MANAGED BY:
MINGGU
07 JUNI
UTAMA | BALIKPAPAN | SAMARINDA | PRO BISNIS | KALTIM | OLAHRAGA | HIBURAN | LIFESTYLE | KALTARA

UTAMA

Minggu, 05 April 2020 13:28
Rapid Test Covid-19 Gagal Terpenuhi
Semua Orang Wajib Pakai Masker, Angka Kematian Bisa Capai 150 Ribu
Target rapid test gagal terpenuhi. Pemetaan kasus pun kandas. Dampaknya, risiko penularan dan angka kematian bisa naik tajam.

PROKAL.CO, JAKARTA -- Target rapid test gagal terpenuhi. Pemetaan kasus pun kandas. Dampaknya, risiko penularan dan angka kematian bisa naik tajam. Ahli Epidemiologi Universitas Indonesia Pandu Riono mengatakan, interfensi pemerintah dalam mengatasi pandemi Covid-19 seolah masih setengah hati. Kebijakannya pun cemderung lebih berpihak pada sisi ekonomi ketimbang nyawa manusia. Karenanya, kebijakan yang diambil tidak optimal dalam upaya pencegahan penularan.  

Dalam pengambilan kebijakan soal pembatasan sosial berskala besar (PSBB) misalnya. Pemerintah seperti tak paham, bahwa ada amanat untuk membatasi mobilisasi penduduk.  "Mereka gak ngerti. Malah dibolehkan mudik. Padahal untuk mencegah penularan, caranya ya cegah masyarakat berpindah," keluhnya. 

Pemerintah diminta tegas terkait hal tersebut. Jika tidak, penularan akan masif, terutama di kampung halaman. Risiko kematian pun akan meningkat. Sebab, kebanyakan pemudik akan menemui orang tua di kampung halaman. Di mana, sebagian besar memasuki usia senja yang sangat berisiko tertular. Ngerinya, tingkat keparahan juga sangat tinggi pada mereka yang rentan. 

"Bisa-bisa kita seperti Italia. Angka kematian mencapai 150 ribu lebih," tegasnya. Saat ini saja, kata dia, jika merujuk pada angka pemakaman di DKI Jakarta yang menggunakan protap Covid-19 angkanya sudah cukup besar. Sepanjang Maret 2020, ada sekitar 283 pemakaman.

"Sepertiganya mungkin Covid-19. Lalu yang lainnya mungkin belum diperiksa atau hasilnya belum keluar saat sudah meninggal. Karenanya menggunakan protap Covid-19," ungkapnya. Bila demikian, lanjut dia, artinya ada deadlock layanan tes Covid-19. Padahal sebelumya, pemerintah menyatakan siap untuk tes massal. Sehingga, angka penularan bisa ditekan.  

"Pemda yang cukup bagus meski masih lambat justru Jawa Barat. DKI Jakarta malah kurang. Saya juga bingung kenapa," tutur alumni Niversity of California Los Angeles tersebut. 

Namun Pandu meyakinkan, bahwa ini bukan terkait kaji terapan alat rapid test yang gagal. Sebab, sejatinya penggunaan alat tersebut cukup mudah. Kendala justru diperkirakan pada tenaga kesehatan yang kurang. Kendala tersebut pun harusnya tidak berlarut, karena pemda bisa mobilisasi mahasiswa kesehatan dari perguruan tinggi di wilayahnya. "Jakarta sangat mumpuni untuk ini. Kita harus cepat hentikan penularan. Temukan, isolasi. Temukan, isolasi," tegas Pandu. 

Di sisi lain, Pandu menghimbau agar mulai kini seluruh masyarakat menggunakan masker ketika keluar rumah. Sebab, Covid-19 semakin tak memunculkan gejala pada penderita. Membuatnya sulit ditebak siapa saja yang sebetulnya menjadi pembawa dan berpotensi menularkan pada yang lain.

 "Mulai minggu ini wajib pakai masker.Karena sekarang gak tau siapa yang bawa virus," tegasnya. 

Tak perlu masker medis. Masyarakat yang tak sakit cukup menggunakan masker kain biasa. Tapi syaratnya, kain tidak bahan kaos. Karena bahan kaos kebanyakan seratnya didesain renggang. Kemudian, masker ini harus dibuat dua lapis kain. Cara ini sudah terbukti berhasil mengurangi angka penularan di sejumlah negara, seperti Singapura dan Hongkong. 

"Efektif banget. Kalau setiap orang pakai, perlindungannya empat lapis kan berarti," ungkapnya. (mia)


BACA JUGA

Sabtu, 06 Juni 2020 19:59

Tujuh Pasien di Samarinda Sembuh Covid-19, Tengok Terapi yang Dilakukan Tim Medis

SAMARINDA - Penambahan kasus sembuh covid-19 di Kalimantan Timur pada…

Sabtu, 06 Juni 2020 12:42

Meski Diterpa Badai, Perluasan Kilang Balikpapan Tetap Jalan

BALIKPAPAN–Meski sektor hulu dan hilir migas sedang diterpa badai, PT…

Sabtu, 06 Juni 2020 12:41

Garuda Rencana Naikkan Harga Tiket

BALIKPAPAN–PT Garuda Indonesia berencana menaikkan harga tiket pesawat jika kebijakan…

Sabtu, 06 Juni 2020 12:36

Sudah 316 Orang Terkonfirmasi Positif Covid-19 di Kaltim

SAMARINDA–Kasus Covid-19 di Kaltim memasuki hari-79, Kamis (4/6), sejak pertama…

Jumat, 05 Juni 2020 13:47
Yang Penuh Sejarah, Yang Berbiaya Mahal, ”Bersatu” dalam Kesuraman (1)

Seandainya Yang Rp 200 Miliar Itu Cair pun Tak Cukup Lagi

Di saat Stadion Andi Mattalatta menjadi ”kebun sayur”, satu per…

Jumat, 05 Juni 2020 13:45
Dari Diskusi Virtual Banjir Samarinda

Hajar Sama-Sama Banjir di Samarinda, Mulai dari Superteam sampai Bangun Polder

SAMARINDA-Kaltim Post kembali menggelar diskusi virtual kemarin (4/6). Kali ini…

Jumat, 05 Juni 2020 13:43
Mulai Pertengahan Juni Lewat Tol Balsam Berbayar

Tarif Tol Balikpapan-Samarinda Lebih Mahal dari Usulan Awal

BALIKPAPAN–Mulai 14 Juni, Tol Balikpapan-Samarinda (Balsam) ruas Samboja-Samarinda tak lagi…

Kamis, 04 Juni 2020 15:48

Dana Haji Tidak Boleh Dialihfungsikan, Uang Pelunasan Tak Ditarik, Bakal Dikelola BPKH

JAKARTA – Pengelolaan dana haji menjadi isu sensitif setelah Kementerian…

Kamis, 04 Juni 2020 15:29

Ibadah Haji Batal, Travel Minta Kepastian

BALIKPAPAN-Dibatalkannya pemberangkatan haji tahun ini membuat efek terhadap agen perjalanan…

Kamis, 04 Juni 2020 15:28

Rumah Ibadah Kesulitan Sediakan Pemindai Suhu Tubuh

BALIKPAPAN–Belum semua masjid di Kota Minyak mengajukan pengurusan izin pembukaan…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Terverifikasi Dewan Pers