MANAGED BY:
MINGGU
31 MEI
UTAMA | BALIKPAPAN | SAMARINDA | PRO BISNIS | KALTIM | OLAHRAGA | HIBURAN | LIFESTYLE | KALTARA

FEATURE

Sabtu, 04 April 2020 11:25
Kisah Bu Guru Mengaji Munawaroh yang Ingin Terus Mengajar

Dua Minggu Tak Bertemu Murid Sudah Bikin Kangen

KELAS DARING: Munawaroh mengajari muridnya mengaji lewat video call dari rumahnya di Kelurahan Tosaren, Kecamatan Pesantren, Kota Kediri (3/4). IQBAL SYAHRONI/Jawa Pos Radar Kediri

PROKAL.CO, Tidak bisa bertemu dengan murid-murid mengaji yang diajarnya karena pandemi Covid-19 tak membuat Munawaroh kehilangan akal. Guru ngaji asal Kediri itu mengajar secara daring. Semua gratis. Termasuk kuota internet yang dikeluarkan untuk video call berjam-jam.

 

IQBAL SYAHRONI, Kediri, Jawa Pos

 

Suasana RT 17, RW 06, Kelurahan Tosaren, Kecamatan Pesantren, Kota Kediri, sedang sepi kemarin siang (3/4). Di jalan selebar 5 meter itu hanya terlihat beberapa orang yang melintas. Tepat di sebelah timur Musala Al-Kayat Tosaren, berdiri sebuah rumah putih. Di pelatarannya disediakan bak air dan sabun untuk cuci tangan.

Pemilik rumah yang bernama Munawaroh dengan ramah mempersilakan masuk. Dia seorang difabel. Ketika kecil mengalami cedera di pinggul karena jatuh sehingga membuatnya tak bisa berjalan dengan normal. Sempat 10 tahun menggunakan bantuan kruk, tetapi kakinya semakin lemah. ’’Akhirnya, ya duduk di kursi roda ini,’’ katanya.

Munawaroh siang itu sedang bersantai ditemani suaminya, Arif Purwandi. Mereka sedang menunggu azan Asar. Biasanya setelah salat Asar di musala selesai, Munawaroh memulai kelasnya. Mengajar ngaji anak-anak warga sekitar. ’’Dulu saya ngajar di Malang. Baru 2011 saya pindah ke sini,’’ ungkap Munawaroh.

Perempuan berumur 48 tahun itu menjelaskan, sejak di Malang, dirinya sudah memiliki pengalaman mengajar. ’’Pernah menjadi guru sekolah juga sebelum akhirnya penyangga tidak kuat dan akhirnya duduk di kursi roda. Sejak itu hanya mengajar mengaji,’’ imbuhnya.

Saat pindah ke Kediri karena menikah dengan Arif yang warga asli Kelurahan Tosaren, Munawaroh ingin tetap melanjutkan kegiatan itu. Kebetulan pula, rumahnya dekat dengan musala. Semua dilakukan Munawaroh bersama suami dan beberapa tenaga pengajar lain.

Jumlah muridnya sekitar 80 orang dengan beragam usia. Mulai anak PAUD hingga siswa SMA. Semua gratis. Hanya, kalau ada orang tua yang memberikan sumbangan, dia menerimanya. Namun, tidak ada patokan angka yang wajib dibayar siswa.

Ramainya musala oleh anak-anak setiap sore itu kini sementara tak dijumpai. Kegiatan salat berjamaah memang masih dilakukan. Meski, karena mengikuti protokol pencegahan Covid-19, saf salat tak lagi rapat. Ada jarak.

Mengikuti anjuran wali kota Kediri agar tidak melakukan kegiatan yang menimbulkan kerumunan di suatu tempat, Munawaroh mengajak guru lainnya untuk menghentikan kelas mengaji.

Namun, dua minggu berselang, Munawaroh mulai merasa rindu. ’’Kangen sama murid-murid. Juga, kepengin sekali untuk tetap mengajar,’’ katanya.

Dia lantas menawari murid-muridnya untuk mengikuti kelas daring. Jadwal mengaji dibagi mulai Senin hingga Sabtu. Ada yang sore setelah salat Asar. Ada pula yang setelah salat Magrib atau Isya. Awalnya, Munawaroh mengajak para muridnya untuk online dengan aplikasi Zoom. Namun, banyak murid yang mengeluh karena pulsa internetnya cepat terkuras. ’’Akhirnya pakai video call biasa,’’ ujarnya.

