolasi berbuah hasil. Perjuangan tenaga medis dan peran Pemkab Kukar begitu besar dalam penanganan Covid-19.

Pada hari yang sama, Kaltim Post menjadi media pertama yang melakukan komunikasi melalui sambungan telepon sejak dia menjalani isolasi. Nada bicara Yuyun begitu semangat. Ia bercerita, jika perjalanan dinasnya di Jakarta pada 9 hingga 11 Maret diduga menjadi awal mula dirinya tertular.

Pada 7-9 Maret, Yuyun sempat mengikuti tugas kedinasan sebagai komisioner KPU Kukar di Balikpapan. Sebelum itu, ia juga tak putus berkeliling sejumlah kecamatan di Kukar, untuk melakukan persiapan tahapan pemilihan kepala daerah (pilkada). Perjuangannya sebagai komisioner, sempat membuat kesehatan Yuyun menurun.

Sebelum berangkat ke Jakarta, ia sudah merasa kurang enak badan. Hingga akhirnya, pulang dari Jakarta, Yuyun mengalami demam dan berobat di sebuah klinik. Belakangan, Yuyun merasakan gejala mirip Covid-19. Seperti merasa tenggorokan yang kering, pusing, dan demam.

Ia akhirnya menjalani pemeriksaan medis di RSUD AM Parikesit, Tenggarong Seberang. Berbagai pelayanan cepat dan baik, menurut Yuyun begitu dia rasakan. Padahal saat itu, wabah Covid-19 belum marak di Kaltim. Sampel darah, swab tenggorokan dan swab hidung diambil. Begitu juga rontgen dilakukan di bagian paru-paru.

Sejak itu, Yuyun langsung diminta mengisolasi diri di rumah. Setelah menjalani salat Subuh, sekitar pukul 05.45 Wita pada 20 Maret lalu, kabar sedih itu pun harus ia terima. Martina Yulianti memberi kabar jika ia positif Covid-19.

Suasana sedih sulit dihindari. Suami serta anak-anaknya tak kuasa menahan tangis. Begitu juga dirinya yang berusaha menyembunyikan kesedihan itu. Ia diantar suami menuju RSUD AM Parikesit dengan menumpang sepeda motor. Sang suami langsung diminta mandi di rumah sakit lalu dilakukan proses penyemprotan disinfektan. “Saya langsung menjalani isolasi di ruang khusus,” ujar Yuyun.

Kekhawatirannya kepada keluarga dan rekan sejawat terus muncul. Terutama kekhawatiran akibat kontak erat sebelum menjalani isolasi. “Tapi alhamdulillah, suami sangat sigap. Dia beserta anak-anak disiplin menjalani isolasi rumah, menjaga kebersihan, dan minum vitamin. Intinya menjaga anjuran pemerintah,” tambahnya.

Kabar wabah yang disebut belum ada obatnya itu membuat dia dan keluarga semakin khawatir. Namun, belakangan ia terus berpikir positif sebagai anjuran untuk meningkatkan sistem imun tubuh. Pada hari kedua dan ketiga menjalani isolasi, Yuyun tak kuasa menahan kesedihan.

Saat itu juga, sistem imun Yuyun menurun dan membuat kepalanya pusing. Tensi darahnya ikut turun. “Dari situlah saya belajar harus melawan Covid-19 dengan terus berpikir positif dan gembira. Ternyata memang sangat berpengaruh terhadap kondisi imunitas dan kesehatan saya,” lanjutnya.

Tak ada televisi di ruang isolasi. Televisi menurutnya memang tidak dianjurkan berada di ruang isolasi untuk menghindari adanya tontonan berita terkait Covid-19. Sehingga bisa membuat kondisi kesehatan pasien menurun.

Untuk mengisi kekosongan, Yuyun hanya bermain gadget dan beribadah. Guru spiritual Yuyun menganjurkan agar dirinya terus membaca salawat demi ketenangan. Motivasi Yuyun untuk sembuh begitu tinggi. Hal-Hal positif yang dianjurkan para tenaga medis dilakukannya.

