MANAGED BY:
MINGGU
31 MEI
UTAMA | BALIKPAPAN | SAMARINDA | PRO BISNIS | KALTIM | OLAHRAGA | HIBURAN | LIFESTYLE | KALTARA

UTAMA

Rabu, 01 April 2020 14:38
DPRD Kirim Rekomendasi, Sikap Gubernur Dinanti

PROKAL.CO, Penanganan wabah corona bisa efektif dan efisien jika pembatasan aktivitas masyarakat berjalan maksimal. Di sisi lain, pemerintah juga mesti memikirkan dampak ekonomi dari kebijakan itu sehingga tidak menimbulkan masalah baru. 

 

SAMARINDA–Pemerintah kabupaten/kota akhirnya menentukan langkahnya sendiri dalam menanggulangi virus corona atau Covid-19. Ada yang menutup penuh akses manusia masuk ke wilayahnya. Ada pula yang memberlakukan pelarangan melintas di beberapa ruas jalan. Termasuk memberlakukan jam malam.

Mengisolasi wilayah dari para pendatang luar daerah memang disebut langkah efektif untuk memutus rantai penularan wabah corona. Apalagi, kasus Covid-19 di Kaltim mayoritas dibawa dari luar. Bahkan sudah terjadi kasus pasien meninggal dunia dan transmisi lokal.

Pelaksana Tugas Kepala Dinas Kesehatan (Plt Kadiskes) Kaltim Andi M Ishak mengatakan, sebenarnya Kaltim sudah memenuhi syarat untuk dilakukan karantina wilayah. Namun, untuk melakukan kebijakan ini perlu banyak pertimbangan. Tidak hanya urusan aspek kesehatan semata. Aspek ekonomi dan sosial juga harus dipertimbangkan.

 Sehingga pemerintah harus hati-hati menerapkan kebijakan karantina. Andi menyebutkan, pada dasarnya Diskes Kaltim sudah menyampaikan pertimbangan teknis terkait Covid-19 ini. Hal itu sudah disampaikan ke Gugus Tugas Penanganan Covid-19 Kaltim. Menurutnya, agar penanganan efektif dan efisien, memang perlu pembatasan aktivitas masyarakat. Jika tidak dibatasi, penularan tidak bisa dibendung.

Sayangnya, masih ada pergerakan antar-wilayah. "Kalau terbuka, masih potensial untuk penularan. Saat ini, maskapai penerbangan sudah melakukan pengurangan penerbangan. Langkah maskapai penerbangan ini cukup berefek terhadap lalu-lintas masyarakat," kata Andi. Dalam laporan ke Gugus Tugas Covid-19, pihaknya telah menyampaikan jika akses masuk ke daerah masih terbuka, maka semua yang datang di Kaltim harus dikarantina dahulu di suatu tempat selama 14 hari sesuai masa inkubasi virus.

Setelah itu, baru bisa berbaur. Di sisi lain, sempat juga ada wacana agar orang dalam pemantauan (ODP) benar-benar disiplin dikarantina. Mereka semua yang berstatus ODP ditempatkan dalam satu tempat. Sehingga, tidak ada risiko penularan.  “Kalau kita bisa maksimal mencegah dan melarang baik masuk dan keluar, kita bisa menekan penularan. Jadi, tempat karantina khusus tadi tidak perlu,” ungkapnya.

Lanjut dia, pembatasan wilayah ini buah simalakama bagi para pelaku jasa angkutan darat. Diungkapkan Ketua Organisasi Angkutan Darat (Organda) Kaltim Ambo Dalle, kondisi ini jadi pukulan bagi ribuan sopir di Kaltim yang notabene bekerja harian. "Mereka cari uang hari itu ya untuk makan hari itu. Besok cari lagi. Posisi kami memang serba salah. Bicara salah, tidak bicara juga salah," kata Ambo.

Dia mengatakan, belakangan sopir-sopir sudah resah. Beruntung mereka yang masih punya tabungan. Tetapi, nestapa bagi mereka yang tak punya tabungan. "Masalahnya, sampai kapan kondisi ini, kan kita tidak tahu," sambungnya. Kini, para sopir pun hanya bisa pasrah dan berdoa agar kondisi bisa segera membaik. Pandemi berlalu, dan mereka bisa mencari nafkah.

Sementara itu, Ketua Komisi IV DPRD Kaltim Rusman Yaqub mengatakan, legislatif sudah memberikan rekomendasi ke Gubernur Kaltim Isran Noor. "Tinggal gubernurnya saja lagi," kata Rusman kemarin. Rekomendasi berisi 17 maklumat kepada Pemprov Kaltim.