Setiap sesi, Munawaroh bisa bertatap muka melalui layar gawai dengan delapan murid secara bergantian. Diawali dengan menyampaikan materi, lalu dia menyimak bacaan muridnya. Masing-masing berlangsung 10–15 menit.

Lebih menguras tenaga, memang. Munawaroh harus mengulang penjelasan yang sama terus-menerus. Dia juga mesti membeli paket internet lebih banyak daripada biasanya supaya komunikasi dengan muridnya lancar.

’’Kadang kami beri pekerjaan rumah, menebali surah Alquran atau mungkin hafalan dalam bentuk video. Nanti dikirim ke WhatsApp Group. Tapi, tidak setiap hari,’’ ungkap perempuan yang juga ketua Himpunan Wanita Penyandang Disabilitas Indonesia Provinsi Jawa Timur itu.

Bagi Munawaroh, mengajarkan kebaikan itu sudah menjadi pegangan hidup. Selagi bisa, dia akan melakukannya. Apalagi, sang suami memberikan dukungan penuh.

Tak terasa, wawancara terus berjalan hingga azan Asar berkumandang. Munawaroh pun pamit untuk beribadah. Setelah itu, dia mulai membuka handphone dan laptop dengan membawa buku bacaan mengaji. Dia mulai menghubungi murid-muridnya.

’’Assalamu’alaikum, bagaimana kabarnya hari ini, Nak? Sudah siap mulai mengajinya nggih?’’ sapa Munawaroh yang disambut muridnya dengan jawaban, ’’Nggih, siaaap…’’ (*/c5/ayi)


BACA JUGA

Minggu, 26 Januari 2020 11:05

Lebih Dekat dengan Aktivis Lingkungan Muda Aeshina Azzahra Aqilani

Terlahir dari orang tua yang merupakan pejuang lingkungan memunculkan kepedulian…

Senin, 20 Januari 2020 14:19
Menikmati Family Fun Rally Sambut Kejuaraan Provinsi Kaltim 2020

Memperkuat Pariwisata, Ingin Lebih Banyak Orang Datang ke Balikpapan

Family Fun Rally 2020 gelaran Kaltim Post berakhir meriah, Ahad…

Kamis, 16 Januari 2020 16:10

Cerita Mengharukan, Kembar Identik yang Terpisah 16 Tahun Akhirnya Bertemu

Kisah hidup dua remaja kembar ini begitu mengharukan. Enam belas…

Rabu, 15 Januari 2020 13:45
Keraton Baru ”Calon Pemersatu Dunia”, Nasibmu Kini...

Nasib Keraton Agung Sejagat, "Keraton" Disegel Pemkab, Sang Raja dan Ratu Ditangkap Polisi

Keraton Agung Sejagat boleh menyebut diri sebagai pendamai bumi, pemulih…

Selasa, 14 Januari 2020 14:39

Inovator Semen Geo Fast Sotya Astuningsih, Pakai Limbah Smelter, 5 Jam Sudah Kuat

Semen biasa butuh waktu 28 hari untuk bisa kuat optimal.…

Jumat, 27 Desember 2019 00:24
Jelajah Wisata Baru Negeri Gajah Putih (4-habis)

Warisan Tiongkok-Thailand hingga Surga Belanja Tepi Sungai

Sungai Chao Phraya adalah nadi kehidupan dan transportasi di Bangkok.…

Jumat, 27 Desember 2019 00:21
Jelajah Wisata Baru Negeri Gajah Putih (3)

Berpose di Puncak Tertinggi, Selfie dengan 75 Tokoh Sedunia

PIngin berjalan di atas kaca dari tinggi 314 meter? Menyaksikan…

Jumat, 27 Desember 2019 00:19
Jelajah Wisata Baru Negeri Gajah Putih (2)

Balet Atas Air dan Habiskan Malam bersama Waria

Informasi umum jika Thailand populer dengan waria atau lady boys…

Jumat, 27 Desember 2019 00:16
Wisata Baru Negeri Gajah Putih (1)

Taman Terluas Se-Asia Tenggara hingga Lukisan Bergerak

Pattaya dikenal sebagai kota wisata dengan hiburan malam tiada henti.…

Kamis, 26 Desember 2019 11:34

Kiprah Bripka Riko Rizki Masri dan FKPM Teman Hati

Membantu sesama tak perlu menunggu punya jabatan tinggi atau uang…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Terverifikasi Dewan Pers