MANAGED BY:
JUMAT
29 MEI
UTAMA | BALIKPAPAN | SAMARINDA | PRO BISNIS | KALTIM | OLAHRAGA | HIBURAN | LIFESTYLE | KALTARA

UTAMA

Kamis, 02 April 2020 15:00
Mereka yang Mulai Optimistis Melawan Pandemi Covid-19
Ceko Pakai Masker Rumahan, Wuhan Kian Santai
Warga Ceko mengenakan masker. Di Ceko, warga membuat masker sendiri. REUTERS

PROKAL.CO, Banyak negara yang membuat strategi tersendiri untuk memerangi persebaran Covid-19. Pemerintah Republik Ceko juga punya cara yang mereka banggakan. Yakni, gerakan membuat masker di rumah.

 

AWAL pekan ini Perdana Menteri Ceko Andrej Babis mengeluarkan kebijakan baru. Dia mewajibkan semua warga yang ingin keluar rumah untuk mengenakan masker. Perintah itu disampaikan melalui iklan layanan masyarakat yang tayang di televisi.

’’Republik Ceko adalah satu di antara sedikit negara yang berhasil memperlambat laju virus korona. Perbedaan utamanya adalah pemakaian masker,’’ ungkap Menteri Kesehatan Ceko Adam Vojtech menurut The Guardian.

Saking bangganya, Babis mengunggah pesan untuk Presiden AS Donald Trump melalui Twitter. Dia menyarankan Trump dan negara lainnya agar mengikuti resep Ceko. ’’Memakai masker kain saja bisa menurunkan persebaran virus hingga 80 persen. Tuhan memberkati Amerika,’’ ucapnya.

Per 29 Maret, kasus Covid-19 di Ceko mencapai 2.829 dengan total 16 kematian. Angka tersebut jauh lebih kecil daripada negara Eropa lainnya seperti Italia, Spanyol, dan Prancis.

Semenjak imbauan dikeluarkan, warga sudah ribut untuk mencari masker. Saat persediaan menipis, pahlawan-pahlawan lokal muncul untuk mengatasi permasalahan. Netizen mulai memberi tahu cara pembuatan masker dari rumah di Facebook. Sebuah grup bernama Cesko Sije Rousky yang mengunggah belasan video dan gambar petunjuk pembuatan masker do it yourself alias DIY sudah mempunyai 9 ribu anggota.

Bahannya terserah. Kaus bekas atau sarung bantal bisa diubah menjadi masker sederhana. Kepala Lembaga Kesehatan Nasional Ceko Pavel Brezovsky mengunggah cara membuat masker dengan sapu tangan. Sementara itu, Rektor Czech Technical University Vojtech Petracek mem-posting masker yang terbuat dari botol bekas.

Sejak itu, ribuan pahlawan lain muncul sebagai relawan yang membuat masker darurat. Para mahasiswa jurusan mode di Umprum Academy of Art, Architecture and Design, Praha, menghabiskan waktu di rumah sambil menjahit. Mereka sudah mengumpulkan ratusan masker untuk dibagikan.

’’Sebagian besar memang punya mesin jahit di rumah dan dengan senang hati membantu. Material masker 100 persen katun sehingga bisa disterilkan,’’ ujar Alice Klouzkova, pengajar di Umprum Academy of Art, Architecture and Design.

Sementara itu, situs Damerousky.cz menawarkan peta interaktif yang menerangkan mana saja yang bisa menyediakan masker dan mana saja yang membutuhkan. Pakar statistik Jeremy Howard mengatakan, peran aktif masyarakat membuat rasio penggunaan masker di Ceko melonjak dari 0 hingga hampir 100 persen dalam waktu 10 hari.

”Ini adalah salah satu alasan penentu perlambatan kasus baru di Ceko,” ungkap dia kepada Prague Morning.