Di antaranya, perlunya sinergisitas antar-instansi yang difasilitasi Pemprov Kaltim terkait aktivitas keluar masuk masyarakat di masing-masing wilayah. Poin kedua, perlunya penegasan dari Pemprov Kaltim untuk memperketat standar operasional prosedur bagi seluruh karyawan yang menjalani cuti. Hal ini terkait aspek keamanan pasca cuti agar selaras antara satu daerah dengan daerah lain di Kaltim.

Ketiga, perlunya keselarasan standar operasional penanganan pasien Covid-19. Dari pantauan DPRD Kaltim, lanjut dia, sejauh ini penanganan Covid-19 berbeda di masing-masing daerah. Poin keempat, Pemprov Kaltim diharapkan segera mengerahkan segala sumber daya yang dimiliki untuk melakukan pencegahan penyebaran Covid-19. Khususnya sosialisasi kepada masyarakat terkait status Kaltim untuk melakukan physical distancing.

Adapun poin kelima terkait ekonomi. DPRD berharap pemprov mendorong kebijakan program pemulihan bagi usaha mikro kecil menengah,  terutama  kelompok usaha yang paling rentan terdampak status physical distancing. Stimulan ini  bisa  berupa tambahan penghasilan, dan atau bantuan modal usaha bagi ojek online, pedagang asongan, dan kelompok usaha kecil lainnya.

Lalu keenam, menyediakan sarana dan prasarana pencegahan berupa fasilitas sterilisasi. Seperti tempat cuci tangan, penyemprotan disinfektan di tempat publik, supermarket, terminal transportasi, bandara, pelabuhan, kompleks perumahan, tempat ibadah, dan tempat lainnya.

DPRD juga meminta ada penggalangan dana untuk sembako murah atau sembako gratis bagi masyarakat yang tidak mampu jika diterapkan kebijakan karantina wilayah.

Legislatif juga meminta dipersiapkan ruang isolasi baru di setiap daerah untuk mengantisipasi kenaikan jumlah suspect dan positif Covid-19. Seperti Hotel Atlet di Kompleks GOR Madya Sempaja Samarinda, Rumah Sakit Islam Samarinda, Asrama Haji Balikpapan, dan tempat lain-lainnya yang representatif.

Selanjutnya, mempersiapkan analisa penutupan bandar udara, pelabuhan laut, dan terminal transportasi darat. Serta membentuk relawan penanganan Covid 19 yang dikoordinir oleh Satuan Tugas atau Satgas penanganan covid-19, baik pemerintah provinsi dan pemerintah kabupaten atau kota.

Selain itu, melakukan pergeseran alokasi perjalanan dinas sebagai alternatif untuk penanganan Covid-19 atau alokasi lainnya. Seperti dana infrastruktur. Hanya saja, ucap Rusman, untuk anggaran infrastruktur perlu ditelaah lebih jauh. Mengingat salah satu yang menggerakkan roda ekonomi Kaltim adalah proyek-proyek infrastruktur.

Poin selanjutnya, apabila dalam suatu daerah kabupaten/kota diberlakukan status karantina lokal, maka pemerintah provinsi dan pemerintah kabupaten/kota menyediakan jatah makan bagi warganya (tidak dalam bentuk uang melainkan makanan siap saji atau bahan kebutuhan pokok).

Poin terakhir, untuk menjadi perhatian kepala Dinas Kesehatan Kaltim dan Badan Lingkungan Hidup Kaltim, serta kabupaten/kota, perlu penanganan khusus terkait dengan pengelolaan limbah Covid-19 agar tidak memicu dan menimbulkan penyakit baru.

 

Penumpang Turun 45 persen, Siapkan Opsi Pembatasan Operasi

Adanya pembatasan hingga pengetatan sosial sudah dilakukan di Balikpapan. Meski begitu, operasional di Bandara Sultan Aji Muhammad Sulaiman (SAMS) Sepinggan masih berjalan seperti biasa hingga kemarin (31/3). General Manager Bandara SAMS Sepinggan Farid Indra Nugraha mengatakan, penutupan bandara  tidak mungkin dilakukan karena justru dapat mengkhawatirkan untuk kepentingan skala lebih besar. Baik untuk Balikpapan dan Kalimantan.

Namun pihaknya juga sedang berupaya melakukan pembatasan. Dia mengusulkan, nantinya operasional terminal Bandara SAMS Sepinggan hanya sampai pukul 18.00 Wita. Saat ini masih dalam tahap pembicaraan, namun tetap rencana ini sesuai dengan kebutuhan maskapai. Meski begitu bagaimana pun untuk keputusan merupakan kewenangan di Kementerian Perhubungan.