“Jadi saya tidak boleh sedih. Selama ini, perawat dan dokter yang merawat saya selalu menghibur. Saya bahkan sangat terharu karena mengetahui mereka selama ini tidak pulang ke rumah untuk merawat saya,” katanya.

Masih melekat di ingatan Yuyun, embun di kaca penutup wajah alat pelindung diri (APD) yang digunakan tenaga medis. Perjuangan para tenaga medis itu, membuat Yuyun begitu menaruh harap agar masyarakat yang sehat, agar benar-benar mengikuti anjuran pemerintah. Sehingga bisa memutus penyebaran Covid-19.

Selama ini, ia tak bisa melihat wajah tenaga medis yang merawatnya. Namun, ia mengenali gaya serta suara khas mereka. “Sesekali saya diminta refreshing dan jangan stres oleh tenaga medis. Katanya obat dari Covid-19 itu adalah santai. Jadi saya usahakan disiplin untuk melakukan itu,” imbuhnya.

Respons cepat dari pemerintah, termasuk Pemkab Kukar dianggap menjadi salah satu hal yang berperan dalam penanganan Covid-19. Di tengah kondisi yang ia jalani, Yuyun mengambil banyak hikmah. Termasuk keinginan suaminya untuk berhenti merokok, lantaran turut berpotensi menyerang paru-paru. “Saya berdoa ini akan segera berakhir,” tutupnya. (rom/k18)


BACA JUGA

Sabtu, 06 Juni 2020 19:59

Tujuh Pasien di Samarinda Sembuh Covid-19, Tengok Terapi yang Dilakukan Tim Medis

SAMARINDA - Penambahan kasus sembuh covid-19 di Kalimantan Timur pada…

Sabtu, 06 Juni 2020 12:42

Meski Diterpa Badai, Perluasan Kilang Balikpapan Tetap Jalan

BALIKPAPAN–Meski sektor hulu dan hilir migas sedang diterpa badai, PT…

Sabtu, 06 Juni 2020 12:41

Garuda Rencana Naikkan Harga Tiket

BALIKPAPAN–PT Garuda Indonesia berencana menaikkan harga tiket pesawat jika kebijakan…

Sabtu, 06 Juni 2020 12:36

Sudah 316 Orang Terkonfirmasi Positif Covid-19 di Kaltim

SAMARINDA–Kasus Covid-19 di Kaltim memasuki hari-79, Kamis (4/6), sejak pertama…

Jumat, 05 Juni 2020 13:47
Yang Penuh Sejarah, Yang Berbiaya Mahal, ”Bersatu” dalam Kesuraman (1)

Seandainya Yang Rp 200 Miliar Itu Cair pun Tak Cukup Lagi

Di saat Stadion Andi Mattalatta menjadi ”kebun sayur”, satu per…

Jumat, 05 Juni 2020 13:45
Dari Diskusi Virtual Banjir Samarinda

Hajar Sama-Sama Banjir di Samarinda, Mulai dari Superteam sampai Bangun Polder

SAMARINDA-Kaltim Post kembali menggelar diskusi virtual kemarin (4/6). Kali ini…

Jumat, 05 Juni 2020 13:43
Mulai Pertengahan Juni Lewat Tol Balsam Berbayar

Tarif Tol Balikpapan-Samarinda Lebih Mahal dari Usulan Awal

BALIKPAPAN–Mulai 14 Juni, Tol Balikpapan-Samarinda (Balsam) ruas Samboja-Samarinda tak lagi…

Kamis, 04 Juni 2020 15:48

Dana Haji Tidak Boleh Dialihfungsikan, Uang Pelunasan Tak Ditarik, Bakal Dikelola BPKH

JAKARTA – Pengelolaan dana haji menjadi isu sensitif setelah Kementerian…

Kamis, 04 Juni 2020 15:29

Ibadah Haji Batal, Travel Minta Kepastian

BALIKPAPAN-Dibatalkannya pemberangkatan haji tahun ini membuat efek terhadap agen perjalanan…

Kamis, 04 Juni 2020 15:28

Rumah Ibadah Kesulitan Sediakan Pemindai Suhu Tubuh

BALIKPAPAN–Belum semua masjid di Kota Minyak mengajukan pengurusan izin pembukaan…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Terverifikasi Dewan Pers