Menghentikan persebaran memang bukan hal yang tak mungkin. Wuhan sudah menjadi contoh nyata. Kota yang menjadi awal pandemi global itu baru saja kembali hidup. Restoran-restoran sudah diizinkan untuk buka meski hanya untuk pesanan bungkus.

Zhou Guoqiong sudah harus melayani ratusan pelanggan yang mengantre sambil menjaga jarak. Memang tak sebanyak seperti pesanan sebelum korona muncul. ’’Yang penting, bisnis kami berjalan kembali,’’ ujar Zhou kepada Associated Press.

Dua bulan yang lalu, kota di Provinsi Hubei itu dikarantina. Pada akhirnya, warga diwajibkan untuk tinggal di rumah. Di sisi lain, ribuan tenaga medis dan relawan harus berjibaku menangani pasien dan orang-orang rentan seperti lansia.

Kini banyak relawan dan tenaga medis dari luar kota yang sudah pulang. Yang masih bertahan bertugas secara bergiliran untuk menyemprotkan disinfektan dan mengawasi masyarakat. Masyarakat harus menunjukkan kode kesehatan mereka di ponsel jika ingin bebas jalan-jalan di luar rumah.

Di sana tim medis dan relawan sudah menjadi pahlawan. Senin lalu dua tenaga medis perempuan yang memakai pakaian hazmat di mal Chuhe Hanjie disambut pengunjung lainnya dengan melambaikan bendera Tiongkok.

’’Saya memberi mereka sekantong permen sebagai tanda terima kasih,’’ ujar Li Zhen, pemilik toko permen di mal tersebut. (bil/c10/dos)


BACA JUGA

Jumat, 29 Mei 2020 12:32

Kukar Surga Tambang Ilegal, Pengamat : Konsistensi Aparat Lemah

Persoalan lingkungan karena aktivitas tambang liar di sejumlah kecamatan di…

Kamis, 28 Mei 2020 16:35

Antusias Sambut Tatanan Baru setelah Pandemi

SAMARINDA–Rencana pemberlakuan tatanan baru atau new normal di sarana publik…

Kamis, 28 Mei 2020 16:31

Ratusan Pekerja Mal di Balikpapan Jalani Rapid Test

UNTUK kelima kalinya, Tim Gugus Tugas Covid-19 Balikpapan melaksanakan rapid…

Kamis, 28 Mei 2020 16:29

Masukan Obat ke Aliran Darah Pakai Robot

TIDAK lama lagi banyak penyakit bisa diobati oleh robot berukuran…

Kamis, 28 Mei 2020 16:29

Kasus Suap Proyek Jalan Nasional yang di-OTT KPK, Bawahan Dituntut 7 Tahun, Atasan 6 Tahun

SAMARINDA–Pembukuan kontraktor PT Haris Tata Tahta (HTT) menjadi bukti penting…

Kamis, 28 Mei 2020 15:01

Banyak Penumpang Belum Mengetahui Syarat Bepergian

JAKARTA– Lion Air Grup mengandangkan burung besinya selama hingga 31…

Kamis, 28 Mei 2020 13:43

Kapolsek Gunem Tabrak Nenek dan Cucu hingga Meninggal

Maut memang tak bisa diduga datangnya. Saat sedang bersantai di…

Kamis, 28 Mei 2020 13:39

Bukan Pengalaman Pertama Temukan Warga yang Tak Patuh

Profesi adalah tanggung jawab. Itulah yang ada di benak para…

Kamis, 28 Mei 2020 13:37
Sedimentasi Parah, Hutan Penyangga Habis Ditambang

Banjir Terus, Samarinda Salah Urus

Banjir di Samarinda bukan perkara baru. Masalah tata kelola lingkungan,…

Rabu, 27 Mei 2020 16:31

Beredar Surat Rekomendasi Dinkes, Samarinda akan Relaksasi Pengendalian Covid-19

SAMARINDA - Dinas Kesehatan kota Samarinda merekomendasikan fase relaksasi pengendalian…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Terverifikasi Dewan Pers