“Maskapai mengusulkan sudah ada yang mempertimbangkan untuk mengurangi penerbangan dari dan ke Balikpapan,” katanya. Jika keputusan ini diambil, tetap membutuhkan waktu. Mengingat maskapai masih harus menyesuaikan dan membuat schedule baru. Dia menyebutkan butuh waktu dan pertimbangan dari manajemen maskapai sekitar dua minggu sampai satu bulan untuk mempersiapkan pembatasan jam operasional. Sebab perlu waktu sosialisasi kepada stakeholder dan pihak terkait. “Jadi ini perlu waktu, bukan hari ini diputuskan bisa langsung dilakukan,” imbuhnya.

Farid menjelaskan, penerbangan sudah banyak berkurang untuk rute Jakarta – Balikpapan, Surabaya – Balikpapan, dan Makassar – Balikpapan. Berdasarkan hal itu, sudah cukup keliatan angka penurunan. Biasanya empat penerbangan per hari, jadi sekali saja. “Dari total 90 penerbangan sekarang menjadi 40 jadwal penerbangan, seluruhnya rute domestik,” bebernya. Kini total penumpang berkisar 3.300 per hari, turun sekitar 45 persen dari total sebelumnya 7.000 orang per hari. Begitu pula dengan jumlah pergerakan pesawat, sebelumnya ada 180 take off dan landing. Saat ini hanya menjadi 90 take off dan landing.

Sementara itu, pihaknya juga melakukan pembatasan operasi di Bandara SAMS Speinggan. Tepatnya melakukan pengurangan area agar orang tidak bertumpuk berada di bandari. Sehingga yang beredar hanya mereka yang datang dan pergi alias penumpang. “Berlaku per 1 April tentang skenario pembatasan area terminal,” ucapnya. Sementara itu, terkait rencana pembatasan Bandara SAMS Sepinggan dan Pelabuhan Semayang masih dalam pembahasan Pemkot Balikpapan. Wali Kota Balikpapan Rizal Effendi mengatakan, soal usulan itu masih mereka rundingkan. Termasuk bicara dengan pihak bandara dan pelabuhan. Dia meminta waktu untuk menentukan rencana pembatasan baik dari jalur darat, udara, dan laut.

“Semoga besok (hari ini) kita umumkan pembatasan ini. Apalagi sebagian daerahlain sudah pembatasan,” tuturnya.  (gel/nyc/riz)

 

loading...

BACA JUGA

Minggu, 31 Mei 2020 13:35

Ada 102 Daerah yang Masuk Zona Hijau, Kaltim Berapa Daerah?

JAKARTA- Pemerintah mencatat ada sekitar 102 daerah yang masuk zona…

Minggu, 31 Mei 2020 13:21
Buntut Kematian George Floyd

Amerika Rusuh, Mal Dijarah, Jam Malam di 25 Kota

Setidaknya 25 kota di Amerika Serikat memberlakukan jam malam sebagai…

Sabtu, 30 Mei 2020 12:53

NAH KAN..!! Ada Tambang Ilegal di Sekitar Bendungan Benanga

SAMARINDA–Banjir di Samarinda tak lepas dari masifnya pembukaan lahan. Membuat…

Sabtu, 30 Mei 2020 12:49

WAJIB..!! Kantongi Surat Sehat Dulu Baru Beli Tiket

BALIKPAPAN–Setelah ditutup sejak 24 April, Pelabuhan Semayang Balikpapan akan kembali…

Sabtu, 30 Mei 2020 12:47

Angka Sembuh Meningkat, New Normal Tetap Waspada

MESKIPUN jumlah kasus sembuh terus meningkat dibandingkan konfirmasi positif Covid-19,…

Sabtu, 30 Mei 2020 12:45

Konsep Normal Baru Harus Matang, Balikpapan Harus Jadi Contoh

Pembukaan kembali aktivitas sekolah mestinya menyesuaikan kondisi tiap wilayah. Keselamatan…

Sabtu, 30 Mei 2020 12:45
Kisah Tenaga Medis Berlebaran di Rumah Sakit saat Corona Mewabah (2-Habis)

Orangtua Mengerti, Tetap Silaturahmi secara Daring

Dokter Spesialis Paru RS Dr Kanujoso Djatiwibowo (RSKD) ini sudah…

Sabtu, 30 Mei 2020 12:43

Ini 3 Syarat Utama Pelaksanaan New Normal

JAKARTA - Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas) menyebutkan 3 syarat…

Sabtu, 30 Mei 2020 11:45

Tambang Ilegal Makin Marak, Usulkan Pejabat Pengawas Dicopot

Aktivitas tambang ilegal di Kukar disinyalir kian meluas. Bagaikan bola…

Sabtu, 30 Mei 2020 11:35

Banyak Orang Miskin Baru, Kembali ke Situasi 2011

JAKARTAs – Wakil Presiden Ma’ruf amin menyebutkan salah satu efek…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Terverifikasi Dewan Pers